Kab. Jember Peringati HDI (Hari Difable Indonesia) 2018
TEROPONG Jbr - Diketahui, 3 Desember diperingati
sebagai HDI yang dicanangkan oleh Majelis Umum PBB dan disepakati oleh seluruh
negara di dunia sejak 1992. Pencanangan ini merupakan bentuk penghargaan
terhadap jasa, peran dan kemampuan para penyandang disabilitas, sekaligus
momentum bagi masyarakat internasional memperhatikan dan menyelesaikan
persoalan yang dihadapi para penyandang disabilitas.
UN Enable telah menetapkan tema tahun ini adalah
”Empowering persons with disabilities and ensuring inclusiveness and equality”.
Asdep Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko PMK Ade Rustama menyebutkan,
tema Nasional HDI 2018 berfokus pada kondisi yang memungkinkan untuk perubahan
transformatif yang dipertimbangkan dalam agenda Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB) 2030.
Di Indonesia, HDI dimaknai sebagai bentuk pengakuan
terhadap disabilitas, peneguhan komitmen seluruh bangsa, dan membangun
kepedulian dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan disabilitas. Pemerintah,
organisasi masyarakat sipil, institusi akademik dan sektor swasta didorong
untuk bermitra dengan organisasi disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan
aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh penyandang disabilitas
Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj.Faida MMR
menyampaikan, bahwa “Hari ini Jember memperingati Hari Disabilitas
Internasional (HDI), dan peringatan ini bukan peringatan biasa,
melainkan peringatan
yang sangat luar biasa. Para penyandang Disabilitas hari ini
memperingati Hari Disabilitas Internasional 2018 dengan tema menuju masyarakat
inklusif, tangguh dan berkelanjutan sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang
penyandang disabilitas” terangnya.
Dalam acara jalan santai dengan para difable Bupati
dr. Faida MMR menjelaskan. "Hari ini Pemkab Jember menunjukkan komitmennya
sesuai dengan yang di anjurkan oleh Pemerintah Pusat, dimana hak kaum difabel
sejajar dengan warga lainnya, dan ini yang menjadikan Jember kota peduli
Inklusi," kata Bupati Faida.
Lebih jauh Beliau mengatakan, "Komitmen Pemkab Jember
sebagai kota Inklusi, bisa kita lihat dan kita rasakan terutama di beberapa
tempat ibadah, perkantoran dan instansi-instansi sudah mulai memberikan akses
masuk untuk kaum difabel, ini yang perlu kita apresiasi," ungkapnya
Bupati Faida menambahkan, Pemkab Jember akan
memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada perusahaan dan instansi swasta
yang telah memberikan hak yang sama bagi kaum difabel dengan warga lainnya menjadi
bagian di perusahaannya. (*)
Labels: Pemerintah



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home