RENCANA PEMBAGUNAN BANDARA NOTHADINEGORO JEMBER
TEROPONG Jbr – Realisasi rencana Kementerian
Perhubungan akan memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Notohadinegoro di
Jember, Jawa Timur, menjadi 2.500 meter x 105 meter agar bisa didarati pesawat
jenis Boeing 737 dan Airbus A320. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan
Udara Kemenhub Agus Santoso. Sabtu (6/7/2018)
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso
mengatakan saat ini Bandara Notohadinegoro memiliki panjang landasan pacu 1.560
meter yang hanya bisa didarati pesawat jenis ATR 72-600.
Dengan kapasitas lebih besar dan
bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 dan Airbus A320, bandara NOTOHADINEGORO
Jember ini diharapkan bisa menjadi sub-embarkasi penerbangan jemaah haji dari
Kabupaten Jember dan Kabupaten disekitarnya seperti Bondowoso, Situbondo,
Banyuwangi dan Lumajang.
Dia menambahkan perkembangan ekonomi di wilayah
Jember terbilang pesat, sehingga pengembangan bandara menjadi kebutuhan. “Namun,
pengembangan bandara juga harus memperhatikan daerah sekitar, misalnya akses
atau jalannya, sarana transportasi darat, serta pembebasan lahannya harus clear
agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari,” ujar Agus
Bupati Jember Faida juga mengatakan pihaknya
berkeinginanan menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai sub-embarkasi untuk
penerbangan jemaah haji saat ini di Jember dan sekitarnya terdapat 17 kloter
embarkasi haji, para jemaah menggunakan
transportasi darat untuk terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Juanda,
Surabaya. Bila Bandara Notohadinegoro dijadikan sub-embarkasi, jemaah tak perlu
menempuh perjalanan darat. "Jemaah menggunakan pesawat untuk menuju dan
balik dari Bandara Juanda Surabaya, sehingga tidak melelahkan dan mempersingkat
waktu tempuh," ujarnya.(brt)
Labels: Pemerintah


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home