Wednesday, 5 December 2018

Sinergi Pemkab Jember, Kementerian Pertanian dan BNI46 Dalam Mengawal Gerakan Musim Tanam OKMAR 2018 - 2019



TEROPONG Jbr – Kepedulian Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Pusat dan BNI46 dengan para petani ditunjukkan dengan menggelar acara  Mengawal Gerakan Musim Tanam OKMAR 2018 - 2019  di Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Rabu, 05/12/2018

Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Jember, dan  BNI46 memberikan dukungan kepada petani dalam mengelola dan mengembangkan pertanian. Dukungan itu diwujudkan dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani.

Dalam sanbutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa “Kegiatan Mengawal Gerakan musim tanam ini, menjadi bukti bahwa petani juga punya akses dan mempunyai kesempatan terhadap lembaga keuangan” ujar Bupati.

Lebih jauh Bupati menegaskan dukungan untuk program inklusi keuangan oleh perbankan, karena sudah ada di RPJMD (Rencana Pembangunan Janka Menengah Daerah) Jember.

Petani yang akses terhadap lembaga keuangan pasti lebih sejahtera. "Dan itu tidak banyak di ketahui oleh petani. Jadi kita harus lebih dekat dengan mereka. Inklusi keuangan untuk pertanian akan diluaskan lagi, seperti untuk pengadaan pupuk. Sudah waktunya meninggalkan cara-cara lama atau cara cash," jelasnya.

Karena itu, Bupati berharap gerakan ini menjadi gerakan masal, sehingga petani lebih sejahtera serta perbankan bisa lebih bermanfaat bagi petani.  

Di tempat yang sama GM Divisi Bisnis usaha kecil BNI 46,  Bambang Setyatmojo menjelaskan bahwa “Selain memberikan kredit melalui KUR, BNI juga telah menyalurkan dana Corporate Social Responbility (CSR) kepada petani untuk pembangunan saluran irigasi dengan kegiatan Padat Karya Tunai yang melibatkan sekitar 200 orang petani” jelasnya.

"Kita sudah jaman now, jadi kita gunakan pembayaran non cash. Petani juga berhak mengikuti kemajuan teknologi dan kemajuan pelayanan lembaga keuangan," lanjutnya.

GM Divisi Bisnis usaha kecil BNI 46,  Bambang Setyatmojo menambahkan bahwa KUR BNI di Jember sudah hampir Rp. 15 milyar, yang disalurkan kepada 1400 petani.  Di Kecamatan Jenggawah sudah lebih dari 40 petani.

Bambang mengatakan, bantuan dan pelatihan dari BNI 46 akan di sinergikan dengan Pemkab Jember dan Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI, Ir. Muhrizal Sarwani menyampaikan bahwa “Kegiatan ini merupakan contoh dari sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Lembaga Pembiayaan dalam hal melayani masyarakat' ujarnya

Lebih jauh Ir. Muhrizal Sarwani menjelaskan bahwa “KUR itu untuk sekitar 1 hektar lahan pertanian dengan uang kurang lebih Rp. 14  juta. Untuk itu kita dorong para petani untuk penggunaan Kartu Tani,  yang di dalamnya  juga bisa untuk membeli pupuk. Pembelian pupuk di kios pupuk sekarang non cash atau menggunakan kartu tani” tandasnya. (*)





Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home