Smart City untuk Kesejahteraan Masyarakat
TEROPONG Jbr – Gerakan Menuju 100 Smart City yang
digagas oleh Direktorat E-Goverment Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan
Bupati Jember beberapawaktu yang lalu diimplementasikan dengan mengadakan
Bimtek lanjutan. Bimbingan teknis akan berlangsung selama dua hari, mulai Senin
20/8/2018, bertempat di Aula Pusdiklat BKPSDM GOR Kaliwates.
Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Ir Mirfano
mengingatkan bahwa Gerakan Menuju 100 Smart City di Kabupaten Jember mengarah
kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan berkomitmen ramah terhadap
kesejahteraan sosial.
Lebih jauh Mirfano mengingatkan agar masing-masing
organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Jember menyiapkan inovasinya. Selain
itu, semua OPD bisa terbuka terhadap informasi kecepatan penyebaran informasi
saat ini menjadi sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan, dan bukan malah menjadi
problem. Produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya alam, sumber
daya ekonomi, dan sumber daya manusia menjadi lebih efisien dengan menggunakan
IT.
“Sehingga efisiensi akan menjadi tolak ukur
kesuksesan,” katanya. "Manfaatkan bimtek dengan serius sampai selesai,
untuk menuju kabupaten Smart City," katanya.
Sebagaimana telah diketahui, Kabupaten Jember
menjadi salah satu kabupaten/kota yang terpilih untuk melaksanakan program dari
Kementerian Komunikasi dan Informasi tersebut.
Sementara itu Direktorat E-Goverment Kementerian
Komunikasi dan Informatika Setiawan S.Sos ME, mengatakan, program Smart City
yang dimulai tahun 2017 oleh Menteri Kominfo Rudiantara sebagai program yang
menjawab semua tantangan yang dialami semua kabupaten atau kota di Indonesia.
Beliau menjelaskan bahwa “Melalui program ini di
tahun 2017 sudah dilaksanakan di 25 kabupaten/kota. Di tahun ini di 50
kabupaten/kota. Dan Kabupaten Jember masuk dalam program tahun ini,” jelasnya.
Ia menjelaskan, masterplan smart city bukan hanya
untuk jangka pendek. Tetapi, untuk jangka menengah dan panjang.
Tantangan yang dihadapi ketika melaksanakan program
Smart City adalah masalah infrastruktur dan kesiapan SDM. Nantinya ada solusi
dan inisiatif untuk menyelesaikan masalah ini.
“Program
Smart City ini adalah program bersama, program gotong royong antar-perangkat
daerah, bukan programnya Dinas Kominfo saja, melainkan semua dinas terkait,”
tandasnya. (*)
Labels: Pemerintah







0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home