Friday, 1 February 2019

Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pada PEMILU Serentak 2019

TEROPONG Jbr - Acara Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada PEMILU Serentak 2019 digelar di Hotel Meotel pada Jum'at 01/02/2019, turut hadir pada acara tersebut diantaranya KPU Kabupaten Jember Hanafi, Bawaslu Provinsi Jawa Timur Totok Hariyono, SH dan Bawaslu Kabupaten Jember Ali Rahmad Yanuardi.

Pemateri pada acara itu di isi oleh Nihayah Mafiroh yang merupakan Wakil Ketua Komisi 2 DPR-RI dan Gogot Cahyo Nugroho dari Komisiner KPU Propinsi.

Pada kesempatan itu Nihayah mengatakan bahwa Pemilu 2019 ini bakal menjadi pemilu paling rumit sedunia, sebab pemilu tahun ini digabung antara Pilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
Hal tersebut telah diatur dalam undang-undang no 7 tahun 2017. 

"Sebelumnya pemilu itu dipisah, Pileg dulu baru beberapa bulan kemudian Pilpres. Tapi, tahun 2019 sudah tidak lagi, semuanya sudah digabung menjadi satu kali penyelenggaraan dengan berbagai pertimbangan termasuk masalah efisiensi anggaran" ujarnya.

Lebih jauh beliau mengatakan "Jadi, nanti saat di TPS, akan mendapatkan 5 kertas suara sekaligus. 1 untuk presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan 1 untuk DPRD Kabupaten/kota," ujar perempuan yang juga cucu almarhum KH. Muhtar Syafaat pendiri pondok pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi.

"Oleh sebab itu perlu adanya sosialisasi tata cara pelaksanaannya kepada masyarakat luas sebab pemilu tahun ini sangat rumit. Masyarakat perlu memahami dan yang hadir di sini juga perlu mensosialisasikan ke yang lainnya," imbuhnya.

Menurut politisi PKB tersebut, masyarakat perlu mengetahui antara hak dan kewajibannya. 

Nihayah menjelaskan bahwa menurut data tingkat partisipasi masyarakat Jember pada Pilgub beberapa waktu yang lalu hanya 52 persen, sangat rendah. Oleh karenanya, Ia berharap pemilu yang akan datang partisipasi masyarakat semakin meningkat. Karena pada  saat pelaksanaan Pemilu berlangsung Pemerintah sudah meliburkan semuanya, itu bukan untuk dijadikan liburan ke tempat wusata melainkan agar masyarakat datang ke TPS. Diharapkan masyarakat datang ke TPS terlebih dahulu sebelum liburan ke tempat wisata atau melakukan kegiatan lainnya. 

"Tunaikan kewajibannya memilih baru menuntut haknya, semisal bila ada jalan rusak agar diperbaiki dan hak lainnya," ucapnya.

Sementara itu pemateri kedua dari Komisiner KPU Provinsi, Gogot Cahyo Nugroho dalam kesempatan tersebut, menyinggung soal maraknya berita hoaks. Ia menghimbau pada agar masyarakat teliti terlebih dahulu bila menemukan berita yang sifatnya profokatif.

Lebih jauh Gogot mengatakan bahwa KPU itu sering dijadikan sasaran berita hoaks, semisal adanya berita 7 kontainer yang berisi surat suara telah dicoblos salah satu paslon. Tapi, setelah di cek ternyata tidak ada alias hoaks.

Selain itu, Gogot juga meminta kepada masyarakat agar tidak menjadikan pemilu ini sebagai ajang saling mencaci maki, tidak perlu saling bertengkar, "Hidup bukan hanya untuk pemilu ini," ujarnya.

Karena setelah pelaksanaan Pemilu nantinya masyarakat akan kembali pada kegiatan mereka masing-masing, seperti petani yang mencangkul sawahnya dan nelayan yang cari ikan akan kembali ke laut san lain-laun. (brt)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home