Thursday, 8 November 2018

Kab. Jember Kedatangan Tim Study Banding Dari Kab. Humbang Hasundutan, SumUt



TEROPONG Jbr – Kedatangan Tim Study Banding Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ke Kabupaten Jember dalam rangka untuk mempelajari Kopi Jember yang  menjadi salah satu produk pertanian uanggulan dan potensi Kabupaten Jember. Hal ini yang menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dalam studi banding.

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief sendiri yang menyambut kedatangan Tim Study Banding Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang diketuai oleh Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora, Kamis 8 November 2018, di kantor Pemerintah Kabupaten Jember.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora menjelaskan bahwa “Salah satu komunitas unggulan Kabupaten Humbang Hasundutan adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Jember, lebih 30 tahun lalu dengan nama Kopi Jember. Jadi kami berpikir, mulai dari dulu kopinya kopi Jember, tapi kita belum pernah nengok bagaimana keadaan sebenarnya kopi di Jember,” ungkap Saut Parlindungan Simamora.

Lebih jauh Beliau mengungkapkan bahwa keunggulan kopi Jember tahan terhadap racun atau ulat. Hal ini tidak membuat petaninya capek untuk merawat. Kopi Jember pun sudah disilang dengan kopi Humbang Hasundutan. Saat ini ada varietas baru, yang informasinya mampu meningkatkan produksi hingga 2 smapai 3 kali lipat. Tentu ini adalah kabar baru yang akan bermanfaat bila dibawa pulang ke Humbang Hasundutan yang penduduknya 85 persen petani, dengan 70 persen diantaranya menanam kopi.

Dari hasil studi banding ini Saut Parlindungan Simamora berharap mendapatkan lebih banyak ilmu pengetahuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, utamanya di bidang pertanian kopi.
Sementara itu Wabup Muqit Arief menyampaikan, dalam studi banding ini untuk saling belajar tentang kopi. Apalagi kopi Jember telah dikenal oleh petani Humbang Hasundutan sejak tahun 1985. “Jadi petani di Kabupaten Humbang sudah terbiasa dengan kopi Jember,” ujar Wabup Muqit Arief.
Ketika di Jember, kata Wabup Muqit Arief, bisa bertemu langsung dengan ahlinya dan melihat langsung kegiatan menanam bibit kopi hingga proses akhir.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab itu, Bupati Humbang Hasundutan memberikan cindera mata berupa Ulos kepada Wabup Muqit Arief. Ulos menjadi penghargaan tertinggi dari masyaraka Batak. Wabup mengaku pemberian cinderamata kali ini sangat luar biasa, karena pemberian ulos yang hanya diberikan untuk penghargaan tinggi. (*)



Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home