Friday, 24 August 2018

Sosialisasikan Pelaksanaan Program Pembangunan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya


TEROPONG Jbr - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Jember  menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Program Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya. Sosialisasi yang merupakan kegiatan dari Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Tahun Anggaran 2018 ini, dipimpin langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. Kegiatan Sosialisasi yang berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Jumat (24/8/2018).

Acara sosialisasi ini melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pejabat setempat hingga masyarakat penerima manfaat. Ada 5 (Lima) yang menjadi prioritas dari acara sosialisasi ini,  program tersebut yakni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), Air Bersih, Sanitasi, dan Air Limbah Setempat.

Dalam sambutannya Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa “Program RTLH ini bertujuan memperbaiki kualitas rumah dan menjadi rumah sehat. Sehingga menjadi layak, tidak lagi dalam keadaan bocor, berlantai tanah dan keselamatan bangunan terjamin,” ungkapnya.

Sasaran program RTLH adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Target penuntasannya pada tahun 2021. Penuntasannya melalui dua program, yaitu untuk perkotaan wilayah bebas kumuh dan RLTH di pedesaan.

Terkait dengan anggaran Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa “Pelaksanaan lima program tersebut menggunakan anggaran pembangunan yang terkumpul dari dana pusat APBN, DAK, maupun dari APBD Kabupaten Jember. Termasuk dari APB Des sebesar 10 persen, Dana dikirim melalui transfer perbankan dan didampingi langsung oleh Pengadilan Negeri Jember untuk menghindari penyelewengan,” jelasnya.

Bupati Faida menjelaskan bahwa dana bantuan yang diberikan berupa stimulan. Sebesar 15 persen dana pembangunan itu untuk honor tukang. Tukangnya harus orang setempat, sehingga perputaran uang berada di daerah setempat pembangunan. Pelaksanaan program pembangunan tersebut dalam bentuk swakelola. Pembangunan dikerjakan oleh kelompok masyarakat setempat dengan bergotong royong.

Menurut Bupati Faida “Program ini sangat transparan. Sebab, penghitungan RAB-nya mendapat pendampingan. Demikian juga dengan pelaporannya terdapat ada juknis dengan tahapan-tahapan yang telah tersusun baik.

Terkait teknis pelaksanaan pembangunan, Bupati Faida berpesan kepada masyarakat penerima manfaat agar membeli bahan bangunan di daerah sekitar lokasi pembangunan masing-masing, sehingga bisa saling menghidupi.  Dan apabila pembangunan sudah selesai, masyarakat harus merawatnya. Sehingga hasil pembangunan tetap terpelihara dengan baik. ,” pesannya. (*)








Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home