Wednesday, 19 September 2018

Diklat Kepemimpinan IV Kab. Jember


TEROPONG Jbr – Diklat Kepemimpinan IV diikuti sebanyak 40 orang pejabat eselon IV Pemerintah Kabupaten Jember yang telah lulus seleksi peserta diklat . Diklat akan dimulai dari tanggal 19 September hingga 15 Desember tahun 2018. Sekretaris Daerah Setkab Jember Ir. Mirfano, membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan IV angkatan 209 dan 210 di Balai Diklat Pemkab Jember. , Rabu (19/9/2018)

Acara dibuka dengan penyematan kalung tanda peserta oleh Sekretaris Jember Ir. Mirfano kepada perwakilan peserta diklat. Acara  Diklat ini jyga dihadiri oleh Sekretaris Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Dr. Sucipto,  SH,  M.Si.

Dalam pidato sambutannya, Mirfano mengungkapkan ada dua hal yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai keberhasilan, yakni leadership dan sistem. "Pemimpin memiliki peran yang sangat penting. Pemimpin harus memiliki visi yang ber-impact, yaitu visi yang mempengaruhi anggota. Pemimpin perlu mampu memotivasi dan menginspirasi. Seorang pemimpin harus jago mendengar, serta mengenal anak buah secara individu," katanya.

Mirfano berpesan,  supaya dapat terus berkembang dengan inspirasi yang mengikuti jaman, era globalisasi, karena ke depan pejabat akan melayani di era millenial "Ikuti diklat ini dengan sungguh-sungguh,  sehingga dapat menjadi bekal sebagai pemimpin masa depan," pesannya kepada sedikitnya 40 pejabat di lingkungan Pemkab Jember.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)  Ir. Ruslan Abdul Gani menyampaikan tujuan penyelenggaraan diklat untuk mebentuk potensi kepemimpinan operasional dan membentuk pemimpin perubahan pada jabatan struktural eselon IV.
Dengan kompetensi yang dibangun pada Diklat Kepemimpinan IV adalah kompetensi kepemimpinan operasional. " Yaitu kemampuan membuat perencanaan kegiatan instansi dan memimpin keberhasilan implementasi pelaksanaan kegiatan," terangnya.

Sekretaris Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Dr. Sucipto,  SH,  M.Si menyampaikan, supaya dapat melaksanakan tuntutan masyarakat seperti masalah SDM, pemimpin harus transpormatif  “Untuk itu, diklat ini sebagai sarana pendidikan para pemimpin untuk mendapat ilmu sehingga dapat merubah mindset menjadi lebih baik” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa, diklat ini akan membentuk pemimpin yang berkolaborasi, tidak melakukan program sendiri tetapi berkolaborasi. Ia berpesan, agar membuang mitos ketidakmungkinan. Dengan harapan untuk bisa membawa perubahan dalam pemerintahan maupun pembangunan yang ada di Kabupaten Jember. (*)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home