PEKEBUN TEMBAKAU SITUBONDO MERUGI
Situbondo, Teropong Timur. Com
Lagi
lagi kegagalan pekebun tembakau terjadi. seperti yang di telusuri Teropong
Timur News tentang tembakau di Kabupaten Situbondo 2015.
Pemilik
lahan pertanian yang sebelumnya mengalami gagal panen pada lantaran hama wereng
hingga sejumlah petani mengalami kegagalan. Untuk 2015 petani mencoba
mengalihkan pola tanam, dan mengarah ke tanaman tembakau. namun lagi lagi
mengalami kegagalan. tapi untuk kali ini kegagalannya bukan disebabkan hama
tanaman, tetapi harga yang tidak bisa menutupi modal. seperti yang dikeluhkan
pekebun tembakau , dalam satu hektar lahan membutuhkan modal sekitar 20 juta,
mulai membajak, membuat bidingan, selokan penampung air, membuat lubang tanam,
pembelian bibit , ongkos pemeliharaan, harga pupuk , pengobatan, biaya panen
dan ongkos merajang hingga menjadi tembakau.
pengeluaran
itu diluar sewa tanah. sementara 1 hertar bisa bisa menampung 20 pohon. cukup
rumit dan besar biayanya.
Dalam
1 hektar diperkirakan menghasilkan 14 - 15 kwintal. Untuk mencapai tembakau siap jual, sejak awal
penanaman membutuhkan waktu sekitar 100 hari untuk panen pertama ditambah satu
minggu untuk bisa memiliki nilai jual.
Harga
jual dalam 1 kilo Rp.10.000,- sampai Rp.17.000,- saat Teropong Timur
mengkonvirmasi pekebun, walau bulan sebelumnya sempat memiliki harga tinggi
senilai Rp.30.000,- hanya bertahan 2 minggu.
Seperti
yang disampaikan Yo Haryanto Pekebun tembakau asal Suboh, dalam satu hektar
harus mengalami kerugian satu juta rupiah. lain halnya dengan pekebun tembakau yang
menjual tembakau dilahan, kerugiannya hingga mencapai 5 juta rupiah. Lebih
merugi lagi jika lahan yang akan ditanami dari hasil sewa, petani akan
mengalami kerugian hingga mencapai belasan juta.
Harapan
petani pada pemerintah, agar pemenrintah memberi penetapan harga penghasilan
petani HPP yang ditetapkan pemerintah sehingga bisa perkecil permainan harga
oleh oknum oknum tertentu.
Mungkinkan
petani Situbondo akan selalu mengalami kegagalan dan kegagalan setiap tahunnya
? dan bagaimana dengan langkah pemerintah untuk lebih tegas mengatasi kegagalan
itu.imam



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home