DESA MOJDUNGKOL JADI PENGAWAS PEMERINTAH
Situbondo, teropong timur.com
.Desa Mojodungkol Kecamatan Suboh, yang
sempat menjadi perhatian tingkat nasional, lantaran terjadi retakan dan
terancam longsor yang mengancam sekitar 1000 jiwa satu tahun yang lalu.Warga desa Mojodungkol yang hidupnya di lereng
lereng bukit tepat diatas hilir sungan dlowang itu selalu kawatir menjelang musim
hujan.tahun 2014 yang lalu dusun kidul gunung, mengalami pergeseran tanah,
sehingga terjadi retakan hingga mencapai lebar 1 meter , panjang 400 meter dan
kedalaman sulit di ukur. retakan itu banyak memakan korban, sejumlah tanaman
jagung yang belum saatnya panen, harus di penen lebih awal, rumah warga yang di
lintasi retakan harus di evakuasi. untungnya sebagian warga di lokasi waspada
segera diungsikan, sehingga tidak ada korban jiwa.Tokoh yang akrab di panggil H.Maulana
menolak keras untuk di evakuasi, sehingga sebagian warga bersama H.Maulana
tetap tinggal di lokasi yang di instruksikan waspada oleh pemerintah melalui
Badan Penanggulangan Bencana ( BPBD ) . Keyakinan H.Maulana menguatkan
masyarakat lainnya untuk tetap tinggal dan tidak meninggalkan rumah.Dengan berdoa melakukan permohonan
H.Maulana yakin bencana tanah longsor di kampungnya tidak akan terjadi. Keyakinan
H.Maulana membuat resah pemerintah, hingga pejabat tinggi tingkat kabupaten dan
gubernur datang membujuknya.
Gubernur Jawa Timur , Pangdam v Brawijaya
datang menemui warga kidul gunung dan H.Maulana menyalurkan bantuan dan
mengharap masyarakat meninggalkan lokasi rawan tersebut.Lagi lagi kepedulian pemerintah pada
masyarakat rawan bencana, 19 Nopember 2015,Dinas Energi dan Sumbe Daya Meneral
melakukan sosialisasi Mitigasi bencana Geologi yang terjadi di Desa
Mojodungkol. Ir Kukuh Sujatmiko, bidang Giologi Provinsi Jawa Timur memberikan
penjelasan panjang lebar tentang metoge mengantisipasi bencana tahun 2016 akan
datang, agar masyarakat membiarkan pohon yang tumbuh sebagai tanaman penyangga,
dan jika sudah terjadi retakan seperti desa Mojodungkol, agar retakan itu
ditutup dengan tanah yang ada di sekitar retakan, karena lubang itu sebagai
celah aliran air yang mengakibatkan terjadinya retakan. Lain halnya yang di
sampaikan Hevin Switerson Bagian Disperindak dan energi sumberdaya material
Provinsi Jawa Timur, bahwa sumber bencana ada 2, terjadi karena faktor alam dan
terjadi karena ulah manusia. yang mungkin bisa di antisipasi, bencana yang
disebabkan oleh manusia.Akhir dari acara sosialisasi itu, sempat di
pertanyakan oleh H.Maulana tentang Janji Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dalam
kunjungannya satu tahun yang lalu, agar segera mencari lahan yang aman dari
bencara dan merelokasi perumahan sebagai tempat baru masyarakat Kidul Gunung
Desa Mojodungkol Kecamatan Suboh yang sampai saat ini hidupnya selalu dihantui
tanah longsor. IMAM
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home