Wednesday, 15 July 2020

Wabup Jember Lepas Kepulangan 202 Santri Sidogiri ke Ponpes



TEROPONG Jbr – Sama seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu dimana Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief melepas 202 santri Ponpes Sidogiri yang kembali ke pondok setelah menjalani rapid test yang difasilitasi Pemkab Jember. Rapid test dan pelepasan berlangsung di Ponpes Nurul Qur’an di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Rabu, 15 Juli 2020.

Kepada awak media Wakil Bupati Jember menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari progam Pemerintah Kabupaten Jember, bahwa seluruh santri dari Jember yang akan kembali ke pondok harus mengikuti rapid test dulu demi keselamatan mereka. Selain itu, para santri dibekali dengan kain alas solat supaya mudah dicuci. Dibekali vitamin untuk sebulan, masker, serta difasilitasi alat transportasi yang mengantar langsung ke ponpes.

Lebih jauh Wabup menjelaskan bahwa kehidupan santri selalu berkumpul, mandi dan tidur pun di tempat yang sama atau digunakan bersamaan. “Karena itu, para santri diharapkan betul-betul memperhatikan pola hidup bersih selama di pondok pesantren. Rapid test ini hanya salah satu pencegahan Covid-19,” ujarnya Wabup.

Wabup juga menyarankan kepada para santri juga menghindari saling ganti tempat makan, tukar menukar pakaian. Itu demi keselamatan bersama. Santri juga diharapkan  memutus interaksi di luar ponpes, termasuk dengan orang tua, karna sangat mengkhawatirkan. “Sampai saat ini masih belum ada santri yang reaktif dan masih berjalan sesuai dengan harapan,” kata wabup.

Kepada para pengasuh ponpes di Jember, Wabup juga menyarankan agar betul-betul mengontrol, mengondisikan para santri, melakukan protokol kesehatan, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (*)

Labels:

FORKOPIMDA Jember Lepas Keberangkatan 383 Santri



TEROPONG Jbr – Upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk menjadikan Pondok Pesantren menjadi tempat yang sehat dan aman dari pandemi Covid-19, Tidak beda dengan sebelumnya, santri yang kembali ke ponpes mengikuti rapid test terlebih dulu. Santri boleh berangkat asal rapid test-nya non reaktif.

Kali ini Bupati Jember, dr. Faida, MMR, bersama Dandim 0824, Letkol Inf. La Ode M Nurdin, dan Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono, di Terminal Arjasa Jember melepas keberangkatan santri Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukerojo Situbondo (PSSSS), Rabu, 15 Juli 2020.

Kepada awak media Bupati menjelaskan bahwa pelepasan pemberangkatan kepulangan santri ke Pondok Pesantren ini merupakan rangkaian pelepasan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. “Ini termasuk rangkaian. Besok ada gelombang pemberangkatan lagi ke pondok yang sama. Kali ini santri yang berangkat sejumlah 383, yang diberangkatkan dengan sembilan bus,” kata Bupati Faida.

Lebih jauh Bupati mengetakan bahwa selain rapid test, setiap santri dibekali vitamin untuk satu bulan guna meningkatkan daya tahan tubuhnya.  Juga dibekali masker dan alas sholat supaya ketika menggunakan tempat umum, mereka bisa menggunakan alas sholat yang mudah dicuci. Fasilitas untuk santri ini dibiayai oleh Pemkab Jember dengan menggunakan anggaran Covid. “Ini bukan untuk memanjakan anak-anak, tapi supaya mereka aman kembali ke pondok,” terangnya.

Santri diantar menggunakan kendaraan yang khusus untuk santri saja. Tidak bergabung dengan orang lain. Sehingga setelah rapid test, santri aman sampai pondok. Orang tua santri tidak perlu mengantar sampai ke ponpes. Cukup mengantar sampai terminal. “Orang tua dan anak berpisah di terminal,” tandasnya.

Bupati mengimbau orangtua untuk menahan diri agar tidak mengunjungi atau menengok anaknya yang sedang mondok sampai situasi membaik.

Sementara itu Ketua Sub Rayon Ikatan Keluarga Alumni Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Arjasa dan Jelbuk, Dahnan menyampaikan bahwa sebelumnya dirinya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Jember, khususnya Gugus Tugas Covid-19 Jember.

Ia mengapresiasi kerja sama untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kami saling mendukung satu tim sehingga acara pemberangkatan kepulangan santri ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (*)

Labels:

Monday, 13 July 2020

Bupati Jember Terima Kunjungan Kepala Imigrasi Jember



TEROPONG Jbr – Bupati Jember dr. Faida MMR terima kunjungan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Jember Said Noviansyah S.H. M. H, yang baru saja dilantik beserta jajarannya,  Senin, 13 Juli 2020 di Pendopo Wahyawibawagraha.

Pada pertemuan tersebut Bupati Jember, dr. Faida, MMR., meminta Kantor Imigrasi Kelas II TPI Jember menjadi Kantor Tangguh Covid-19 untuk mencegah terjadinya penularan wabah virus korona. “Kantor imigrasi ini rawan sekali, karena harus tetap melayani. Risiko, karena tamunya ada yang dari luar kota, baik dari Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan sebagian kota lain,” kata Bupati.

Kantor Imigrasi Jember perlu segera menyiapkan diri untuk menjadi Kantor Tangguh, supaya menjadi kantor yang aman dalam jangka Panjang.

Terkait pencarian tempat baru untuk Kantor Imigrasi Jember, Bupati menyatakan belum ada keputusan soal tempat yang lebih representatf. “Yang jelas kantor Imigrasi itu kepentingan pelayanan publik, maka dari itu rencananya dicarikan tempat baru agar bisa lebih representatif,” tandasnya.

Sementara itu kepada awak media Said Noviansyah menyampaikan bahwa  kedatangannya ke Pendapa Wahyawibawagraha itu merupakan hari pertamanya menjalankan tugas sebagai kepala Kantor Imigrasi Jember. “Ini hari pertama saya tugas, sekaligus silaturahmi dengan Bupati Jember, serta mendapat arahan untuk menjadi Kantor Tangguh,” ujarnya.

Ia meminta kerja sama Pemerintah Kabupaten Jember untuk penanganan Covid-19. Sebab, Kantor Imigrasi Jember sebagai lembaga pelayanan publik tidak mengetahui secara detail datangnya masyarakat. “Kami berharap, tidak ada yang terkena Covid-19 atau terpapar Covid-19, dan semoga semuanya sehat, serta kembali seperti sediakala,” pungkasnya. (*)

Labels:

Wednesday, 15 April 2020

Polres Jember Dan Disperindag Sidak PG. Semboro



TEROPONG Jbr - Dalam rangka untuk memutus rantai penyebaran COVID19 di wilayah Kab. Jember, Jajaran Mapolres Jember bersama Disperindag sidak PG Semboro. 

Kedatangan Jajaran Polres dan Disperindag Rabu 15/04/2020 ke PG. Semboro terkait dengan kesiapan Siagaan peralatan dalam penangganan Covid-19 di area yang banyak Karyawannya di lokasi tersebut. 

Dari hasil Sidak yang berjalan selama 1 Jam tersebut, tim dari Polres Jember beserta Disperdag Kab. Jember tidak menemukan adanya penyimpangan untuk penangganan Penyebaran Covid-19 di area PG, semuanya sudah cukup memadai dan terbilang sangat melalui Prosedur yang jelas.

Selain sidak penanggulangan Virus Corona tim tersebut juga sidak Gudang Penyimpanan Gula demi kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan.

Kepada awak media melalui Humas PTP XI PG Semboro Yudho Rahardianto mengatakan bahwa  peralatan yang terpasang di Area Masuk PG Semboro sudah lengkap dan layak, sebelum Karyawan masuk juga harus di semprot Densifektan, untuk kebersihan tangan juga mengunakan Densifektan yang memang di sediakan di beberapa titik yang berada di kawasan area PG Semboro.

"Tujuan pihak Mapolres Jember serta Disperindag ke PG Semboro yaitu untuk Cek kesiapan Stok Gula untuk jelang Ramadhan untuk pasar murah.,serta melihat langsung Kinerja PG perihal penanganan pihak kami untuk penangganan Covid-19 di area PG Semboro" ujarnya.

Yudo menambahkan bahwa semua Protap untuk penanganan Covid-19 sudah sesuai Prosedur serta sudah kita lakukan dengan baik. Sementara untuk stok gula di gudang kami sendiri ada sekitar 200 ton dan hal itu juga nanti selain untuk kebutuhan masyarakat.

Sementara itu Kapolres Jember melalui Wakapolres Jember Kompol Windy Syahputra mengatakan bahwa pihak Polres Jember datang ke PG Semboro tujuannya yaitu juga memberikan Sosialisasi kepada Karyawan Guna Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 di wilayah Semboro selain itu kami bersama Desperidag juga cek Stok Gula untuk untuk kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan. "Kami sudah cek gudang dan semua sudah jelas, stok gula  untuk masyarakat menjelang Lebaran masih cukup dan untuk indikasi Penimbunan juga tidak ada sama sekali" tandasnya. (*)

Labels:

Wednesday, 11 September 2019

Pemerintah Kabupaten Jember Gelar Diklat Kepemimpinan Tingkat III



TEROPONG Jbr - Untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Diklat Kepemimpinan Tingkat III di Aula Pusdiklat Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM di Jl. Nusantara no 16 Kompleks GOR Kaliwates. pembukaan pada Rabu, 11 September 2019. Pelatihan ini diikuti 30 orang dari pejabat eselon III dan IV di Pemkab Jember.

Wakil Bupati Drs. KH. A. Muqit Arief dalam pidato, mengatakan, kompetensi sumber daya manusia merupakan masalah yang fundamental. “Apapun program yang kita rencanakan, betapa hebatnya peralatan yang kita miliki, tetapi apabila tidak didukung dengan SDM yang memadai, maka produk yang dihasilkan tidak akan maksimal,” kata Wabup.

Dalam diklat ini diberikan materi dan pengetahuan yang berkaitan dengan kepemimpinan agar peserta betul-betul menjadi seorang pemimpin yang menjalankan tugasnya dengan efektif dan efisien. Kepemimpinan yang baik dari sumber daya manusia yang ada di lingkungan Pemkab Jember juga diperlukan untuk menjabarkan visi misi pemerintah dalam bentuk program. Diklat untuk meningkatkan kompetensi ini akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan. “Agar ASN di Jember bisa menjadi ASN yang betul-betul mumpuni,” harap Wabup.

Dalam kesempatan itu Wabup juga mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo, bahwa di era kompetisi dan tantangan global saat ini tidak bisa lagi mengandalkan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar. “Sekarang yang harus betul-betul menjadi perhatian kita adalah sumber daya manusianya,” kata wakil bupati.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pengajaran Kompetensi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jatim Dra. Sri Rahayuningsih, M.Si., M.PSi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Sebab, Pemkab Jember  telah memberikan kepercayaan kepada BPSDM Jatim sebagai mitra dalam membangun kompetensi kepemimpinan pada pejabat eselon tiga di Kabupaten Jember.

Ia mengatakan, diklat ini sebagai upaya peningkatan kualitas ASN yang lebih sistematis, inovatif, dan berkelanjutan. “Munculnya inovasi tentu dipengaruhi oleh kepemimpinan, baik kelompok maupun individu, maka kepemimpinan adalah salah satu faktor yang dapat menumbuhkan perilaku inovatif” ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala BKPSDM Kabupaten Jember, Yuliana Harimurti, SE.M. Si., mengatakan bahwa kompetensi yang dibangun pada pendidikan dan pelatihan pimpinan tingkat ketiga ini adalah kompetensi pimpinan visioner. “Yakni kemampuan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, dan memimpin peningkatan kinerja  instansinya melalui peningkatan visi atau arah kebijakan yang benar,” ungkap Yuliana. (*)

Labels:

Saturday, 4 May 2019

Bupati Hadiri Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Al Azhar



TEROPONG Jbr – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menghadiri  acara Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Al Azhar, Muktisari, Sabtu. 04 Mei 2019. Dalam sambutannya  Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengajak semua lapisan masyarakat saling membantu tentang urusan pendidikan. "Apapun yang terjadi, anak-anak harus punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, karena itu menjadi pondasi di masa yang akan datang," ujar Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah membangun sumberdaya manusia, yang menjadi salah satu dari 22 Janji Kerja Bupati  Wakil Bupati. Maka, jika ada anak-anak yang tidak memiliki biaya untuk pendidikan bisa mengirim data ke pendopo. PP Al-Azhar pun diharapkan untuk menerima siapapun yang mau sekolah dan belajar agama. "Kalau di sekitar Ponpes ada yang mau melanjutkan pendidikan atau mondok disini tetapi tidak memiliki biaya, tolong diterima, insyaallah saya dan Kyai Muqit akan bantu biayanya," tutur Bupati.

Dalam kesempatan di hadapan ratusan santri dan wali santri, Bupati mengungkapkan bahwa pada tahun 2018, tercatat sekitar 10.500 anak yatim dan yatim piatu telah menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember. Karena itu, jika jamaah pengajian menemukan  anak yatim dan yatim piatu, untuk dilaporkan dan dikirim datanya ke ponpes ini atau bisa langsung pendopo.  "Kita anggap disini kepanjangan tangannya Pemkab, supaya masyarakat bisa terlayani sebaik baiknya," ujar Bupati.

Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa mereka yang berhak menerima beasiswa adalah mereka yang hafal minimal 1 juz Al-Qur'an. "Mereka bisa menerima beasiswa ini hingga perguruan S1 hingga S3. Ini bidikmisi ala Pemerintah Kabupaten Jember," katanya.

Asuransi kesehatan gratis juga diberikan kepada rumah yang memiliki keluarga tahfidz minimal 1 juz Al-Qur'an. "Ini adalah upaya Pemkab Jember untuk mendukung sumber daya manusia. Generasi terbaik adalah generasi Qur'ani," tandasnya. (*)


Labels:

Monday, 11 March 2019

Bantu Kades Kelola DD dengan Klinik Konsultasi



TEROPONG Jbr - Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyatakan kepala desa memerlukan bantuan dan dukungan dalam mengelola Dana Desa (DD). 

"Jadi, bagaimana mereka bisa tenang dengan informasi dan keterampilan yang cukup untuk mengawal penggunaan dana desa," ujarnya, Senin, 11 Maret 2019.

Bantuan dan dukungan untuk kepala desa itu berupa klinik konsultasi yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jawa Timur dan Kabupaten Jember.

Klinik ini berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember. Klinik konsultasi ini sangat diperlukan oleh pemerintah desa.

Apabila dalam klinik konsultasi ini ditemukan  penyalahgunaan dana desa maka segera ditindaklanjuti.

"Jika itu fitnah, segera diklarifikasi. Jika ada temuan supaya segera ditindak lanjuti," ujarnya.
Inspektorat Pembantu Propinsi Jawa Timur, Samsul Huda, SH, MSi, menyampaikan, jika ada pelanggaran dalam pengelolaan dana desa, maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan penyelewengannya.

Peningkatan anggaran dana desa rata-rata  sekitar 300 juta per desa jika dibandingkan tahun sebelumnya

Inspektorat provinsi, lanjutnya, hanya punya kewenangan untuk melakukan monitoring evaluasi terhadap pengelolaan dana desa.

"Di Permendagri kita tidak melakukan pemeriksaan, kita hanya melakukan monitoring," jelasnya.
ewenangan pemeriksaam dana desa itu ada di inspektorat kabupaten maupun di kecamatan.
Wujud monitoring itu adalah kerjasama antara inspektorat propinsi dan inspektorat kabupaten dan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) menggelar klinik konsultasi.
"Dengan adanya klinik di Jember, nanti tidak ada satupun perangkat desa yang terjerat permasalahan," harapnya.

Samsul mengimbau, dana desa harus dikelola sesuai dengan ketentuan. Jika memang tidak tahu, bisa berkonsultasi pada yang bersangkutan, seperti inspektorat kabupaten mampu propinsi.
"Harapan kami, dana desa bisa digunakan  sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan harapan masyarakat setempat," Samsul.  (mutia/izza/*2)



Labels:

Thursday, 6 December 2018

Dinsos Jember Gelar Bimtek Puskesos dan Sistem Layanan Rujukan Terpadu



TEROPONG Jbr -  dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Pemerintah Jember melalui Dinas Sosial menggelar bimbingan teknis Puskesos dan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), Kamis 06/12/2018 bertempat di UPT Lingkungan Pondok Sosial (Lipsos) Kabupaten Jember. Dengan diikuti dari dua puluh lima desa  dan 150 peserta Bimtek, yang terdiri dari Kepala Desa, Kesra, Operator Desa serta Fasilitator.

Adanya Puskesos ini merupakan wujud dari program SLRT yang telah dilaunching oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR pada 2016 yang lalu. Dimana Program pemerintah terkait akses layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dalam wadah  Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) akan ditempatkan di masing masing desa ataupun kelurahan. Puskesos ini merupakan tempat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tidak mampu di desa maupun kelurahan.

Dalam sambutannya Isnaini Dwi Susanti SH. M.Si, Kepala Dinas Sosial  menerangkan bahwa “Tujuan  sistem itu adalah sebagai tempat pengaduan masyarakat yang hidupnya kurang beruntung, yaitu masyarakat tidak mampu ataupun PMKS yang bisa mengadu kepada sekretariat SLRT untuk mengatakan bahwa dirinya perlu dibantu” ujarnya.

Lebih lanjut Santi menjelaskan,  misalnya ada orang yang tidak punya KK (Kartu Keluarga), dan dia adalah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), mereka bisa datang ke Puskesos. “Nanti dari kami akan mengantarkan ke Kantor Dispendukcapil. Jadi masyarakat yang termasuk dalam kriteria miskin dan rentan miskin bisa langsung ke Puskesos untuk mengakses berbagai hak-hak mereka sesuai yang telah diprogramkan Pemerintah terkait kesejahteraan sosial, Puskesos ini adalah wakil kami di desa dan kelurahan,” jelasnya.

Kadinsos Jember mengatakan bahwa sampai saat ini terdapat 6 desa di Kabupaten Jember yang telah memiliki Puskesos. 6 desa tersebut diantaranya Desa Kepanjen, Desa Mayangan di Kecamatan Gumukmas Desa Harjomulyo di Kecamatan Silo, Desa Dawuhan Mangli di Kecamatan Sukowono, Desa Pakis di Kecamatan Panti, dan Desa Sukowiryo di Kecamatan Jelbuk. Untuk target tahun 2018 dua puluh lima desa akan memiliki Puskesos,” pungkas Santy.(*)





Labels:

Friday, 23 November 2018

Pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) Hasil Penindakan Polres Jember dan Bea Cukai



TEROPONG Jbr - Rangkaian acara Peresmian Gedung Kantor Bea dan Cukai dihalaman belakang gedung baru tersebut, melakukan pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) Hasil Penindakan Kepabeanan dan Cukai periode 2016 s/d November 2018. Jum'at 23/11/2018.

Acara pemusnahan BMN tersebut merupakan komitmen yang terus digaungkan untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dan untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal.

Pada wawancara dengan sejumlah media Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan bahwa "Pemusnahan BMN ini merupakan hasil sinergitas antara pihak Bea dan Cukai dengan instansi terkait seperti Polri, TNI dan informasi dari masyarakat" ujarnya.


Lebih jauh Beliau mengatakan bahwa kegiatan pengawasan di tiga Kabupaten (Jember, Bondowoso, Situbondo) yang dilakukan bersama ini sudah terbangun sejak lama, terbukti hingga November 2018 telah berhasil melakukan penindakan sebamyak 32 kali, yang terdiri dari penindakan dibidang Cukai sebanyak 27 kasus dan cegahan barang kiriman pos sebanyak 5 kasus.

Kasus yang paling banyak dan menjadi perhatian yaitu peredaran, penjualan dan pengangkutan rokok tanpa dilekati pita Cukai. 

Pada kesempatan kali ini Bea Cukai Jember memusnahkan 1.415.608 batang rokok ilegal senilai Rp. 959.113.950,- dan 1.572 item barang tegahan pos yang terdiri dari Sex Toys, Kosmetik dan obat-obatan senilai Rp. 124.541.334,-

Sementara itu Polres Jember pimpinan Kapolres AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH. yang menjadi salah satu mitra utama Bea cukai dalam hal penindakan mengatakan bahwa "Sinergitas Polri dengan Bea Cukai ini sudah berjalan cukup lama hasil penindakannya juga sudah dilakukan seperti yang dimusnahkan hari ini" ujar Kapolres.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK. MH menambahkan bahwa Kabuparen Jember yang merupakan wilayah hukum Polres Jember, merupakan pasar potensial bagi pelaku perdagangan barang ilegal. "Untuk itu pihaknya (Polres) akan lebih mengintensifkan pengawasan barang-barang ilegal yang beredar di masyarakat dan tentunya bersinergi dengan Bea Cukai" tandasnya. (*)





Labels:

Wednesday, 14 November 2018

Bupati Jember Peduli Peranan Perempuan



TEROPONG Jbr – Kepedulian Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., tentang peran perempuan dalam pencegahan intoleransi dalam Festival HAM Indonesia di ungkapkan di Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu 14/112018.

Dalam festival yang diikuti oleh ratusan peserta dari pemerintahan, negara sahabat, dan pegiat HAM tersebut Bupati juga menyampaikan berbagai upaya pemberdayaan perempuan. Mengajari perempuan berarti mendidik satu generasi, karena perempuan menjadi pendidik anak yang paling efektif masalah intoleransi ini

Diskusi yang diselenggarakan oleh Komnas HAM RI itu mengungkap banyak masalah intoleransi yang menjadi perhatian kaum perempuan. Bupati menyampaikan persoalan yang muncul dalam siskusi, yakni hal-hal lama yang sampai sekarang masih menjadi problem. Seperti soal kelompok termarjinalkan yang harus mendapat porsi yang tepat.

Menurut Bupati, untuk menempatkan kelompok marjinal pada porsi yang tepat tersebut merujuk pada pemimpin. Banyak pula terungkap partisipasi dari kelompok-kelompok perempuan dalam mengatasi masalah intoleransi ini.

Lebih jauh Bupati mengatakan  “Saya juga men-sharing-kan bagaimana efektifnya apabila kita memberdayakan perempuan, memberikan bekal kepada perempuan bagaimana mencegah intoleransi,” terangnya.

“Saya pikir, disini peran pemimpin menjadi teladan, dan peran pemimpin, karena pemimpin mempunyai kewenangan membuat suatu perubahan, menjadi sangat penting,” lanjutnya.
Bupati menyontohkan, bagaimana lansia dan difabel harus mendapatkan tempat khusus. Hal ini, kata bupati, sudah harus otomatis ada dalam aturan protokol pemimpin.

Demikian juga dalam tataran kebijakan sosial. Perlu ada aturan juknis tersendiri yang mengatur kebijakan pimpinan terhadap kelompok-kelompok yang rentan.

Seperti bantuan khusus korban kekerasan, bantuan khusus kelompok perempuan rentan masalah sosial, bantuan khusus lansia janda miskin. Ini diperlukan karena kebutuhannya berbeda-beda.
“Apabila kebijakan itu berdasar poin-poin kebutuhan perempuan, maka program tersebut lebih bisa efektif dan menjangkau perempuan dan lebih bisa menjadi solusi,” tandasnya. (*)



Labels:

Friday, 5 October 2018

Upacara Peringatan HUT ke73 TNI


TEROPONG Jbr -  Dalam peringatan HUT TNI tahun ini, temanya “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat”. Maknanya, profesionalisme selalu kita tingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, persenjataan, alutsista dan pemenuhan kesejahteraan adalah semata – mata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR  saat menjadi inspektur upcara peringatan HUT TNI ke 73 di Alun – alun Jember, Jum’at 05/10/2018 menyampaikan amanat Panglima TNI, Hadi Tjahjanto SIP.  Dalam amanatnya, Panglima TNI memaparkan profesionalitas TNI bersinergi dengan pemerintah mengatasi berbagai masalah,  profesionalisme TNI terwujud dalam pelaksanaan operasi dan kegiatan-kegiatan serta latihan dalam rangka menjalankan tugas pokok TNI. “Tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala macam gangguan dan ancaman,” terangnya.

Lebih jauh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR  mengatakan bahwa “Sebagai alat negara, tugas TNI tidak lepas dari berbagai tantangan, baik saat ini maupun masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi dan tekhnologi global telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru,” jelasnya.

Beliau  menambahkan, krisis ekonomi yang bersamaan dengan ketegangan percaturan politik global membawa ketidak pastian dan kekhawatiran dalam menjaga prospek masa depan. “Selain menghadapi kompleksitas tantangan kedepan, gejolak alam juga harus TNI hadapi saat ini,” ucapnya.
“Menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019 TNI berkomitmen terus menjaga netralitas,” ujarnya.

TNI sebagai satuan siaga di masa damai, harus membantu pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah. Yang tak kalah penting tugas TNI adalah membantu pemerintah mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara serta terlibat pengamanan even strategis nasional dan internasional. TNI harus terus bertransformasi diri menjadi kekuatan militer yang profesional, handal dan kapabel menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan.

Salah satu kunci tekad tni adalah terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi benteng bagi keutuhan NKRI. Untuk itu saya tekankan seluruh prajurit TNI agar berpedoman pada perkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pertahankan dan tingkatkan soliditas serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalisme, mantapkan netralitas TNI dan jalanilah setiap tugas secara ikhlas. (*)





Labels:

“Jember Army Festival” Ramaikan Peringatan HUT ke 73 TNI


TEROPONG Jbr -  Dalam rangka memperingati HUT ke 73 TNI tahun 2018, Pemkab Jember bersama Kodim 0824 dan seluruh jajaran kesatuan TNI yang ada di Jember  bersinergi dengan menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi TNI yang ke 73 tahun dan berapa kegiatan di antaranya pameran UMKM dan pameran Alutsista di Alun- Alun Jember, Jum,at 5/10/18.

Dalam acara tersebut tampak hadir, Bupati dr. Faida MMR bersama suami dr Abdul Rochim, Dandim 0824 Letkol Inf. Arief Munawar, DanBrigif 9 Letkol Robby Suryadi, serta berapa komandan kesatuan yang ada di Jember . selain itu para OPD, serta undangan yang tak dapat di sebut nama satu persatu.

Bupati dr. Faida MMR mengatakan bahwa “Jember memang layak menggelar Army Festival. dengan 12 kesatuan yang ada di Jember terlibat semua dalam kegiatan Jember Army Festival tersebut. selain itu melibatkan ribuan anggota TNI .’ terangnya.

Jember Armi Festival ini akan dilanjutkan setiap tahun dan menjadi agenda rutin. apalagi Jember ini ada 12 kesatuan yang seluruhnya terlibat dalam kegiatan HUT TNI 73 ini. bahkan dengan kegiatan tersebut agar bisa di-edukasi-kan pada anak-anak agar mengetahui peran TNI.

“Jember Army Festival ini untuk rakyat guna melihat profesionalisme TNI. Saya ingin kegiatan TNI tidak tertutup atau eksklusif, saya ingin TNI bisa menjadi wisata edukasi di Jember, Saya ingin Jember Army Festival menjadi agenda tahunan di Jember untuk mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Komandan Brigif 9 Kostrad, Letkol. Inf. Robby Suryadi mengatakan, seperti apa yang disampaikan Bupati tadi saat upacara . bahwa “Tema saat ini adalah Profesionalisme untuk rakyat. kalau tahun lalu mungkin bersama rakyat. untuk saat ini TNI telah berhasil menciptakan Alutsista sendiri dalam Negeri. jadi semua ini untuk kepentingan rakyat.’ terang Robby Suryadi.

Ditambahkan, edukasi saat ini TNI saat ini lebih kepada kemandirian dalam Negeri. Alutsista Alutsista buatan dalam Negeri sendiri untuk kepentingan rakyat. saat ini TNI membuat Alutsista semisal SS1, SS2, P4 ,ARM 4. pesawat tempur kita buat dan kapal selam kita buat. dan apabila telah dewasa nanti anak anak inilah yang akan membuat Alutsista tersebut itu yang perlu di edukasi pada anak anak.” tambahnya.

Lebih lanjut beliau mengatakan, untuk tahun politik 2018 ini, bagi TNI netralitas harga mati tak bisa ditawar tawar lagi . bahkanTNI tugasnya hanya menjaga keamanan Negara dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI .” imbuhnya pada media.(brt)





Labels:

Thursday, 16 August 2018

“Obor” Terangi Apel Kehormatan dan Renungan Suci



TEROPONG Jbr – Acara Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Patrang Jember, Kamis (16/8/2018) tengah malam berjalan hikmat. Terangi Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka  prosesi penghormatan kepada para arwah pahlawan dan mengheningkan cipta.dipimpin oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH. SIK. MH., 

Apel diikuti oleh TNI, Polri, Satpol PP, dan pejabat di lingkunan Pemerintah Kabupaten Jember.Prosesi di pelataran dalam TMP itu berjalan hikmat dengan diterangi obor. Makam para pahlawan juga mendapat cahaya dari lilin yang dinyalakan oleh para Pramuka. 

Dalam sambutannya Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang membacakan teks penghormatan menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan.

“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan para pahlawan adalah perjuangan bagi kami pula. Dan jalan kebaktian yang para pahlawan tempuh adalah jalan bagi kami juga,” Kapolres membacakan penghormatan.  (*)







Labels:

Monday, 6 August 2018

Paguyuban “Klenthing Kuning" Tolak Angkutan Online (R4)


TEROPONG Jbr - Kontroversi keberadaan angkutan berbasis online di Kabupaten Jember menuai permasalahan, Sejumlah sopir angkutan kota resmi "Klenthing Kuning" dan taksi Perdana berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin 06/08/2018.

Aksi ini dilakukan karena mereka menolak keberadaan angkutan umum berbasis online. Halaman Pemkab Jember pun mendadak berubah seperti terminal angkutan kota, akibat puluhan angkot "Klenthing Kuning" berjejer di lokasi tersebut untuk melakukan aksi mogok massal.

Mereka meminta kepada pemerintah untuk menghapus aplikasi taksi online yang kini kian menjamur di Jember. Keberadaan taksi online ini juga dinilai menurunkan rezeki angkutan umum konvensional.

"Selain merugikan kami, keberadaan sopir taksi online juga menyalahi aturan Permenhub, karena banyak sopir taksi online yang tidak memiliki SIM A Umum, disamping itu tarif yang diberlakukan juga jauh dibawah ambang batas ketentuan Dishub provinsi, sehingga kami dirugikan," ujar salah satu peserta aksi, saat menggelar audiensi dengan jajaran Pemkab Jember.


Audiensi yang dihadiri oleh beberapa sopir angkutan ini, dipimpin langsung oleh Ir. Mirfano selaku Sekretaris Daerah Pemkab Jember, Leon Kasi Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Dishub Jember, serta Kasatlantas Polres Jember AKP. Prianggo Parlindungan Malau.

Namun, pertemuan ini tidak membuahkan hasil karena ketidakhadiran perwakilan taksi online, sehingga Ir. Mirfano akan mempertemukan kembali kedua belah pihak pada Rabu mendatang.

"Karena perwakilan dari taksi online tidak hadir, sehingga belum bisa memutuskan apa-apa, nanti pihak Dishub akan mengirim surat ke Perusahaan Taksi online untuk menghadiri pertemuan yang akan dilaksanakan Rabu besok," kata Mirfano.

Sementara itu, AKP Prianggo Parlindungan Malau menerangkan bahwa pihaknya hanya membantu mencari solusi atas keberatan pihak supir taksi dan angkutan, dimana wewenang dari satlantas adalah tentang pelanggaran yang dilakukan oleh sopir taksi online.

"Kami hanya sebatas memberi solusi sesuai dengan Permenhub 108, dimana sopir taksi online harus ber SIM A Umum. Sebenarnya ini sudah diberlakukan di Indonesia, namun sampai saat ini belum ada yang menindak," ungkap AKP Prianggo.

Disamping itu, AKP Prianggo nantinya akan meminta data jumlah sopir dan armada yang terdaftar di taksi online untuk menertibkan semua pengemudi sopir online yang harus ber SIM A Umum dan hal ini akan dilakukan secara bertahap. (brt)


Labels: