Saturday, 24 November 2018

Bupati Jember Tegaskan Pentingnya Kemaritiman dan Potensi Kelautan



TEROPONG Jbr - Luas perairan laut di Jember yang mencapai 54 kilometer persegi dengan potensi produksi lebih dari 40 ribu ton per tahun. baru termanfaatkan sebesar 22,5 persen. Hal ini di sampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat menghadiri Kongres Nelayan Kabupaten Jember di Puger yang diikuti oleh sekitar 4.600 nelayan. Sabtu 24 November 2018.

Selain dihadiri Bupati Faida, Kongres Nelayan ini juga dihadiri tamu istimewa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Hadir pula unsur Forkopimda Jember serta pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menegaskan pentingnya pengembangan kemaritiman dan potensi kelautan di Kabupaten Jember. Pengembangan tersebut bukan karena jumlah nelayan yang banyak. Upaya itu perlu dilakukan karena memang potensi kemaritiman dan kelautan di Jember yang luar biasa.

. "Artinya, masih banyak potensi yang bisa digali, dengan cara-cara yang benar akan menjadi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Jember," ungkap Bupati Faida dalam Kongres Nelayan Kabupaten Jember.

Lebih jauh bupati memaparkan kondisi nelayan di Kabupaten Jember. bahwa mayoritas nelayan menggunakan jukung untuk menangkap ikan. Jumlahnya mencapai 1.872 buah. Dari jumlah nelayan itu, jumlah jukung dengan ukuran 5 - 10 GT (gross ton) tidak sampai 300 buah. Sementara jukung dengan ukuran lebih dari 10 GT hanya 153 buah. Jumlah nelayan terbesar berada di Kecamatan Puger, yang mencapai 72 persen. Sebesar 12 persen berada di Kecamatan Ambulu, dan sisanya tersebar di beberapa kecamatan.

Sebanyak 500 nelayan tersebut telah mendapatkan bantuan sertifikasi hak atas tanah nelayan. Jumlah ini tersebar di lima desa, yakni Desa Sumberejo, Puger Wetan, Mojomulyo, Mayangan, dan Pajer Paseban. Masing masing 100 sertifikat.

Untuk program asuransi nelayan, Bupati menyebut sebanyak 4.550 nelayan telah didukung asuransi yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Bantuan biaya asuransi ini selama satu tahun. Harapannya, setelah itu mengetahui manfaat asuransi hingga berikutnya bersedia membayar sendiri.

Bupati juga mengatakan, keselamatan nelayan tidak boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan pelampung untuk seluruh kapal di Jember. Pelampung ini tidak diberikan kepada orang per orang, tetapi diberikan kepada kapalnya. "Tidak boleh ada kapal yang melaut tanpa pelampung, dan nelayan harus menggunakan pelampung," pesannya.

Sementara itu dalam sambutannya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji akan bersama dan membantu nelayan di Jember. "Dengan catatan nelayan Jember mau menjaga potensi kelautan. Jangan sampai disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak peduli kesejahteraan nelayan dan keluarganya," tuturnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak nelayan Puger untuk menjaga laut yang menjadi masa depan Bangsa Indonesia. Pemerintah ingin membantu masyarakat untuk menjaga lautnya, supaya ikan terus tetap ada dan banyak.

"Oleh karenanya, jaga ikan jangan ambil benih ikan, membuat dan memakai alat tangkap yang ramah lingkungan," kata Menteri Susi dalam Kongres Nelayan Kabupaten Jember di Puger,
Menteri Susi pun mengingatkan agar nelayan menjaga nikmat Tuhan dan tidak boleh kufur dengan nikmat-Nya. "Perbolehkan makhluk tuhan beranak pinak. Jangan ambil sebelum masa dia melangsungkan generasinya. Ambillah ikan pada saat waktunya," pungkasnya. (*)






Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home