Kab. Jember Kedatangan Tim Study Banding Dari Kab. Humbang Hasundutan, SumUt
TEROPONG Jbr – Kedatangan Tim Study Banding Pemerintah
Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ke Kabupaten Jember dalam rangka
untuk mempelajari Kopi Jember yang menjadi
salah satu produk pertanian uanggulan dan potensi Kabupaten Jember. Hal ini
yang menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dalam
studi banding.
Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief
sendiri yang menyambut kedatangan Tim Study Banding Pemerintah Kabupaten
Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang diketuai oleh Wakil Bupati Humbang
Hasundutan Saut Parlindungan Simamora, Kamis 8 November 2018, di kantor
Pemerintah Kabupaten Jember.
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Saut Parlindungan
Simamora menjelaskan bahwa “Salah satu komunitas unggulan Kabupaten Humbang
Hasundutan adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Jember, lebih 30 tahun lalu
dengan nama Kopi Jember. Jadi kami berpikir, mulai dari dulu kopinya kopi
Jember, tapi kita belum pernah nengok bagaimana keadaan sebenarnya kopi di
Jember,” ungkap Saut Parlindungan Simamora.
Lebih jauh Beliau mengungkapkan bahwa keunggulan
kopi Jember tahan terhadap racun atau ulat. Hal ini tidak membuat petaninya
capek untuk merawat. Kopi Jember pun sudah disilang dengan kopi Humbang
Hasundutan. Saat ini ada varietas baru, yang informasinya mampu meningkatkan produksi
hingga 2 smapai 3 kali lipat. Tentu ini adalah kabar baru yang akan bermanfaat
bila dibawa pulang ke Humbang Hasundutan yang penduduknya 85 persen petani,
dengan 70 persen diantaranya menanam kopi.
Dari hasil studi banding ini Saut Parlindungan
Simamora berharap mendapatkan lebih banyak ilmu pengetahuan untuk meningkatkan
taraf hidup masyarakat, utamanya di bidang pertanian kopi.
Sementara itu Wabup Muqit Arief menyampaikan, dalam
studi banding ini untuk saling belajar tentang kopi. Apalagi kopi Jember telah
dikenal oleh petani Humbang Hasundutan sejak tahun 1985. “Jadi petani di
Kabupaten Humbang sudah terbiasa dengan kopi Jember,” ujar Wabup Muqit Arief.
Ketika di Jember, kata Wabup Muqit Arief, bisa bertemu
langsung dengan ahlinya dan melihat langsung kegiatan menanam bibit kopi hingga
proses akhir.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab
itu, Bupati Humbang Hasundutan memberikan cindera mata berupa Ulos kepada Wabup
Muqit Arief. Ulos menjadi penghargaan tertinggi dari masyaraka Batak. Wabup
mengaku pemberian cinderamata kali ini sangat luar biasa, karena pemberian ulos
yang hanya diberikan untuk penghargaan tinggi. (*)
Labels: Pemerintah



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home