Monday, 9 July 2018

Jember Menuju Smart City



TEROPONG Jbr – Program Pemerintah Pusat akan menjadikan 500 kota di Indonesia menjadi kota cerdas atau Smart City secara bertahap. Dari 500 kota itu akan disaring lagi menjadi 100 kota, dan untuk dijadikan pilot project, ada 50 kota yang akan dipilih. Delapan kota yang terpilih diantaranya ada di Jawa Timur dan salah satunya Kabupaten Jember.

Kemenkominfo memilih Kabupaten Jember sebagai salah satu kota/kabupaten di Indonesia yang bakal menyandang predikat Smart City atau Kota Cerdas dan akan menjadi percontohan bagi daerah lainnya.

Pada acara pembukaan Bimbingan Teknis Jember Menuju Smart City yang digelar di Pendapa Wahya Wibawagraha, Senin (9/7/2018). Konsep Smart City (kota cerdas) ini mengetengahkan sebuah tatanan kota yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Misalnya melihat arus lalu lintas,  keamanan serta lokasi lokasi yang dibutuhkan masyarakat melalui sebuah aplikasi.

Acara bimbingan teknis ini sendiri diikuti oleh tenaga IT yang ada di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Jember

Pada acara Sosialisai dan Bimtek Gerakan Menuju 100 Smart City, Hasyim Gautama, Kepala Subdirektorat Layanan Kepemerintahan Direktorat E-Government Kementerian Kominfo menyampaikan bahwa “Kabupaten Jember, Jawa Timur dipersiapkan untuk menjadi kabupaten percontohan yang menerapkan Smart City” terangnya.

Beliau menambahkan bahwa "Kabupaten Jember dipilih untuk dijadikan pilot project menuju smart city karena banyak faktor yang mendukung. Salah satunya infrastruktur, SDM, dan anggaran. Atas dasar inilah, Jember dipilih," ujar Dr Hasyim Gautama.

Beliau berpesan untuk menuju predikat Smart City peran dari Dinas Kominfo perlu ditingkatkan, menurutnya masih  banyak pemerintah daerah yang belum memaksimalkan peran dari Dinas Kominfo dan tidak hanya terjadi di Jember saja, sebagian besar Pemda belum memahami bagaimana peran Dinas Kominfonya untuk mendorong sektor-sektor lain.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Ir Mirfano yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa Jember sudah menyiapkan proses menuju smart city sejak tahun 2017. Sebab, untuk menjadi kota yang smart, dibutuhkan persiapan-persiapan yang matang dan bertahap.

Mirfano mengatakan bahwa salah satu infrastruktur Jember menuju smart city tersebut yakni server yang saat ini dimiliki dinas Infokom. "Servernya sudah ada. Kami sudah anggarkan tahun lalu sebesar Rp8 miliar," imbuhnya.(brt)






Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home