PERCEPATAN PEMBANGUNAN BANDARA NOTOHADINEGORO
TEROPONG Jbr -
Angkasa Pura II telah menganggarkan sekitar Rp 200 milyar lebih untuk
penambahan run way pesawat dan peningkatan fasilitas untuk bandara
NOTOHADINEGORO Jember. Dipastikan tahun ini dilaksanakan untuk memperpanjang
runyway menjadi 2.250 meter dengan lebar 45 meter sehingga bisa didarati
pesawat sejenis boeing 747/800 dengan kapasitas 200 penumpang.
Keseriusan sejumlah pihak untuk segera
merealisasikan Bandara Notohadinegoro Jember menjadi bandara embarkasi haji dan
umroh, sejumlah pihak melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding
(MoU) untuk tujuan Percepatan pembanguna bandara NOTOHADINEGORO Jember. MOU
tentang pemanfaatan aset milik PTPN XII dan aset milik Pemerintah Kabupaten Jember untuk pembangunan,
pengembangan dan atau pengusahaan Bandar Udara Notohadinegoro. Dalam
sinergisitas ini, aset PTPN XII untuk pengembangan bandara ini sebesar 122
hektar tanah.
Acara penandatanganan MoU dihadiri oleh PTPN XII
yang dihadiri langsung oleh Direktur Utamanya, Berlino Mahendra Santosa, Dirut
Angkasa Pura II yang dihadiri langsung oleh Dirutnya Muhamad Awaluddin dan
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR. Sabtu (6/7/2018)
Dalam acara itu Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II,
Muhammad Awaludin menegaskan bahwa “Kerjasama ini bersifat sinergisitas untuk
memenuhi target waktu yang telah ditentukan oleh Presiden RI, Joko Widodo saat
berkunjung ke Jember saat menghadiri acara Jember Fashion Carnaval, Agustus 2017 yang
lalu” ujarnya.
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menjelaskan bahwa
realisasi ini adalah keinginan masyarakat Jember dan sekitarnya. Juga disambut
baik oleh Presiden Joko Widodo untuk mempermudah masyarakat yang akan menunaikan
ibadah haji dan umroh. "Sinergi ini adalah untuk mempercepat bandara
Notohadinegoro, dan kita dari Pemkab Jember, juga telah menyiapkan anggaran dan
saat ini realisasinya masih dalam progress," terang Bupati.
Bupati dr. Hj. Faida MMR menambahkan “Kalau dilihat
dari sisi potensial, Kabupaten Jember dan sekitarnya memiliki jamaah haji dan
umroh yang cukup besar. Mulai dari Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang dan sepertiga dari potensi tersebut ada di
Jember," ungkap Bupati
Sementara Bupati Jember Faida juga menyampaikan akan
mempersiapkan infrastruktur pendukung dalam peningkatan bandara tersebut.
“Bandara embarkasi haji ini akan menampung potensial penduduk 7,5 juta orang
dan ini akan menjadi daerah prospek ekonomo baru. Untuk infrastruktur
penunjang, maka akan ada peningkatan akses dan pelebaran jalan menuju bandara,”
ujar Bupati Faida.
Sementara Dirut PTPN XII, Berlino Mahendra Santosa
menegaskan bahwa cita-cita untuk melakukan sinergi seperti ini sebenarnya sudah
cukup lama, dan baru kali ini bisa direalisasikan. "Ini sudah cita-cita
kami sejak lama, karena memang bandara ini sudah ada sejak 2004 lalu, dan saya
harap yang dulu-dulu kita jadikan pelajaran agar nantinya pembangunan dengan
dasar sinergi seperti ini, bisa membawa manfaat yang baik bagi
masyarakat," ujarnya.(brt)
Labels: Pemerintah



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home