Monday, 1 April 2019

Dana Desa Milyaran Rupiah Jembatan Tua Ambrol lantaran tidak di perhatikan Pemdes


Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.

Desa Badean Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi, Minggu 31/3/2019. adalah salah satu Desa pemekaran yg asalnya ikut Wilayah Kecamatan Kabat, Dana Desa sudah di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat sejak Tahun 2015 sampai 2018 berarti sudah 4 tahapan Desa Badean Kecamatan Blimbingsari mengelola Dana Desa, Dari 4 Tahapan tersebut yang menjadi sorotan Dana Desa 2018 yg pada kenyataanya telah terjadi Pemonopolian Pembangunan di salah satu Wilayah Dusun Cungkingan.


Dana Desa 2018 ada 19 titik Pembangunan diantaranya 12 titik di satu Dusun, sedang di Dusun Krajan tempat lokasi Jembatan yang jebol hanya 2 titik Pembangunan yaitu Papingisasi Sarana Olahraga di Kantor Desa dan 1 unit bedah Rumah saja, Terkait masalah jebol nya Jembatan Tua yg menjadi salah satu askes Alternatif utama masuk Kampung Krajan sudah bebera Kepala Desa yg pernah menjabat baik Kades terpilih maupun Kades Pj di duga tidak pernah sama sekali memperhatikan keadaan jembatan yg jebol ini.


Sejarah kades H.MADEHI menjabat Kades hampir 20 tahun lamanya, Kades MASKUR, PJ. MISTARI , NANIK njabat selama 6 tahun, KADES MARHAWAN 6 tahun, Kades MUSAWIR 6 tahun , Kades MOH IKHSAN , PJ H. MUJIB dan Kades PAW NURSAMSI yang saat ini menjabat mendapat gelontoran Dana Desa pereode 2017 dn 2018 yg nilainya hampir 2 milyar.


Dari Pantauan Awak media juga Lembaga Swadaya masyarakat( LSM) teropong timur,TafiQ yang juga status Masyarakat Desa Badean, menyoroti adanya 2 gapura yg di nilai kurang bermanfaat bagi Masyarakat apalagi Anggaranya 100 jt rupiah, dan bukan itu saja yg menjadi sorotan Awak media (TAUFIQ) salah satunya diduga terjadi Monopoli Pembangunan di salah satu Dusun Cungkingan yg Anggaranya hampir 500 jt yg di rasa oleh Masyarakat Badean terdapat Bangunan Dana Desa yg bukan Prioritas, yaitu Plengsengan di pinggir tambak dan Penahanan Jalan ke arah Makam Jatisari , "pasalnya dua Pembangunan itu lebih layak bila di gunakan untuk Membangun Jalan di dalam Kampung yg mengalami kekumuhan dan becek tak terkendali di kala hujan.

Atas fenomena jebolnya jembatan Alternatif, Jalan utama masuk Kampung Krajan, menjadi catatan gagalnya Pemimpin Desa PAW dalam membangun Desa dari Anggaran Dana Desa, "sesuai fakta- fakta
di lapangan, di Lokasi jebol nya Jembatan yg tingkat kerusakanya sangat memperhatinkan, pembangunan gapurog yg sangat tidak sesuai dengan anggaranya dan tidak layak seperti yang lain, jalan di Kanpung Donosuko, arah masuk ke Masjid ternyata becek bila musim hujan datang dan air menggenang merepotkan masyarakat untuk jalan dan aktifitas, (TAUFIQ)

Labels: