Saturday, 18 May 2019

Camat Singojuruh Jadi Imam solat Taroweh Dalam Safari Romadon


Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.


Sudah menjadi agenda tahunan Pemerintah Desa Singolatren Kec. Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, dibawah komando Kepala Desa Singolatren, APANDI, pada setiap Bulan Romadhon. Adakan kegiatan Safari Romadhon dan bersiaturrahmi Kepada Warga di tiap Dusun dengan sholat tarawih bersama.

Begitu pula Pemerintah Kecamatan Sigojuruh tak mau ketinggalan jadikan momentum Romadhon sebagai sarana membangun silaturrahmi antara jajaran birokrasi dengan Masyarakat."Jajaran Pemerintah Desa Singolatren dan Pemerintah Dusun Pangastuti juga Pemerintah Kecamatan Singojuruh, bersama-sama melaksanakan solat toraweh,"dilanjutkan ceramah tausiyah,Jumat 17/5/2019




Sosok Pemimpin yang patut kita apresiasi Camat Singojuruh Muhammad Lutfi, M.Si, yang mana dibuktikannya menjadi Iman sholat tarawih saat itu. "Semakin terlihat kesantriaanya.

Camat Lutfi dalam membacakan bahasa Arab sangat fasih, dengan nada Iramanya dalam membacakannya membuat makmum seakan mencapai tingkat kekhusukan dalam sholatnya.
"Usai sholat tarawih terdengar dari beberapa Warga yang mengatakan tidak menyangka kalau Pak Camatnya mampu jadi Imam Sholat tarawih dengan baik.

Terlepas dari sholat tarawih Warga tidak langsung beranjak pulang menyambut bapak camat Lutfi yang masih di ruangan Masjid Baitul muttaqin."Kepala Desa Singolatren APANDI maupun Camat Lutfi juga menyapa Warganya. dalam sambutannya menyampaikan tentang betapa pentingnya menjaga persatuan."Masyarakat tetap rukun, tentram, aman, damai dan kondusif. Lebih – lebih sebentar lagi Desa Singolatren akan mengahadapi Pilkades."ungkapnya

Camat Singojuruh,Muhammad Lutfi senada dengan apa yang di sampaikan oleh Kepala Desa Singolatren APANDI terkait pentingnya membangun silaturrohim dan kerukunan.

"Selanjutnya Camat Lutfi singgung dalam Kesehatan,Zakat mall, turut hadir juga dalam Safari Romadon, Babinkamtibmas Singolatren Bapak Bripda Puguh,
untuk mempererat jalinan silaturrahmi seakan tiada pembatas antara birokrasi dengan masyarakat, ditandai dengan makan bersama. (Tim)