Rekan - rekan LSM, ORMAS dan Wartawan Bondowoso yang mendatangi Ahroji di MAPOLRES POLRES
Bondowoso, www.teropongtimur.co.id
Ahroji yang terkena permasalahan penangkapan dan di sebutkan Oleh pihak Polres bahwa terkena OTT (operasi tangkap tangan - Red) Oleh "Tim SABERPUNGLI" pada waktu lalu ternyata berbuntut panjang, pasalnya Kasus penangkapan tersebut Di katakan Oleh beberapa pihak sangat tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

Ahroji yang di datangi oleh seluruh anggota Forum Komunikasi LSM, ORMAS dan Wartawan se Kabupaten Bondowoso di Rutan Polres Bondowoso bermaksud mempertanyakan kelanjutan kasus penangkapan dirinya, hal ini sesuai dengan rencana awal yaitu penangkapan oleh TIM SABERPUNGLI, karena itu kasus ini haruslah lengkap, baik pada petugasnya dan atau juga pelakunya, pemberi dan penerima dana.

Fausan selaku Ketua Umum LSM LIBAS yang juga salah satu pengurus Forum Komunikasi LSM, ORMAS dan Wartawan sekabupaten Bondowoso mengatakan secara jelas bahwa penangkapan Ahroji hanyalah sepihak, penerima dana saja yang di tangkap, tapi pemberi dana tersebut tidak di tangkap.
Beberapa nara sumber lain yang mengatakan bahwa pemberi dana tersebut bernama Haji Hasan selaku Kepala Desa Bajuran Kecamatan Cerme Kabupaten Bondowoso, ini di perkuat juga oleh Haji Nawir selaku Ketua Umum LSM Teropong dan Edy, AKP, serta Erfan Ketua LSM Lhasbira bahwa pemberian dana tersebut yabg pada akhirnya terjadi penangkapan pada Ahroji haruslah di lanjut dengan penangkapan Haji Hasan selaku koordinator Kepala Desa Cerme karena hal ini sangatlah jelas telah terjadi dugaan Diskriminasi terhadap rekan - rekan LSM dan juga pemerhati Hukum di Kabupaten Bondowoso.
Sementara itu Ahroji yang sempat di konfirmasi oleh beberapa wartawan media cetak dan online mengatakan secara tegas bahwa kasus yang menimpa dirinya harua di lanjut, yaitu masalah target yang di persoalkan, di katakannya bahwa data yang sudah di siapkan adalah data yang sangat akurat
|
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home