Friday, 5 April 2019

JALUR LINTAS PROPINSI BANYUWANGI JEMBER MENJADI KOLAM PANCING



Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id


Jalan Raya merupakan sarana utama dalam Aktivitas Masyarakat, bahkan menjadi Syarat utama untuk membantu mem percepat peningkatan Pendapatan Ekonomi Masyarakat, jika Jalan Raya di anggap kurang layak, maka jelas akan menghambat perkembangan roda perekonomian Masyarakat,


Jalan Penghubung antara Banyuwangi Jember, mulai dari depan SPBU Mangir Kecamatan Rogojampi menuju keselatan di depan kantor Camat Srono, di depan Alfamart Srono juga Pertigaan depan MtsN Srono merupakan jalan yang sangat memperhatin kan di saat musim hujan tiba


Dari pantauan media teropong timur news, Jalan tersebut nampak seperti kolam pancing, apa lagi kondisi jalan nya yang terlalu sempit dan berlobang, "eronis nya, sudah bertahun-tahun kondisi jalan yang kurang dapat perhatian itu mungkin akan lebih parah jika memasuki musim hujan tiba, dan banyak pengendara tercebak karena harus memilih jalan yang bisa untuk di lewati,


ABDUL MALIK (46) salah Satu tokoh Masyarakat di Desa Srono menyampaikan Kepada Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Buwang Arifin. Setiap Priode Calon Kepala Daerah baik Gubernur maupun Bupati hanya memberikan janji janji Politik saja, termasuk juga Calon Legislatif, kebanyakan mereka lupa dengan Program-Program yang sudah di janjikan, "setelah duduk di Kursi Jabatan nya.(terang nya

” Saya juga kebingungan jika melintas di jalur-jalur yang tergenang air itu Perjalanan terhambat, apalagi saat membawa muatan, “ungkap Ribut (35) Warga Jember saat melintas di Jalur depan alfamart Srono, di tambah lagi jalur provinsi dari Rogojampi menuju Jember akses jalannya sempit, beberapa ruas jalan terlihat rusak dan berlubang, semua hanya butuh kehadiran pemerintah melalui Instansi terkait,(pungkas nya


"Melihat Kondisi yang sangat memper hatin kan ini, "MBAH GEGER juga tokoh forum Kawulo alit Banyuwangi (FORKAB) juga memberikan komentar, "Jalanan yang tergenang air itu terutama yang ada di depan MtsN Srono, itu sudah cukup lama menjadikan Polemik, pernah kita bersama Relawan dan Warga mengambil tindakan mengatasi genangan air itu namun hasil nya kurang maksimal di karenakan posisi jalan telah mengalami penurunan(amblas) "solusinya di naikkan lagi dengan cara di uruk dan di buat saluran resapan air, masalahnya ini bukan jalan Desa, melainkan jalan provinsi, dan ada anggaran APBD prov yang di khususkan untuk perbaikan dan perawatan jalan tersebut,(ungkap nya. ( Gus & Budi)

Labels: