Thursday, 20 September 2018

TAMBANG “EMAS” LIAR GUNUNG MANGGAR KEMBALI DI RAZIA


TEROPONG Jbr – Polres Jember bersama Perhutani dan TNI bersama-sama hari ini menertibkan aktivitas tambang di Gunung Manggar, Kecamatan Wuluhan Kamis (20/9/2018),  Polres Jember pimpinan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH menutup puluhan di lokasi  galian tambang ilegal di Gunung Manggar, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur.

Rasia yang dilakukan Polres Jember bekerja sama dengan beberapa pihak diantaranya dari Perhutani, TN dan unsur pemerintahan yang lain.

Dalam wawancara dengan awak media Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH mengatakan pihaknya bersama Perhutani akan melakukan dua upaya yakni preventif dan represif agar praktek tambang ilegal di Gunung Manggar tidak terulang kembali.

Lebihjauh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH menjelaskan bahwa “Upaya preventif, Polres Jember akan rutin melakukan penutupan galian tambang satu kali setiap bulan. Jadi sebelum mereka berhasil memperoleh apa yang diinginkan, kami sudah tutup galiannya. Ini akan memberikan efek jera. Sedangkan upaya represif atau penegakan hukumnya, polisi akan menjerat penambang dengan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman 15 tahun penjara. Sedangkan pengepulnya akan kami jerat dengan Pasal 161 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba " terangnya.

Lokasi galian tambang yang berada di tengah hutan Gunung Manggar hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh sekitar 5 kilometer dengan medan berbukit.

Sementara itu Adm Perhutani Jember Ahmad Basuki menyebut ada 100 galian tambang yang tersebar di Gunung Manggar. Jumlah ini, menurun dari tahun lalu yang mencapai lebih dari 200 galian.
Basuki mengatakan, problem penambangan di Gunung Manggar adalah lemahnya pengawasan karena medan cukup berat. Pelaku penambang ilegal dapat dengan mudah kabur jika mengetahui ada petugas Perhutani datang.

Lebuh jauh Adm Perhutani Jember Ahmad Basuki menerangkan bahwa " Total ada 4 hektare dijarah dari luas hutan 41 hektare.  Kalau diestimasi setiap lubang ada empat orang penambang, berarti ada sekitar 400 orang yang terlibat penambangan di sini," katanya.  (*)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home