HAJI NAWIRYANTO WINARNO, SE "POSITIF" SEBAGAI BAKAL CALON BUPATI BONDOWOSO DARI JALUR INDEPENDENT
Bondowoso, Teropong Timur Online
H.Nawiryanto Winarno, SE Ketua DPC HANURA Bondowoso mendatangi KPU Bondowoso pada tanggal 27 Oktober 2019 dengan maksud untuk menanyakan tentang persyaratan dirinya sebagai Calon Bupati Bondowoso periode 2018 -2023.
Dirinya ( Haji Nawiryanto - Red ) hadir bersama Mahfud Ketua PKPI DPC Bondowoso dan timnya langsung di terima oleh Junaedi,SH selaku Anggota Komisioner KPU bersama timnya, selanjutnya terjadi tanya jawab terkait proses pendaftaran sebagai Calon BUPATI BONDOWOSO, Hal ini berjalan sesuai dengan prosedur, yaitu persiapan para calon yang berangkat dari jalur. Independent dengan melakukan penyetoran 50 Ribu E-KTP yang di dapatkan dari seluruh Warga Bondowoso di 23 Kecamatan, dan Haji Nawiryantopun bersama timnya sudah siap untuk maju dengan mempersiapkan E-KTP di 219 Desa seKabupaten Bondowoso.
Selanjutnya dirinya ( Haji NAWIRYANTO - RED ) saat konfirmasi khusus dengan Tim TEROPONG TIMUR menegaskan bahwa dia sangat mendukung ke empat putra terbaik Bondowoso yg sudah siap mencalonkan Bupati melalui partai pengusung dan para pendukungnya, diantaranya adalah H.Ahmad Dafir, SPAI, DRS. Kyai Haji Salwa Arifin, Irwan Bahtiar Rahmat, SE, dan Supriyanto, SH yang masing - masing memiliki history positif dengan dirinya atau juga keluarga H.Nawir, misalkan H.Ahmad Dafir yang juga pernah di dukung saat pencalonan periode lalu di daerahnya, Irwan juga pernah di dukung di Blindungan, Kyai Salwa Arifin adalah putra dari Kyai Togo Guru Besar Ayah kandung Haji Nawiryanto di Ponpes Mambaul Ulum dan Supriyanto juga mantan adik Kelas saat SMP Negri 2 Bondowoso, karena itu semuanya tidak bisa terpisahkan.
Dirinya ( H.Nawiryanto - Red ) sebagai calon Bupati nantinya sangatlah wajar karena sebagai warga masyarakat Bondowoso mempunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin Bondowoso.
Di katakannya bahwa dalam kompetisi biasanya nanti ada yang saling memfitnah, mencekal, saling membunuh karakter sehingga kharisma kepemimpinan pada para pendukungnya akan hilang, berlomba-lomba menguasai masyarakat, kelompok pergerakan /aktifis ,komponen masyarakat tertentu, menakut nakuti masyarakat, bahkan berusaha menguasai semua Kepala Desa dan akan menguasai jalur PPS dan KPPS di TPS setempat kalau bisa akan menguasai PANWAS dan KPU serta juga akan berusaha menjadi calon tunggal,
Di katakannya bahwa langkah obyektif akan lebih indah, semua calon menjadi calon yang sehat, bersahabat, kebersamaan membangun tali persaudaraan dan membiarkan masyarakat untuk menentukan pilihannya sendiri tanpa ada unsur paksaan.
Dan kalau hal itu di lakukan, maka Bondowoso ke depan akan menjadi masyarakat adem ayem tentrem kertoraharjo, tanpa membedakan etnis ras, rukun antar agama dan kepercayaan, disinilah akan membawa kesejahteraan masyarakat bagi Bondowoso.
"Saya yakin kalau pemimpin akan berprinsip ing ngarso sungtulodo ing madyo mangun karso tutwuri handayani maka akan tercipta kedamaian dan kesejahteraan " ujarnya. Di ditambahkannya bahwa seorang pemimpin bukanlah menjadi seorang pemimpin penjahat yang terselubung, mementingkan dirinya sendiri, kelompok dan golongan serta menjadikan Calon yang berangkat dari jalur Independent juga bukan di jadikan sebagai CALON TUMBAL. RED.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home