Saturday, 10 November 2018

LSM MADURA BERSATU : SALAH JIKA AYAM BANTUAN BANYAK MATI KEMUDIAN MENYALAHKAN KEPALA DESA



Bondowoso, teropongtimur.co.id
Ramainya pemberitaan di media online tentang desa Bendelan kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso soal Program Bantuan ayam joper dari disperta tahun anggaran 2018 membuat Ketua DPK LSM  MABES (MADURA BERSATU) Erfan Bachtiar, SH, Juga ikut  berkomentar. 
Program Bantuan ayam joper dari Direktorat jenderal Pertanian dalam tahun 2018,  untuk Kabupaten Bondowoso ada 3 kecamatan yang kecipratan dari ini yakni kecamatan Sumber Wringin, Binakal, dan kecamatan Grujugan dengan total 11.365  RTM ( Rumah tangga miskin ).  
Ketua DPK LSM MADURA BERSATU Bondowoso menyampaikan pendapatnya sesuai hasil pemantauan di beberapa desa. 
Erfan.Bachtiar, SH.Ketua LSM MABES
" Saya hanya ingin mengatakan bahwa jika ayam yang di terima warga dan beberapa minggu kemudian banyak yang mati jangan lalu menyalahkan orang lain , penyebab banyaknya ayam yang mati di sebabkan beberapa faktor dan ini  perlu di lakukan kajian khusus oleh dinas terkait,  jadi tak perlu menyalahkan siapa siapa apalagi menyalahkan kepala desa., " kata ketua DPK LSM MABES ( MADURA BERSATU) Bondowoso Erfan Bachtiar, SH. 

" Juga Soal pembuatan kandang ayam yang perlu di pahami adalah kronologisnya  dari awal sebelum dananya cair,  karena saya sendiri sempat melakukan pemantauan dan konfirmasi kepada  beberapa kepala desa terkait soal dana kandang,  Tentunya dengan situasi seperti ini Kepala Desa yang tidak punya uang pribadi untuk pembuatan kandang akan manjadi sebuah dilema dan persoalan yang emergensi . Tak bisa di bayangkan jika puluhan ribu ayam sudah datang sedangkan kandangnya belum siap, " Tambah Erfan Bachtiar, SH. 
Hal senada juga di benarkan oleh kepala Desa Binakal Samsul Arifin,  " Ya mas,  waktu itu kami  di suruh menyiapkan kandang sesuai petunjuk ukuran dan bahan dari dinas,  kami di suruh menyediakan kandang sebelum ayam bantuan datang di kirim, padahal dana nya belum ada,  " kata Samsul kepala desa Binakal. 
Erfan Bachtiar juga menghimbau kepada masyarakat atau siapapun jangan mudah menyalahkan jika belum tau permasalahan yang sebenarnya. 
" Kita jangan tergesa -  gesa menyalahkan dulu jika belum tau permasalahan yang sebenarnya , apalagi yang di obok obok hanya satu atau dua desa misalnya, ini ada apa,,?   Sedangkan  RTM penerima bantuan itu tidak di bebani apa apa,  kandang di buatkan,  ayam,  pakan dan  obat obatan di beri secara cuma -  cuma. Kalau ayamnya mati tinggal laporan ke petugas desa  nanti akhirnya akan di ganti dalam waktu 5 hari cukup ada bukti foto saja, " Tambah Erfan Bachtiar . 
Masih Erfan ,"  Dan Perlu di ketahui bersama bahwa di Bondowoso ada 3 kecamatan yang mendapatkan bantuan ayam ini yakni kecamatan sumber Wringin, binakal, dan kecamatan  Grujugan  dengan jumlah total 11.365 RTM penerima, dan soal kematian ayam hampir semua desa mengalami peristiwa yang sama bukan hanya desa bendelan saja seperti yang sering muncul di berita on line, " Pungkas nya. 
Seperti hasil Pantauan awak  media pada sebulan yang lalu di desa jeruk soksok sudah  tercatat 5.414 ekor ayam yang mati. kalau sudah mati mau di apakan? 
Bisa jadi banyak faktor yang menjadi tingginya angka kematian ayam,  seperti cuaca yang cukup extrem,  kedua adalah suhu di mana suhu di  Singosari Kabupaten Malang sebagai pusat  pembiakan ayam joper suhu nya sangat dingin, sedang di bondowoso cukup panas,  ketiga perjalanan saat ayam di bawa di tempat awal menuju lokasi daerah bantuan menempuh perjalanan hampir 200 kilometer, tentu ayam akan stres,  juga soal obat obatan di mana para penerima yang mayoritas masyarakat  awam tidak pernah di beri penyuluhan dalam mempraktekan penggunaan obat obatan untuk ayam hanya sebatas pemberitahuan sekilas karena terkendala waktu yang tidak memadai untuk melibatkan 11.365 RTM ( Buhari )

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home