Koin Keadilan Untuk Bondowoso (Bagian Tiga)
Oleh Nanda Pratama
Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah (Islam).
Satu suro biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.
Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jumat legi. Untuk sebagian masyarakat pada malam satu suro dilarang untuk ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain.
Jika mengacu pada mithologi tertera diatas, pada bulan Suro adalah bulan yang bagus untuk melakukan amalan yang baik. Perjuangan Masyarakat Bondowoso untuk mencari keadilan yang dirasa sudah sangat sulit didapatkan, dengan melakukan sebuah gerakan untuk mencari keadilan, telah dimulai pada Bulan Suro. Tentunya gerakan yang bertujuan baik tersebut, berharap membuahkan hasil perjuangan yang selalu menjadi dambaan masyarakat Bondowoso yaitu kemakmuran, kedamaian dan Kesejahteraan. Dan juga tentunya harapan tersebut dapat terwujud jika sistem pemerintahan yang dianggap korup oleh para pengamat hukum dan sosial, dirubah pada sistem pemerintahan yang bersih dari praktek korupsi.
Awal gerakan Masyarakat Bondowoso ( Gema Bondowoso) yang mengambil start perjuangan di bulan Suro ini, akan berimplikasi pada sisi spiritual perjuangan. Hal itu akan menjadi motivasi sendiri untuk aktivis sosial yang ikut dalam agenda pergerakan.
Pengumpulan koin Keadilan adalah sebuah “gerakan spititual” yang akan mampu memotivasi Masyarakat Bondowoso dalam perjuangan mencari keadilan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya fihak yang bertanya tentang pelaksanaan pengumpulan Koin Keadilan itu.
Satu suro…1 Muharam 1437 H adalah saksi pergerakan Masyarakat Bondowoso mencari keadilan dan semoga “kramat” Bulan Suro memberi kekuatan dan motivasi sendiri bagi selurub komponen pendukung gerakan Masyarakat Bondowoso. (str 1)
Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah (Islam).
Satu suro biasanya diperingati pada malam hari setelah magrib pada hari sebelum tangal satu biasanya disebut malam satu suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.
Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jumat legi. Untuk sebagian masyarakat pada malam satu suro dilarang untuk ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain.
Jika mengacu pada mithologi tertera diatas, pada bulan Suro adalah bulan yang bagus untuk melakukan amalan yang baik. Perjuangan Masyarakat Bondowoso untuk mencari keadilan yang dirasa sudah sangat sulit didapatkan, dengan melakukan sebuah gerakan untuk mencari keadilan, telah dimulai pada Bulan Suro. Tentunya gerakan yang bertujuan baik tersebut, berharap membuahkan hasil perjuangan yang selalu menjadi dambaan masyarakat Bondowoso yaitu kemakmuran, kedamaian dan Kesejahteraan. Dan juga tentunya harapan tersebut dapat terwujud jika sistem pemerintahan yang dianggap korup oleh para pengamat hukum dan sosial, dirubah pada sistem pemerintahan yang bersih dari praktek korupsi.
Awal gerakan Masyarakat Bondowoso ( Gema Bondowoso) yang mengambil start perjuangan di bulan Suro ini, akan berimplikasi pada sisi spiritual perjuangan. Hal itu akan menjadi motivasi sendiri untuk aktivis sosial yang ikut dalam agenda pergerakan.
Pengumpulan koin Keadilan adalah sebuah “gerakan spititual” yang akan mampu memotivasi Masyarakat Bondowoso dalam perjuangan mencari keadilan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya fihak yang bertanya tentang pelaksanaan pengumpulan Koin Keadilan itu.
Satu suro…1 Muharam 1437 H adalah saksi pergerakan Masyarakat Bondowoso mencari keadilan dan semoga “kramat” Bulan Suro memberi kekuatan dan motivasi sendiri bagi selurub komponen pendukung gerakan Masyarakat Bondowoso. (str 1)


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home