Friday, 6 July 2018

PERCEPATAN PEMBANGUNAN BANDARA NOTOHADINEGORO



TEROPONG Jbr -  Angkasa Pura II telah menganggarkan sekitar Rp 200 milyar lebih untuk penambahan run way pesawat dan peningkatan fasilitas untuk bandara NOTOHADINEGORO Jember. Dipastikan tahun ini dilaksanakan untuk memperpanjang runyway menjadi 2.250 meter dengan lebar 45 meter sehingga bisa didarati pesawat sejenis boeing 747/800 dengan kapasitas 200 penumpang.


Keseriusan sejumlah pihak untuk segera merealisasikan Bandara Notohadinegoro Jember menjadi bandara embarkasi haji dan umroh, sejumlah pihak melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk tujuan Percepatan pembanguna bandara NOTOHADINEGORO Jember. MOU tentang pemanfaatan aset milik PTPN XII dan aset milik Pemerintah  Kabupaten Jember untuk pembangunan, pengembangan dan atau pengusahaan Bandar Udara Notohadinegoro. Dalam sinergisitas ini, aset PTPN XII untuk pengembangan bandara ini sebesar 122 hektar tanah.

Acara penandatanganan MoU dihadiri oleh PTPN XII yang dihadiri langsung oleh Direktur Utamanya, Berlino Mahendra Santosa, Dirut Angkasa Pura II yang dihadiri langsung oleh Dirutnya Muhamad Awaluddin dan Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR.Sabtu (6/7/2018)


Dalam acara itu Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaludin menegaskan bahwa “Kerjasama ini bersifat sinergisitas untuk memenuhi target waktu yang telah ditentukan oleh Presiden RI, Joko Widodo saat berkunjung ke Jember saat menghadiri acara  Jember Fashion Carnaval, Agustus 2017 yang lalu” ujarnya.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menjelaskan bahwa realisasi ini adalah keinginan masyarakat Jember dan sekitarnya. Juga disambut baik oleh Presiden Joko Widodo untuk mempermudah masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji dan umroh. "Sinergi ini adalah untuk mempercepat bandara Notohadinegoro, dan kita dari Pemkab Jember, juga telah menyiapkan anggaran dan saat ini realisasinya masih dalam progress," terang Bupati.

Bupati dr. Hj. Faida MMR menambahkan “Kalau dilihat dari sisi potensial, Kabupaten Jember dan sekitarnya memiliki jamaah haji dan umroh yang cukup besar. Mulai dari Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang  dan sepertiga dari potensi tersebut ada di Jember," ungkap Bupati 

Sementara Bupati Jember Faida juga menyampaikan akan mempersiapkan infrastruktur pendukung dalam peningkatan bandara tersebut. “Bandara embarkasi haji ini akan menampung potensial penduduk 7,5 juta orang dan ini akan menjadi daerah prospek ekonomo baru. Untuk infrastruktur penunjang, maka akan ada peningkatan akses dan pelebaran jalan menuju bandara,” ujar Bupati Faida.

Sementara Dirut PTPN XII, Berlino Mahendra Santosa menegaskan bahwa cita-cita untuk melakukan sinergi seperti ini sebenarnya sudah cukup lama, dan baru kali ini bisa direalisasikan. "Ini sudah cita-cita kami sejak lama, karena memang bandara ini sudah ada sejak 2004 lalu, dan saya harap yang dulu-dulu kita jadikan pelajaran agar nantinya pembangunan dengan dasar sinergi seperti ini, bisa membawa manfaat yang baik bagi masyarakat," ujarnya.(brt)



Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home