Friday, 12 July 2019

Bupati Jember Berikan Suport Dan Semangat Pada Pasukan Yonif R 509



TEROPONG Jbr – Keberangkatan penugasan pasukan di daerah perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea kali ini sangat intimewa pasalnya bukan hanya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memberikan support dan semangat kepada 450 pasukan Yonif R 509 Balawara Yudha dalam penugasan Pamtas di RI-PNG, Bupati Jember dr. Hj. Faida juga memberikan hal yang sama. Faida juga memberi bekal pasukan dalam menjaga wilayah perbatasan RI dengan Papua New Guinea. Jum’at 12/07/19.

Pada awak media sesaat setelah melakukan kegiatan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR. mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember akan membantu sedikit bekal kepada pasukan ynag akan di berangkatkan di perbatasan.  “Kami membantu bekal bagi anggota Yonif 509 berupa bibit-bibit tanaman buah dan juga buku-buku untuk anak-anak Papua, kami juga menitipkan salam untuk saudara sebangsa di Papua melalui Dansatgas, bahwa kami semua juga saudara dalam naungan NKRI,” ujarnya.

Lebih jauh Bupati menjelaskan, bantuan bekal berupa bibit tanaman kepada pasukan yang ditugaskan Pamtas di RI-PNG, dikarenakan selain lebih mudah, masa penugasan pasukan Pamtas di Papua cukup lama, yakni 9 bulan, sehingga dengan bantuan bibit tanaman buah, akan bermanfaat saat 4 bulan masa berbuah. Sedangkan untuk buku-bukunyadiharapkan bisa lebih bermanfaat dalam rangka memejukan pendidikan di daerah terpencil tersebut.

Sementara itu Dansatgas Letkol. Inf. Wira Muharromah S.sos. mengucapkan terima kasihnya atas support dan bantuan bibit buah dan buku dari Pemkab Jember, karena penempatan pasukan Yonif R 509 berada di wilayah utara Papua. Kawasan tersebut merupakan medan perbukitan dan rawa, lokasi nya juga jauh dari perkampungan. “Memang nanti kami akan ditugaskan di wilayah Papua bagian utara, dimana selain jauh dari warung, medannya juga di hutan dan rawa, dan bibit tanaman buah ini sangat berarti, karena nanti akan ditanam di lokasi tersebut. Kalau kita bawa bekal makanan jadi atau siap masak saja, tidak akan  bisa bertahan lama, dan satu-satunya cara adalah dengan menanam buah-buahan atau ubi-ubian,” pungkas Wira. (*)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home