“Hadiah” Buat Santri di Hari Santri Nasional 2018
TEROPONG Jbr – Pemerintah Kabupaten Jember bersama
santri dan masyarakat memperingati Hari Santri Nasional 2018 di Masjid
Raudhatul Muchlisin, Kecamatan Kaliwates, Senin 22 Oktober 2018. Acara ini
dihadiri oleh Bupati dr. Hj. Faida, MMR dan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief mengangkat tema “Bersama Santri Damaikan
Negeri”
Dalam sambutannya, Bupati Faida menegaskan Jember
adalah Kota Santri. Dengan demikian, hal terpenting adalah pembangunan
sumberdaya manusia. "Tidak ada yang lebih penting kecuali pembangunan SDM.
Membangun SDM yang paling penting membangun generasi kedepan, yang tidak
lain generasi terbaik adalah generasi
Qur’ani ,” terangnya.
Pada kesempatan ini Bupati Faida menyampaikan
panjang lebar hadiah untuk para santri di Kabupaten Jember di hadapan ribuan
jamaah yang hadir. Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan program khusus
santri di Kabupaten Jember.
Pertama, tidak boleh ada satupun santri di Jember
yang putus sekolah karena biaya. Pemerintah membantu para santri yang
kekurangan biaya mondok. Ada beasiswa untuk seluruh santri di Jember yang yatim
piatu dibiayai sekolahnya.
Kedua, untuk para santri yang mempunyai KIA atau KTP
Jember dan hafal Al-Quran minimal 1 juz, boleh memilih sekolah di Kabupaten
Jember hingga Perguruan Negeri ke jenang strata tiga (S3)
Ketiga, untuk keluarga yang anaknya hafidz atau
Hafidzah Al Qur'an minimal 1 juz, maka seluruh keluarganya mendapatkan asuransi
kesehatan gratis dibiayai pemerintah Kabupaten Jember.
Selain itu, pada tahun 2019, Jember akan membangun
asrama haji karena bandara Jember akan menjadi embarkasi umroh dan haji. Dengan
menjadi embarkasi, jamaah haji dan umroh dari lima kabupaten berangkat dari
Jember. “Dengan doa para santri, Allah akan memudahkan ikhtiar kita semua,”
tuturnya.
Di akhir pidato sambutannya itu, Bupati Faida
menyampaikan semua program tersebut adalah hadiah untuk para santri di Hari
Santri Nasional 2018 dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Sementara itu Wabup Drs. KH. Muqit Arief, mengajak
para santri untuk menuntut ilmu agar lebih berperan dalam pembangunan.
Di hadapan ribuan jamaah, Wabup menjelaskan, untuk
menjadi orang yang bermanfaat, paling tidak harus mempunyai ilmu pengetahuan. “Semakin
mumpuni ilmu pengetahuan, semakin mungkin untuk menjadi orang yang bermanfaat
di dalam membangun bangsa, khususnya RI. Semakin tidak memiliki ilmu
pengetahuan, semakin kecil untuk menjadi orang yang bermanfaat,” pungkasnya.
(*)
Labels: Pemerintah






0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home