Thursday, 5 November 2015

PEKEBUN TEMBAKAU SITUBONDO MERUGI






Situbondo, Teropong Timur. Com
Lagi lagi kegagalan pekebun tembakau terjadi. seperti yang di telusuri Teropong Timur News tentang tembakau di Kabupaten Situbondo 2015.
Pemilik lahan pertanian yang sebelumnya mengalami gagal panen pada lantaran hama wereng hingga sejumlah petani mengalami kegagalan. Untuk 2015 petani mencoba mengalihkan pola tanam, dan mengarah ke tanaman tembakau. namun lagi lagi mengalami kegagalan. tapi untuk kali ini kegagalannya bukan disebabkan hama tanaman, tetapi harga yang tidak bisa menutupi modal. seperti yang dikeluhkan pekebun tembakau , dalam satu hektar lahan membutuhkan modal sekitar 20 juta, mulai membajak, membuat bidingan, selokan penampung air, membuat lubang tanam, pembelian bibit , ongkos pemeliharaan, harga pupuk , pengobatan, biaya panen dan ongkos merajang hingga menjadi tembakau.
pengeluaran itu diluar sewa tanah. sementara 1 hertar bisa bisa menampung 20 pohon. cukup rumit dan besar biayanya.
Dalam 1 hektar diperkirakan menghasilkan 14 - 15 kwintal.  Untuk mencapai tembakau siap jual, sejak awal penanaman membutuhkan waktu sekitar 100 hari untuk panen pertama ditambah satu minggu untuk bisa memiliki nilai jual.
Harga jual dalam 1 kilo Rp.10.000,- sampai Rp.17.000,- saat Teropong Timur mengkonvirmasi pekebun, walau bulan sebelumnya sempat memiliki harga tinggi senilai Rp.30.000,- hanya bertahan 2 minggu.
Seperti yang disampaikan Yo Haryanto Pekebun tembakau asal Suboh, dalam satu hektar harus mengalami kerugian satu juta rupiah. lain halnya dengan pekebun tembakau yang menjual tembakau dilahan, kerugiannya hingga mencapai 5 juta rupiah. Lebih merugi lagi jika lahan yang akan ditanami dari hasil sewa, petani akan mengalami kerugian hingga mencapai belasan juta.
Harapan petani pada pemerintah, agar pemenrintah memberi penetapan harga penghasilan petani HPP yang ditetapkan pemerintah sehingga bisa perkecil permainan harga oleh oknum oknum tertentu.
Mungkinkan petani Situbondo akan selalu mengalami kegagalan dan kegagalan setiap tahunnya ? dan bagaimana dengan langkah pemerintah untuk lebih tegas mengatasi kegagalan itu.imam

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home