Pesan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Pada Nelayan di Puger
TEROPONG Jbr - Pesan Menteri Kelautan dan Perikanan
(KKP) Republik Indonesia Susi Pujiastutik disampaikan pada Nelayan di Puger
saat Kongres Nelayan di Puger Kabupaten
Jember, Jawa Timur, Sabtu (24/11/2018). Menteri KKP RI, Susi
Pujiastutik didampingi jajaranya dan Bupati Jember, dr Faida, MMR sebagai tuan
rumahnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik
Indonesia, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa “Indonesia Penyumbang Sampah Plastik
Laut Terbesar Kedua Dunia. Kalau laut kita tidak jaga sejak dari sekarang tahun
3030 nanti, sampah dilaut Indonesia akan lebih banyak plastiknya daripada
ikannya” Kata Menteri KKP RI, Susi Pujiastutik.
“Pada jaman dahulu sebelum ada plastic, kan ada
ganefo, ada kantong anyaman, tas berbahan yang dibuat tikar, kantong kain,
nanti kan disamping tidak lagi mengotori air laut dengan plastic, para
pengrajin-pengrajin di Jember kan juga bisa hidup”, katanya.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu harus tau bahwa sampah
plastik itu 450 tahun pun tidak akan hancur, coba kalau tidak percaya, itu
kresek yang bapak- ibu pakai setiap hari, kubur, satu tahun keduk lagi, masih
ada nggak, dua tahun, dan 10 tahun keduk lagi, pasti masih ada”, jelasnya.
Kita (negara) ingin laut menjadi masa depan
Indonesia yang besar ini. Jumlah penduduk Indonesia no 5 terbanyak didunia,
jadi harus jadi bangsa yang luar biasa, karena 75% dari didunia itu lautan, 70
% dari wilayah Indonesia juga lautan, ditambah sungai, danau, hampir 85 % wilayah
Indonesia ini adalah air.
Jadi airlah yang seharusnya menjadi kehidupan, kalau
laut Cuma biru saja, tak ada ikan, minyak, terumbunya rusak, mau jadi apa?
“Nelayan kelaut mau berenang apa mencari ikan? Kalau tidak mau itu, mari dari
sekarang kita semua berjanji, tidak akan belanja memakai plastic lagi, bisa
kan?” ajaknya kepada masyarakat.
Untuk itu Pemerintah punya misi membangun kemaritiman Indonesia
menjadi nomor satu di dunia, karena laut kita ini memang nomor dua terpanjang
didunia, penduduknya terbanyak ke lima sedunia. Tapi nyatanya bertahun-tahun
eksportnya Indonesia cuman nomor tiga di Asia tenggara.
Laut adalah masa depan bangsa, maka mau-tidak mau
harus kita dijaga, oleh Negara, bersama aparatnya, bersama menterinya,
Bupatinya dan bersama rakyatnya, karena laut itu warisan, bukan milik kita,
dari nenek moyang kita ke kita, dari kita harus kita turunkan ke anak cucu
kita.
“Saya yakin, kalau semua fihak mau menjaga laut,
mulai dari pemerintah, aparat dan nelayanya, dimasa yang akan datang laut
Indonesia pasti banyak ikannya, dan bisa mengjadi penghidupan bangsa
Indonesia sampai turun temurun ke anak
cucu hingga cicit-cicit kita, mudah-mudahan ” Pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik
Indonesia pimpinan Susi Pujiastutik bekerjasama dengan Angkatan Laut, Polair,
kemudian Bakamla, PSDKP, dan Kejaksaan, sampai sekarang sudah menenggelamkan
kapal yang melanggar sebanyak 488 kapal. (*)
Labels: Pemerintah



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home