KOTA TAPE BONDOWOSO MEMANG SANGAT HEBAT, SIAPA YANG DEKAT DENGAN PENGUASA, PASTI DAPAT DANA
![]() |
ilustrasi hibah dari sang " penguasa " |
Bondowoso, Teropong Timur.com
Habib Ali Husen Assegaf Aktifis LSM Graji Pasuruan menjelaskan secara Gamblang
terkait dengan ada Dugaan “Permainan” antara “Penguasa”
dan orang – orang yang dekat dengan Penguasa tersebut yang sangat jelas bermain
tentang APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ) tahun 2015,Dalam
penjabaran APBD Tahun 2015, lampiran Perbub Bondowoso
Nomor 65 tahun 2014, tanggal 19 Desember 2014 pada Kode Rekening
1.20.1.20.05.00.00.5.1.4 tentang Belanja Hibah terjabarkan pada Kode Rekening
1.20.1.20.05.00.00.5.1.4.05 Belanja Hibah Kepada Badan/Lembaga/Organisasi
antara lain :
Kode Rekening 1.20.1.20.05.00.00.5.1.4.05.01 Hibah kepada KONI sebesar Rp.
2.100.000.000,- Hibah kepada PMI sebesar RP. 100.000.000,-Hibah kepada
Pramuka sebesar Rp. 100.000.000,-Hibah kepada Yayasan Rumah Sakit Nahdatul
Ulama sebesar Rp. 500.000.000,-Hibah Kepada LSM Nusa Institute sebesar Rp.
50.000.000,-Hibah Kepada Pundo Mas Rp. 100.000.000,-Hibah Kepada Gardamas
(posyandu) Rp. 209.000.000,-Hibah Kepada Mts NU 1 Ds Gambangan Maesan Rp.
50.000.000,-Hibah Kepada SMP NU 14 Wonosuko Tamanan Rp. 50.000.000,-Hibah
kepada Bosda Madin sebesar Rp. 1.929.600.000,-Hibah Kepada penyedia makanan
tambahan anak sekolah Rp. 100.000.000,-Hibah Kepada penyelenggara kejar paket A,B
dan C masing-masing Rp. 200.000.000,-Hibah Kepada bantuan keuangan siswa miskin
untuk 44 sekolah swasta (APBD I) Rp. 1.010.880.000,-Hibah Kepada bantuan
keuangan siswa miskin untuk 87 sekolah swasta (APBD II) Rp. 700.440.000,-Hibah
kepada Stain At-Takwa (Mts) sebesar Rp. 50.000.000,00Hibah kepada Yayasan
Manbaul Ulum sebesar Rp. 50.000.000,- (milik Wakil Bupati)Hibah kepada Polres
Bondowoso (pengamanan pilkades) Rp. 322.400.000,-Hibah kepada Himpaudi sebesar
Rp. 50.000.000,00,- (diketuai oleh Ibu Bupati Bondowos)Hibah kepada 20 Lembaga
Pendidikan Swasta dengan total Rp. 1.000.000.000,-Hibah kepada IGTKI-PGRI Rp.
50.000.000,-Hibah kepada TK Bhayangkari 26 sebesar Rp. 100.000.000,-Hibah
kepada Kelompok masyarakat petani tembakau Rp. 560.000.000,-Hibah kepada
PAMSIMAS Rp. 440.000.000,-Hibah kepada MTS Al-Anwar dan MD 1 NU Cermee masing –
masing @ Rp. 100.000.000,-Hibah kepada pengembangan pangan (kelompok lamas Rp.
30.000.000,- dan kelompok baru Rp. 60.000.000,-Hibah kepada Pendidikan Diniyah
dan Guru Swasta sebesar Rp. 5.788.380.000,-Hibah kepada gabungan organisasi
penyelenggara taman kanak-kanan Indonesia GOPTKI Rp. 100.000.000,-Hibah kepada
forum pendidikan anak usia dini (PAUD) Rp. 200.000.000,-“Dimana untuk dana
hibah yang memiliki nilai fantastis dan turun kepada lembaga yang memiliki
“Kedekatan dengan Penguasa” yang semuanya untuk Kelompok Nahdatul Ulama (tanpa
maksud redaksi mendiskreditkan organisasi tertentu), sungguh sangat mengesankan
karena menelan hampir 11,4 Miliar. Bagaimana Para Lembaga meng-“SPJ”-kan
sebagai pertanggung jawaban dana Hibah dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso? “,
papar Habib Ali Husen Assegaf, LSM Graji
“Apakah karena kebanyakan yang menjadi Pejabat maupun Anggota Dewan semuanya
hampir merupakan kelompok Nahdatul Ulama?“, tanya Habib Ali Husen Assegaf, LSM
DPP Graji Pasuruan.
“Yang lebih mengejutkan adalah Hibah Untuk KONI (2,1 Milyar) dan Bosda Madrasah
Diniah (MADIN) (1,9 Milyar) dan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta menelan
(5,78 Milyar) dengan 3 Penerima Hibah sudah sebesar 9,78 Miliar bagaimana dan
dipergunakan seperti apa uang rakyat sebesar itu? Siapakah Oknum yang mengatur
Pemberian Dana Hibah secara “Pilih Kasih” yang terjabarkan pada APBD yang sudah
menjadi lampiran Peraturan Bupati (PERBUB No 65) ini ? “ ujar Habib Ali Husen
Assegaf, LSM Graji dengan terkejut.
“Belum lagi kami temukan Alokasi Dana Bantuan Sosial No Rek.
1.20.1.20.05.00.00.5.1.5.03.01 Belanja Bantuan Sosial Kepada Anggota Masyarakat
sebesar Rp. 7.280.000.000,- yang disinyalir daftar penerima merupakan orang
dekat penguasa, masih ditambah lagi Bantuan Sosial yang tidak direncanakan
sebesar 1.000.000.000,00 (1 Milyar)? tanpa ada kejelasan Siapa Anggota
Masyarakat yang menerima ? “ tanya Habib Ali Husen Assegaf, LSM Graji.
"Alokasi Belanja Bantuan Sosial Kepada Anggota Masyarakat, pada pos Klaim
Kesehatan Perangkat Desa sebesar Rp. 2.000.000.000,- (2 Milyar) sangat
fantastis nilainya berarti disini perangkat desa tidak memerlukan yang namanya
BPJS Kesehatan karena sudah ada anggaran klaim kesehatan yang dianggarkan DPPKA
melalui PERBUB NO 65!"
“Tentunya Alokasi Anggaran ini sudah melalui Banggar DPRD Bondowoso dan yang
menjadi pertanyaan kami apakah ada Modus Penetapan penerima dari beberapa PIHAK
OKNUM sehingga terjabarkan dengan jelas Penerima Hibah dan Dana Bantuan Sosial
tersalurkan dengan Pilih Kasih dan Pihak DPPKA apakah sudah menyampaikan
pengumuman ataupun sosialisasi tentang Penyaluran Dana Hibah dan Sosial kepada
Khalayak Masyarakat? Karena Dana Apapun didalam anggaran pemerintah adalah
hasil pungut PAJAK yang dibayar oleh rakyat”.
“Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik pasal 3
yang bertujuan jelas untuk menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana
pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan
keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik; mendorong
partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik; meningkatkan
peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan
Publik yang baik; mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang
transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan;
mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak”.
“Sesuai UU No 14 Tahun 2008 diatas, Tolong .... kami masyarakat Bondowoso
membutuhkan penjelasan terkait alokasi dana Hibah dan Sosial yang kami paparkan
diatas, tentunya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan aset kabupaten
Bondowoso merumuskan visinya yaitu Terwujudnya Tata Kelola Pendapatan Asli
Daerah, Keuangan Daerah dan Aset yang Tertib, Efektif, Efisien, Transparan dan
Akuntabel, jadi jangan bodohi kami dengan Visi Palsu“, ujar Habib Ali Husen
Assegaf, LSM Graji dengan nada lantang.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home