Jember Menuju Smart City
TEROPONG Jbr – Program Pemerintah Pusat akan menjadikan
500 kota di Indonesia menjadi kota cerdas atau Smart City secara bertahap. Dari
500 kota itu akan disaring lagi menjadi 100 kota, dan untuk dijadikan pilot
project, ada 50 kota yang akan dipilih. Delapan kota yang terpilih diantaranya ada
di Jawa Timur dan salah satunya Kabupaten Jember.
Kemenkominfo memilih Kabupaten Jember sebagai salah
satu kota/kabupaten di Indonesia yang bakal menyandang predikat Smart City atau
Kota Cerdas dan akan menjadi percontohan bagi daerah lainnya.
Pada acara pembukaan Bimbingan Teknis Jember Menuju
Smart City yang digelar di Pendapa Wahya Wibawagraha, Senin (9/7/2018). Konsep
Smart City (kota cerdas) ini mengetengahkan sebuah tatanan kota yang memudahkan
masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Misalnya melihat
arus lalu lintas, keamanan serta lokasi
lokasi yang dibutuhkan masyarakat melalui sebuah aplikasi.
Acara bimbingan teknis ini sendiri diikuti oleh
tenaga IT yang ada di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Jember
Pada acara Sosialisai dan Bimtek Gerakan Menuju 100
Smart City, Hasyim Gautama, Kepala Subdirektorat Layanan Kepemerintahan
Direktorat E-Government Kementerian Kominfo menyampaikan bahwa “Kabupaten
Jember, Jawa Timur dipersiapkan untuk menjadi kabupaten percontohan yang
menerapkan Smart City” terangnya.
Beliau menambahkan bahwa "Kabupaten Jember
dipilih untuk dijadikan pilot project menuju smart city karena banyak faktor
yang mendukung. Salah satunya infrastruktur, SDM, dan anggaran. Atas dasar
inilah, Jember dipilih," ujar Dr Hasyim Gautama.
Beliau berpesan untuk menuju predikat Smart City
peran dari Dinas Kominfo perlu ditingkatkan, menurutnya masih banyak pemerintah daerah yang belum memaksimalkan
peran dari Dinas Kominfo dan tidak hanya terjadi di Jember saja, sebagian besar
Pemda belum memahami bagaimana peran Dinas Kominfonya untuk mendorong
sektor-sektor lain.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Ir
Mirfano yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa Jember sudah menyiapkan
proses menuju smart city sejak tahun 2017. Sebab, untuk menjadi kota yang
smart, dibutuhkan persiapan-persiapan yang matang dan bertahap.
Mirfano mengatakan bahwa salah satu infrastruktur Jember
menuju smart city tersebut yakni server yang saat ini dimiliki dinas Infokom.
"Servernya sudah ada. Kami sudah anggarkan tahun lalu sebesar Rp8
miliar," imbuhnya.(brt)
Labels: Pemerintah







0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home