Tuesday, 17 October 2017

LAWAN RADIKALISME DAN TERORISME

TEROPONG TIMUR ONLINE, Jember
Kegiatan Konferensi Tokoh Warga melawan Radikalisme dan Terorisme yang di laksanakan di Aula IAIN Jember, Minggu (15/10/17) oleh lembaga pendidikan IAIN dan POLRES JEMBER dihadiri oleh beberapa tokoh agama, Kyai dan Guru agama bahkan takmir masjid, Mushollah berkumpul mengacarakan kegiatan ini. Kegiatan ini adalah tindak lanjut kegiatan yang sudah laksanakan POLRES JEMBER pada saat di New Sari Utama bulan April Lalu

Kapolres jember AKBP Kusworo WibowoSH.SIK.MH.,dalam sambutannya mengajak semua lapisan masyarakat untuk menangkal Radikalisme secara bersama-sama, agar kedepannya tidak tumbuh kembang di Kabupaten Jember.

"Pencegahan berkaitan dengan tumbuh kembangnya paham Radikal maupun teroris itu bisa dengan dilakukannya kontra radikal dengan radikalisasi, tapi untuk kontra radikal ini aparat perlu kerjasama dari seluruh komponen warga masyarakat. Menurut kami acara ini sangat bagus menurut kami karena ini merupakan tindak lanjut dari pada seminar yang pernah Polres laksanakan yaitu mensosialisasikan ancaman atau bahaya dari pada teroris, dimana waktu itu sebagai pembicara dari BNPT Brigjen Hamli,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo WibowoSH.SIK.MH.

“ Sinyalemen yang ada di Jember ini baru ketahuan satu tahun terakhir adanya kelompok-kelompok keras baru dan kita tidak perlu menunggu lagi, kita harus action sekarang. Saya berharap kedepan tidak ada kelompok radikal yang tumbuh kembang di Jember, termasuk di seluruh indonesia" harapnya.

Kontra radikalisme adalah bagaimana warga masyarakat yang belum terkena paham radikal untuk tidak terkena paham radikal, kita sendiri harus mengimunkan diri kita supaya kita menjadi kebal diantaranya dengan penyebaran ajaran-ajaran yang ahli sunnah wal jamaah, sehingga kita tidak terkontaminasi khususnya kepada kelompok-kelompok yang suka membit'ah-bit'ah akan kelompok lain yang suka mengkafir-kafirkan kelompok lain yang pada akhirnya menjurus kearah radikal ekstrim dan menjadi kelompok radikal.

Sementara itu Prof. Babun Rektor IAIN Jember mengungkapkan “ Saya kir asemua  ini menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya kampus, dan kita pihak kampus sudah pernah di kumpulkan oleh presiden Jokowi pada saat kita bersama-sama dengan 4 ribu pimpinan perguruan tinggi di bali, bagaimana Indonesia ini aman, bagaimana NKRI itu betul-betul bisa kita nikmati sampai kapanpun. Oleh karenanya setiap ada gerakan, paham ataupun aliran mencoba untuk merubah paham yang sudah ada, saya kira beranti Pancasila maka kita sebagai bangsa Indonesia adalah wajib hukumnya untuk memerangi itu semua " ungkapnya.

Ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya TNI Polri tetapi juga masyarakat begitu juga di kampus-kampus karena apa, kampus saat ini sudah mencoba untuk masuk kampus. Tetapi kita sebagai pimpinan agar supaya hati-hati dengan adanya aliran paham yang justru akan memecah belah bangsa kita.

“ Kita harus tahu bahwa Islam yang ada di Indpnesia bukan yang ada di Arab, Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, inilah yang harus kita dengungkan. Islam itu datang bukan menimbulkan kebencian tetapi Islam yang sebenarnya Islam yang penuh dengan kedamaian" Pungkasnya. (brt)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home