 |
| Aktivis Johan Gondrong bersama Tim Advokad GEMA Bondowoso, Siap ladenin tantangan KPUD Bondowoso |
Teropongtimur.com-Bondowoso. Kekecewaan Johan Effendy yang lebih dengan panggilan Johan Gondrong setelah membaca SP2HP dari Polres Bondowoso, sedikit mereda setelah mendengarkan penjelasan dari tim Avokasi Gerakan Masyarakat (GEMA) Bondowoso tadi malam dalam agenda kegiatan yang diberi judul Diskusi untuk Revolosi sistem Bondowoso disuatu tempat yang tidak boleh disebutkan.
 |
| H. Darma, Ketua LSM Teropong, Pimpinan Redaksi Terpong Timur News dan teropongtimur.com, saat mengawal kasus STL di Polres Bondowoso. |
Dalam diskusi tersebut diambil kesimpulan, bahwa KPUD diduga hanya menyampaikan keterangan “bohong” pada penyidik terkait dasar yang dipakai sebagai acuan dalam meloloskan Surat Tanda Lulus oknum ketua Dewan, AD. Pasalnya dalam aplikasinya KPUD diduga hanya mengklaim saja pasal dan ayat dari perundang undangan yang terkait Pemilu, tetapi dalam aplikasinya jauh menyimpang dari makna klausul yang tersirat dalam pasal yang dimaksud.
Saat beritalima.com meminta penjelasan pada Johan Gondrong tentang pasal yang dimaksud, laki-laki yang dikenal sebagai aktivis yang kritis dan berani ini menyatakan bahwa hal tersebut menjadi rahasia dari strategi "melawan" argumentasi KPUD nanti di pengadilan.
"Kita uji saja klaim KPUD itu di PTUN. Apakah hanya sekedar klaim untuk menutupi kesalahannya, atau ada motifasi lain dari penetapan yang menjadi kontroversi masyarakat", tantang balik Johan gondrong atas pernyataan "tantangan"KPUD .
Tentunya tantangan Johan Gondrong tidak main main, terbukti malam itu juga Tim Avokasi GEMA Bondowoso langsung menghubungi beberapa Advokad dari Surabaya dan Jember untuk bersedia menjadi pengacara dalam agenda mem-PTUN-kan penetapan KPUD atas lolosnya AD sebagai anggota dewan. Dan dari balik seluler terdengar kesediaan para Advokad yang masih dirahasikan namanya tersebut, untuk mengajukan Class Action PTUN yang akan dimotori Johan Gondrong dan Tim Avokasi Gema Bondowoso.
Saat disinggung tentang anggaran yang dibutuhkan untuk agenda PTUN, Johan Gondrong hanya tersenyum dan mengatakan "Dibiayai oleh Masyarakat Bondowoso yang sudah jenuh dengan sistem yang corrupt".
"Teknisnya nanti akan dibicarakan. Yang jelas sudah banyak dari berbagai kalangan yang ingin membantu biaya pergerakan ini", Jelasnya tanpa menyebutkan siapa kalangan yang dimaksud.
Tetapi diakhir konfirmasinya, Johan Gondrong menegaskan bahwa gerakan ini murni gerakan Masyarakat yang ini ada perubahan di Bondowoso.
"Jangan harap pergerakan kami dapat ditumpangi kepentingan politik, No Way...", ujarnya menutup Wawancara.
Pergerakan harus berlanjut, tirani harus diberangus, katakan benar jika itu memang benar dan katakan salah jika itu memang salah. Melawan tirani itu wajib dan apapun hasilnya... itulah Perjuangan. (Tim/str 1)