Saturday, 7 July 2018

RENCANA PEMBAGUNAN BANDARA NOTHADINEGORO JEMBER



TEROPONG Jbr – Realisasi rencana Kementerian Perhubungan akan memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Notohadinegoro di Jember, Jawa Timur, menjadi 2.500 meter x 105 meter agar bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 dan Airbus A320. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso. Sabtu (6/7/2018)

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan saat ini Bandara Notohadinegoro memiliki panjang landasan pacu 1.560 meter yang hanya bisa didarati pesawat jenis ATR 72-600.
Dengan kapasitas lebih besar dan bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 dan Airbus A320, bandara NOTOHADINEGORO Jember ini diharapkan bisa menjadi sub-embarkasi penerbangan jemaah haji dari Kabupaten Jember dan Kabupaten disekitarnya seperti Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang.

Dia menambahkan perkembangan ekonomi di wilayah Jember terbilang pesat, sehingga pengembangan bandara menjadi kebutuhan. “Namun, pengembangan bandara juga harus memperhatikan daerah sekitar, misalnya akses atau jalannya, sarana transportasi darat, serta pembebasan lahannya harus clear agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari,” ujar Agus

Bupati Jember Faida juga mengatakan pihaknya berkeinginanan menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai sub-embarkasi untuk penerbangan jemaah haji saat ini di Jember dan sekitarnya terdapat 17 kloter embarkasi haji,  para jemaah menggunakan transportasi darat untuk terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Juanda, Surabaya. Bila Bandara Notohadinegoro dijadikan sub-embarkasi, jemaah tak perlu menempuh perjalanan darat. "Jemaah menggunakan pesawat untuk menuju dan balik dari Bandara Juanda Surabaya, sehingga tidak melelahkan dan mempersingkat waktu tempuh," ujarnya.(brt)


Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home