Kadinas Pertanian saat bersama Rekan Pers dan Aktivis LSM
Bondowoso, teropongtimur.co.id
Suara miring yang sempat viral di beberapa Medsos membuat gerah Pihak Dinas Pertanian selaku Leading Sektor Program bantuan Ayam Joper yang di gelontorkan bagi semua RTM ( Rumah Tangga Miskin - Red ), pasalnya beberapa tuduhan telah di timpakan pada pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso dari berbagai pihak sangatlah keras, di anggap bahwa bantuan tersebut tidak berjalan sesuai prosedur sehingga di katakan semi gagal.
Ir. H.Munandar selaku Kadinas Pertanian mengatakan secara gamblang bahwa Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian yang di luncurkan untuk 11.365 RTM dan Di Motori oleh 120 UPKK ( Unit Pelaksana Kegiatan keuangan - Red ) yang di bentuk oleh "Kepala Desa", dan Di awasi bukan hanya Di nas Pertanian, akan tetapi juga oleh Dinas Sosial, Kodim, Kepolisian, BPS dan Kecamatan, di tambahkannya bahwa Kabupaten Bondowoso adalah salah satu penerima Program Bantuan Ayam Joper dari 3 Kabupaten sebagai Jawa Timur, antaranya : Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Lumajang.

Para Aktivis sempat juga menanyakan perihal matinya ayam, pendistribusian, karantina, obat, pembuatan kandang yang semuanya sudah di jawab dengan tegas oleh Kadinas Pertanian bahwa semua itu adalah tanggung jawab BBIB Singosari Malang, di lapangan Dinas Pertanian adalah salah satu pengawas yang bekerja sama dengan TKSK, Kades Dan Kasun, selain itu untuk pendistribusian ayam langsung dari CV yang memenangkan tender yaitu : CV SILA KELIMA, berikut dengan keterangan kesehatan yang sudah di sertakan dalam pengiriman ayamnya.
Di jelaskan lagi bahwa untuk ayam yang mati akan segera di ganti dalam waktu 5 hari setelah laporan, hal ini juga sudah di berikan penjelasan, tentang tata cara apabila ayam mati, harus di pendam dan lain sebagainya, itu sudah di sosialisasikan pada tiap UPKK di Dinas Pertanian sebelum pendistribusian ayam di laksanakan, termasuk pembuatan kandang dan lain sebagainya, " Kalaupun ada hal yang menurut semua pihak tidak sesuai mohon bantuannya untuk juga mengawasi sesuai dengan TUPOKSInya " ujarnya ( Ir.H.Munandar - Red ).
Sampai berita ini di tulis sebenarnya sudah ada penjelasan sebelumnya dalam berita TT yang sudah di tayangkan, penjelasan tersebut dari Y.Sugeng.BR, SP.MM selaku penanggung jawab lapangan yang di tunjuk langsung oleh Dinas Pertanian dalam hal pendistribusian ayam Joper tersebut, juga tentang pembuatan kandang yang juga sudah di jelaskan oleh Hendri Widotono, S.Pt., MP selaku kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Bondowoso, kalaupun pembuatan itu tidak sesuai dengan nominal yang sudah di berikan makan itu adalah tanggung jawab masing - masing pihak untuk bisa mempertanggung jawabkan, yang jelas kita bersama untuk bisa mensukseskan program bantuan yang sudah di upayakan oleh Pemerintah untuk Rakyat, khususnya RTM. RED
|
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home