Drs. KH. SALWA ARIFIN : KITA TETAP KOMITMEN TANPA KORUPSI, TANPA PUNGLI DAN TANPA JUAL BELI JABATAN
BONDOWOSO – Teropong Timur online.
Pasca protes keras yang disampaikan oleh perwakilan Partai koalisi Pendukung, H. Nawiryanto Winarno, SE kepada PDIP dan PPP sebagai Partai Pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, yaitu Pasangan Drs. KH. Salwa Arifin - H. Irwan Bachtiar Rachmat, SE, M.Si atau lebih dikenal dengan pasangan SABAR. Pimpinan PDIP dan PPP segera melaksanakan konsolidasi kepada seluruh partai Pengusung dan Partai Pendukung untuk mencairkan permasalahan.
Bupati terpilih, Drs. KH. Salwa Arifin saat ditemui perwakilan Partai Pendukung di kediamannya, menyatakan, sampai saat ini tidak ada perintah apapun dari Drs. KH. Salwa Arifin kepada siapapun untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan SABAR kedepan. “Saya belum pernah memerintahkan apapun tentang pemerintahan ke depan. Saya juga tidak membentuk tim apapun. Komitmen SABAR tetap, menjalankan pemerintahan tanpa korupsi, tanpa pungli dan tanpa jual beli jabatan”.
Drs. KH. Salwa Arifin tidak lupa mengucapkan banyak terma kasih kepada Partai Pendukung yang sampai saat ini tetap solid mendukung dan mengawal pemerintahan SABAR kedepan. “Saya sangat berterima kasih kepada H. Nawiryanto Winarno beserta seluruh partai pendukung dan relawan yang sampai saat ini masih solid mengawal pemerintahan SABAR kedepan”.

Usai bertemu dengan Drs. KH. Salwa Arifin, perwakilan Partai Pendukung, H. Nawiryanto Winarno, SE mengadakan jumpa pers. Dalam wawancaranya, Nawiryanto mengungkapkan rasa hormat dan bangga kepada Bupati terpilih Drs. KH. Salwa Arifin, yang menyambut kedatangannya dengan baik. “Saya hormat dan bangga telah mendukung Drs. KH. Salwa Arifin menjadi Bupati Bondowoso 2018-2023. Beliau sangat sederhana dan selalu komitmen atas apa yang beliau sampaikan selama ini”, kata Nawiryanto.
Atas semangat beliau untuk menjalankan roda pemerintahan tanpa korupsi, tanpa pungli dan tanpa jual beli jabatan, mulai saat ini saya berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara dan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menodai visi dan misi beliau.
“Jangan ada lagi pembangkangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak mendukung program kerja pemerintahan SABAR, termasuk harus segera merevisi draft RAPBD setelah beliau dilantik. Honor guru ngaji sesuai dengan janji kampanye harus naik dari 800 ribu menjadi 1,5 juta. Atau paling tidak mendekati angka tersebut”, lanjutnya.
“Jangan ada lagi kepala SKPD yang menerima tamu dari rekanan yang melobi proyek pengadaan barang dan jasa. Semua harus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebiasaan pemerintahan lama yang kurang baik harus kita tinggalkan, begitu juga yang baik wajib kita lanjutkan”.
“Saya juga mengingatkan kepada ASN untuk tidak melakukan lobi-lobi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan mengatasnamakan Bupati atau Wakil Bupati terpilih, uintuk menempati posisi jabatan tertentu atau mempertahankan jabatan tertentu. Karena saya dengar langsung dari Drs. KH. Salwa Arifin, bahwa tidak ada perintah apapun kepada siapapun terkait siapa mau menjabat dimana”, jelas Nawiryanto.
Hal itu disampaikan H. Nawiryanto Winarno, SE, karena adanya isu tak sedap, ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, memberikan janji posisi jabatan, menakut-nakuti ASN akan di mutasi dan lainnya. “jika ada yang menjanjikan posisi jabatan ASN dengan meminta sejumlah imbalan, saya nyatakan bahwa hal itu tidak benar”. REDAKSI
Labels: TEAM TEROPONG


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home