Wednesday, 23 December 2015

DESA MOJDUNGKOL JADI PENGAWAS PEMERINTAH

Situbondo, teropong timur.com

.Desa Mojodungkol Kecamatan Suboh, yang sempat menjadi perhatian tingkat nasional, lantaran terjadi retakan dan terancam longsor yang mengancam sekitar 1000 jiwa satu tahun yang lalu.Warga desa Mojodungkol yang hidupnya di lereng lereng bukit tepat diatas hilir sungan dlowang itu selalu kawatir menjelang musim hujan.tahun 2014 yang lalu dusun kidul gunung, mengalami pergeseran tanah, sehingga terjadi retakan hingga mencapai lebar 1 meter , panjang 400 meter dan kedalaman sulit di ukur. retakan itu banyak memakan korban, sejumlah tanaman jagung yang belum saatnya panen, harus di penen lebih awal, rumah warga yang di lintasi retakan harus di evakuasi. untungnya sebagian warga di lokasi waspada segera diungsikan, sehingga tidak ada korban jiwa.Tokoh yang akrab di panggil H.Maulana menolak keras untuk di evakuasi, sehingga sebagian warga bersama H.Maulana tetap tinggal di lokasi yang di instruksikan waspada oleh pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana ( BPBD ) . Keyakinan H.Maulana menguatkan masyarakat lainnya untuk tetap tinggal dan tidak meninggalkan rumah.Dengan berdoa melakukan permohonan H.Maulana yakin bencana tanah longsor di kampungnya tidak akan terjadi. Keyakinan H.Maulana membuat resah pemerintah, hingga pejabat tinggi tingkat kabupaten dan gubernur datang membujuknya.
Gubernur Jawa Timur , Pangdam v Brawijaya datang menemui warga kidul gunung dan H.Maulana menyalurkan bantuan dan mengharap masyarakat meninggalkan lokasi rawan tersebut.Lagi lagi kepedulian pemerintah pada masyarakat rawan bencana, 19 Nopember 2015,Dinas Energi dan Sumbe Daya Meneral melakukan sosialisasi Mitigasi bencana Geologi yang terjadi di Desa Mojodungkol. Ir Kukuh Sujatmiko, bidang Giologi Provinsi Jawa Timur memberikan penjelasan panjang lebar tentang metoge mengantisipasi bencana tahun 2016 akan datang, agar masyarakat membiarkan pohon yang tumbuh sebagai tanaman penyangga, dan jika sudah terjadi retakan seperti desa Mojodungkol, agar retakan itu ditutup dengan tanah yang ada di sekitar retakan, karena lubang itu sebagai celah aliran air yang mengakibatkan terjadinya retakan. Lain halnya yang di sampaikan Hevin Switerson Bagian Disperindak dan energi sumberdaya material Provinsi Jawa Timur, bahwa sumber bencana ada 2, terjadi karena faktor alam dan terjadi karena ulah manusia. yang mungkin bisa di antisipasi, bencana yang disebabkan oleh manusia.Akhir dari acara sosialisasi itu, sempat di pertanyakan oleh H.Maulana tentang Janji Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dalam kunjungannya satu tahun yang lalu, agar segera mencari lahan yang aman dari bencara dan merelokasi perumahan sebagai tempat baru masyarakat Kidul Gunung Desa Mojodungkol Kecamatan Suboh yang sampai saat ini hidupnya selalu dihantui tanah longsor. IMAM

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home