HARIANTO WAKER / PENJAGA MALAM SDN KUPANG CURAHDAMI BERAKSI, SANG PLAYBOY CURI ISTRI ORANG
Bondowoso, Teropong Timur.com. Mahligai sebuah Pernikahan adalah hal yg sangat suci, bukan untuk di permainkan dan atau di campakkan, akan tetapi sayang sekali untuk harianto warga Desa Petung RT 06 RW 02. Seorang PNS Nip : 197609182010011002 sang playboy kampungan ini sangat melenceng dari tatanan keyakinan kita, “ ini harus di berantas agar tidak berimbas pada warga lainnya di Bondowoso ini”, demikian pernyataan dari salah satu tokoh msyarakat yang sempat di konfirmasi Tim teropong terkait permasalahan Harianto yang sekarang lagi rame di sekitar Bondowoso selatan.
Salah seorang wanita muda, Elis Farida, 29 tahun warga Desa Petung RT 06 RW 02 Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso yang menceritakan banyak pada Teropong Timur bahwa dirinya ( Elis – Red ) berawal kenal dengan Harianto karena tergiurakan sikap baiknya ketika berhadapan dengan siapapun saja, selain itu juga setelah kenal begitu dekat si yanto tersebut di duga memasang perangkap lagi dengan mengumbar janji-janji manis yaitu akan di belikan rumah bahkan Elis juga di ajak untuk menawar sebidang tanah di wilayah perumahan Kembang Bondowoso, akan tetapi semua janji itu ternyata bohong dan tidak ada kenyataan sama sekali sampai pada akhirnya hasil perkawinan mereka ( antara Elis dan Yanto – Red ) berdua memiliki anak yang saat ini masih berumur 18 Bulan.
Pekerjaan sehari – harinya Harianto yang dengan isteri pertamanya dianugerahi 4 (empat) orang anak dan isterinya dicerai, adalah waker atau penjaga malam SD Negeri Kupang Kecamatan Curahdami kabupaten Bondowoso, hal ini menurut keterangan Elis sendiri yang sekarang begitu kecewanya atas sikap Harianto sang suami yang telah meningalkan nya tanpa menggubris sama sekali anak yang di lahirnkan hasil perkawinan dengannya ( Harianto – Red ). “ Keempat anak-anaknya begitu juga mas, ya gak digubris juga, bisanya hanya buat anak tapi setelah itu anak-anaknya ditelantarkan“, ujar Elis kepada Teropong Timur.
“Dia selalu berbohong dan mengatakan telah melakukan usaha jual belii mobil untuk menambah penghasilannya sebagai seorang waker SD Negeri Kupang “ tegasnya, di tambahkannya, usaha yang menurut harianto tidak mencukupi sehingga menambah lagi kegiatannya sebagai makelar jual beli mobil, bilang selalu keluar kota, yang pada akhirnya Harianto tersebut ketahuan belangnya yaitu telah menikahi seorang wanita yang berinisial Mrs. X di Bondowoso Selatan.
Sebelum terjadi akad nikah di bawah tangan antara harianto dan Mrs. X tersebut si Elis telah mendatangi Rumah Mrs X dan mengatakan bahwa Harianto calon suami Mrs X adalah bapak dari anak yang telah di lahirkan 18 Bulan lalu sembari menunjukkan anaknya yang sedang digendong kepada Mrs.X, akan tetapi tangggapan negative justru di dapatkan oleh Elis dengan jawaban Mrs X bahwa dirinya sudah tahu semuanya tentang calon suaminya Haryanto. “ Saya sudah tahu semuanya kok, termasuk yanto juga bilang bahwa sudah punya anak 5 termasuk anak adik ini, tapi tolong jangan ganggu rencana pernikahan saya dengan yanto yang akan dilaksanakan nanti malam ini, sebab kalau sampai gagal maka saya akan jadi malu dik “, pongahnya. Dan betul saat itu malam hari Raya idhul adha 2015 tetap terjadi akad Nikah antara harianto dan Mrs.X yang menurut keterangan dari keluarga besar Mrs.X dilingkungan Lembaga Pendidikan dimana Mrs.X bekerja bahwa sebenarnya Mrs.X ini statusnya masih isteri orang. “Gimana tidak mas, Mrs.X itu masih istri orang yang belum pernah dicerai, ditalak dan atau dipasrahkan kepada orang tua Mrs.X oleh siaminya “,saya tahu persis ujar keluarga Mrs.X yang juga sebagai guru disebuah madrasah tempat Mrs.X ini bekerja. Akhirnya Elis pulang dari rumah Mrs.X dengan bersimbah tangis dan kehancuran hatinya sambil memeluk anaknya yang sedang lelap digendongannya. Elis merasa putus asa karena selama ini dirinya ( Elis – ed ) merasa di tipu sehingga secara jelas Elis akan menuntut keadilan pada beberapa pihak atas tindakan harianto yang tidak berjalan sesuai prosedur hukum .
Sampai berita ini di tulis dan naik cetak Masalah Harianto masih akan di lanjutkan pada pihak terkait dan juga dugaan Pemalsuan data identitas diri yang dilakukan haryanto untuk kepentingan menguntungkan diri sendiri dan melawan hukum. (bersambung) Herman.
Salah seorang wanita muda, Elis Farida, 29 tahun warga Desa Petung RT 06 RW 02 Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso yang menceritakan banyak pada Teropong Timur bahwa dirinya ( Elis – Red ) berawal kenal dengan Harianto karena tergiurakan sikap baiknya ketika berhadapan dengan siapapun saja, selain itu juga setelah kenal begitu dekat si yanto tersebut di duga memasang perangkap lagi dengan mengumbar janji-janji manis yaitu akan di belikan rumah bahkan Elis juga di ajak untuk menawar sebidang tanah di wilayah perumahan Kembang Bondowoso, akan tetapi semua janji itu ternyata bohong dan tidak ada kenyataan sama sekali sampai pada akhirnya hasil perkawinan mereka ( antara Elis dan Yanto – Red ) berdua memiliki anak yang saat ini masih berumur 18 Bulan.
Pekerjaan sehari – harinya Harianto yang dengan isteri pertamanya dianugerahi 4 (empat) orang anak dan isterinya dicerai, adalah waker atau penjaga malam SD Negeri Kupang Kecamatan Curahdami kabupaten Bondowoso, hal ini menurut keterangan Elis sendiri yang sekarang begitu kecewanya atas sikap Harianto sang suami yang telah meningalkan nya tanpa menggubris sama sekali anak yang di lahirnkan hasil perkawinan dengannya ( Harianto – Red ). “ Keempat anak-anaknya begitu juga mas, ya gak digubris juga, bisanya hanya buat anak tapi setelah itu anak-anaknya ditelantarkan“, ujar Elis kepada Teropong Timur.
“Dia selalu berbohong dan mengatakan telah melakukan usaha jual belii mobil untuk menambah penghasilannya sebagai seorang waker SD Negeri Kupang “ tegasnya, di tambahkannya, usaha yang menurut harianto tidak mencukupi sehingga menambah lagi kegiatannya sebagai makelar jual beli mobil, bilang selalu keluar kota, yang pada akhirnya Harianto tersebut ketahuan belangnya yaitu telah menikahi seorang wanita yang berinisial Mrs. X di Bondowoso Selatan.
Sebelum terjadi akad nikah di bawah tangan antara harianto dan Mrs. X tersebut si Elis telah mendatangi Rumah Mrs X dan mengatakan bahwa Harianto calon suami Mrs X adalah bapak dari anak yang telah di lahirkan 18 Bulan lalu sembari menunjukkan anaknya yang sedang digendong kepada Mrs.X, akan tetapi tangggapan negative justru di dapatkan oleh Elis dengan jawaban Mrs X bahwa dirinya sudah tahu semuanya tentang calon suaminya Haryanto. “ Saya sudah tahu semuanya kok, termasuk yanto juga bilang bahwa sudah punya anak 5 termasuk anak adik ini, tapi tolong jangan ganggu rencana pernikahan saya dengan yanto yang akan dilaksanakan nanti malam ini, sebab kalau sampai gagal maka saya akan jadi malu dik “, pongahnya. Dan betul saat itu malam hari Raya idhul adha 2015 tetap terjadi akad Nikah antara harianto dan Mrs.X yang menurut keterangan dari keluarga besar Mrs.X dilingkungan Lembaga Pendidikan dimana Mrs.X bekerja bahwa sebenarnya Mrs.X ini statusnya masih isteri orang. “Gimana tidak mas, Mrs.X itu masih istri orang yang belum pernah dicerai, ditalak dan atau dipasrahkan kepada orang tua Mrs.X oleh siaminya “,saya tahu persis ujar keluarga Mrs.X yang juga sebagai guru disebuah madrasah tempat Mrs.X ini bekerja. Akhirnya Elis pulang dari rumah Mrs.X dengan bersimbah tangis dan kehancuran hatinya sambil memeluk anaknya yang sedang lelap digendongannya. Elis merasa putus asa karena selama ini dirinya ( Elis – ed ) merasa di tipu sehingga secara jelas Elis akan menuntut keadilan pada beberapa pihak atas tindakan harianto yang tidak berjalan sesuai prosedur hukum .
Sampai berita ini di tulis dan naik cetak Masalah Harianto masih akan di lanjutkan pada pihak terkait dan juga dugaan Pemalsuan data identitas diri yang dilakukan haryanto untuk kepentingan menguntungkan diri sendiri dan melawan hukum. (bersambung) Herman.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home