Harera, ibu korban
Situbondo,www.teropongtimur.co.id
Kejadian yang menimpa putri keduanya, Ism, 14 tahun baru lalu sampai hari ini sejak di laporkan pada pihak berwajib, dalam hal ini Polres Situbondo, Unit PPA masih belum memberikan hasil yang memuaskan, pasalnya kasus tersebut masih tidak bisa menahan Sngrt, 50 Tahun yang fi duga srbagai pelaku, akhirnya Harera menjerit. Hatinya sangat sakit, " Coba Sampean Mas, apabila anak sampean di gitukan sama orang bagaimana hati sampean ? " ujarnya sambil menahan air mata. Memang di akui bahwa selama ini putrinya di tinggal untuk sementara ke negri Jiran malaysia untuk mencari modal demi kelangsungan hidupnya bersama buah hatinya yaitu putrinya dan sementara menurut penjelasannya si Ism di titipkan pada kakak kandungnya, Junaidi. 36 tahun warga Dusun Pesisir Utara Desa kilensari Panarukan Kabupatrn situbondo, secara otomatis sangat kaget mendengar bahwa Ism Putrinya di duga di perdaya oleh Snrgt, 50 tahun yang masih tetangganya dan juga masih terhitung saudara jauhnya. Dari peristiwa itu dirinya yang kerja di malaysia langsung pulang dan menindak lanjuti pelaporan Junaidi pada Pihak Kepolisian.
Akan tetapi menurutnyasangat di sayangkan, lambatnya penanganan kasus tersebut sangat jelas, " Masak Polisi kalah dengan Dia ( Sngrt - Red ) ? " tegasnya, di tambahkannya lagi, Ism sang buah hatinya yang sudah mengakui bahwa dirinya ( Ism - red ) benar-benar di perdaya atau di beri iming-iming uang kemudian melakukan hal yang di luar batas kewajaran, dari hal tersebut masih belum bisa secepatnya tertangani, akankah di peti eskan ? Dirinya tidak akan terima, selanjutnya akan terus menjerit dan bersuara, Penanganan PPA Polres situbondo akan di kejar terus bersama LSM Teropong dan beberapa pihak. " Saya tidak terima, Harga diri putri saya jangan di nilai sangat rendah oleh Polisi " Ujarnya dengan Nada Geram. Red |
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home