Bupati Jember Tegaskan Pentingnya Kemaritiman dan Potensi Kelautan
TEROPONG Jbr - Luas perairan laut di Jember yang
mencapai 54 kilometer persegi dengan potensi produksi lebih dari 40 ribu ton
per tahun. baru termanfaatkan sebesar 22,5 persen. Hal ini di sampaikan Bupati
Jember dr. Hj. Faida MMR saat menghadiri Kongres Nelayan Kabupaten Jember di
Puger yang diikuti oleh sekitar 4.600 nelayan. Sabtu 24 November 2018.
Selain dihadiri Bupati Faida, Kongres Nelayan ini
juga dihadiri tamu istimewa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Hadir pula unsur Forkopimda Jember serta pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.
menegaskan pentingnya pengembangan kemaritiman dan potensi kelautan di
Kabupaten Jember. Pengembangan tersebut bukan karena jumlah nelayan yang
banyak. Upaya itu perlu dilakukan karena memang potensi kemaritiman dan kelautan
di Jember yang luar biasa.
. "Artinya, masih banyak potensi yang bisa
digali, dengan cara-cara yang benar akan menjadi kesejahteraan dan kemaslahatan
masyarakat Jember," ungkap Bupati Faida dalam Kongres Nelayan Kabupaten
Jember.
Lebih jauh bupati memaparkan kondisi nelayan di
Kabupaten Jember. bahwa mayoritas nelayan menggunakan jukung untuk menangkap
ikan. Jumlahnya mencapai 1.872 buah. Dari jumlah nelayan itu, jumlah jukung
dengan ukuran 5 - 10 GT (gross ton) tidak sampai 300 buah. Sementara jukung
dengan ukuran lebih dari 10 GT hanya 153 buah. Jumlah nelayan terbesar berada
di Kecamatan Puger, yang mencapai 72 persen. Sebesar 12 persen berada di
Kecamatan Ambulu, dan sisanya tersebar di beberapa kecamatan.
Sebanyak 500 nelayan tersebut telah mendapatkan bantuan
sertifikasi hak atas tanah nelayan. Jumlah ini tersebar di lima desa, yakni
Desa Sumberejo, Puger Wetan, Mojomulyo, Mayangan, dan Pajer Paseban. Masing
masing 100 sertifikat.
Untuk program asuransi nelayan, Bupati menyebut
sebanyak 4.550 nelayan telah didukung asuransi yang dibiayai oleh pemerintah
pusat. Bantuan biaya asuransi ini selama satu tahun. Harapannya, setelah itu
mengetahui manfaat asuransi hingga berikutnya bersedia membayar sendiri.
Bupati juga mengatakan, keselamatan nelayan tidak
boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan pelampung untuk
seluruh kapal di Jember. Pelampung ini tidak diberikan kepada orang per orang,
tetapi diberikan kepada kapalnya. "Tidak boleh ada kapal yang melaut tanpa
pelampung, dan nelayan harus menggunakan pelampung," pesannya.
Sementara itu dalam sambutannya Menteri Kelautan dan
Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji akan bersama dan membantu nelayan di
Jember. "Dengan catatan nelayan Jember mau menjaga potensi kelautan.
Jangan sampai disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak peduli kesejahteraan
nelayan dan keluarganya," tuturnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
mengajak nelayan Puger untuk menjaga laut yang menjadi masa depan Bangsa
Indonesia. Pemerintah ingin membantu masyarakat untuk menjaga lautnya, supaya ikan
terus tetap ada dan banyak.
"Oleh karenanya, jaga ikan jangan ambil benih
ikan, membuat dan memakai alat tangkap yang ramah lingkungan," kata
Menteri Susi dalam Kongres Nelayan Kabupaten Jember di Puger,
Menteri Susi pun mengingatkan agar nelayan menjaga
nikmat Tuhan dan tidak boleh kufur dengan nikmat-Nya. "Perbolehkan makhluk
tuhan beranak pinak. Jangan ambil sebelum masa dia melangsungkan generasinya.
Ambillah ikan pada saat waktunya," pungkasnya. (*)
Labels: Pemerintah





0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home