Dinkes Jember Sinergi Dengan Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA)
TEROPONG Jbr – Pola pikir masyarakat Indonesia tentang
HIV/AIDS. Rendahnya pengetahuan masyarakat awam mengenai HIV/AIDS serta tingginya
kasus diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) menyebabkan angka
penderita HIV/AIDS semakin lama semakin bergerak naik. Menurut data dari Dinas
Kesehatan Jember, prevalensi HIV/AIDS hingga April 2018 mencapai 3786 kasus,
merupakan nomor dua tertinggi di daerah Jawa Timur.
Berbekal masalah-masalah tersebut, mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang tergabung dalam Center for
Indonesian Medical Student Activities (CIMSA) khususnya SCORA ̶ yang memiliki
ranah kerja di bidang HIV/AIDS ̶ untuk menghapus stigma negatif masyarakat
terkait HIV/AIDS serta mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan awareness
masyarakat terhadap HIV/AIDS. Warrior (from World AIDS day to be saviour)
merupakan project SCORA CIMSA Universitas Jember dalam memperingati Hari AIDS
sedunia dengan beberapa rangkaian acara.
Rangkaian
acara pertama yaitu Rhapsody (SCORA studies HIV) merupakan kegiatan Local Peer
Education Training yang diselenggarakan di
Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait HIV/AIDS dan meyiapkan mahasiswa
untuk nantinya terjun ke lapangan mengedukasi masyarakat. Pada Rhapsody kali
ini, terdapat 3 pemateri. Diawali oleh Peer Educator Trainer atau biasa
dipanggil PETRA yaitu Alif Kufari angkatan 2016 yang telah terstandardisasi
CIMSA nasional, memberikan materi seputar HIV/AIDS. Antusiasme member SCORA
sangatlah tinggi, mereka sibuk menyimak dan mencatat hal-hal apa saja yang
nantinya akan disampaikan kepada masyarakat agar mampu meningkatkan awareness
mereka terhadap HIV/AIDS. Selanjutnya, disambung dengan talkshow yang membahas
tentang HIV/AIDS di Jember. Narasumbernya ialah Kak Yudhi dari Komisi
Penanggulangan AIDS
Kabupaten Jember dan Kak Khamid, founder dari LSM Laskar
yang bergerak di bidang HIV/AIDS. Setelah talkshow ditutup oleh moderator,
acara selanjutnya ialah roleplay. Roleplay ini bertujuan melatih skill public
speakingi member saat nantinya terjun langsung ke masyarakat. Ada yang
memerankan untuk edukasi pada ibu-ibu, teman sebaya, stakeholder, dan
sebagainya.
Acara
puncak dari Warrior ini adalah ground campaign yang akan dilaksanakan di Car
Free Day Alun-alun Kabupaten Jember pada
Minggu, 2 Desember 2018. Kegiatan yang dilakukan antara lain edukasi
masyarakat, social experiment, pemeriksaan VCT, serta march mengelilingi
Alun-alun Kabupaten Jember. Dengan adanya ground campaign ini diharapkan
masyarakat mampu meningkatkan awarenesss diri terhadap HIV/AIDS.
Bukan
CIMSA namanya jika tidak terjun langsung ke masyarakat. Dengan diadakannya
project ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Kedokteran mampu meningkatkan
potensi diri yang nantinya akan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan
masyarakat sesuai dengan slogan CIMSA yaitu, “Empowering Medical Student,
Improving National Health”. Selain itu Warrior juga diharapkan mampu menghapus
stigma negatif masyarakat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan meningkatkan
awareness masyarakat terhadap penyakit ini. Sesuai tagline dari Warrior itu
sendiri yaitu, “from World AIDS Day to be Saviour”, diharapkan juga mahasiswa
mampu menjadi pejuang untuk menekan angka HIV/AIDS terutama di Kabupaten Jember
melalui edukasi pada masyarakat, serta mampu memetik semangat berjuang dari
ODHA yang setiap hari selalu berusaha menjadi yang lebih baik kedepannya. (*)
Labels: Pemerintah

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home