WARGA BINAAN LAPAS II A JEMBER MENULIS ALQUR'AN
Warga Binaan Lapas II A Jember Menulis Al Qur'an
TEROPONG Timur Online, Jember -
Dalam rangka peringatan tahun baru Islam 1439 Hijriyah, Lapas II A Jember bekerjasama dengan Yayasan Persaudaraan Antar Guru Ngaji (Persada Agung) mengadakan serangkaian acara, salah satunya menulis Al Qur'an melalui metode follow the line.
"Secara genetika, tangan terdiri dari beberapa urat syaraf, sehingga saat kita menulis Al Qur'an melalui metode follow the line seluruh panca indera bermain. Sehingga bisa membentuk karakter terhadap orang yang menulis Al Qur'an," ungkap Kalapas II A Jember, Tejo Harwanto kepada awak media di musholla Lapas II A Jember, Rabu (20/09). Melalui kegiatan menulis Al Qur'an melalui metode follow the line, Kalapas Jember berharap agar kedepan fikiran dan kalbu para warga binaan Lapas II A Jember bisa berubah dari yang buruk menjadi baik.
"Semoga kedepan dengan adanya kegiatan menulis Al Qur'an melalui metode follow the line bisa menciptakan perilaku baik terhadap narapidana yang nantinya saat keluar dari Lapas kegiatan ini bisa bermanfaat baik untuk keluarga dan lingkungannya. Nanti hasil tulisan Al Qur'an para narapidana akan diseleksi dan diperbaiki oleh tim Persada Agung, kemudian dijilid untuk diserahkan kepada kami, lalu kami serahkan lagi ke Kantor Kemenkumham wilayah Jawa Timur," pungkasnya.
Kalapas Jember juga berucap syukur dengan ada Yayasan Persada Agung yang memberi sumbangsih untuk kebaikan di Lapas II A Jember. "Saya harap ada yayasan lain yang meniru untuk memberikan kegiatan positif berupa pembinaan kepribadian terhadap para narapidana Lapas II A Jember," tuturnya.
Sementara salah satu warga binaan Lapas II A Jember, H Achmad Sudiyono mengapresiasi kegiatan menulis Al Qur'an dengan metode follow the line di Lapas II A Jember. Menurutnya kegiatan menulis tangan Al Qur'an sebanyak 30 juz oleh warga binaan Lapas II A Jember merupakan hal yang luarbiasa, "Mungkin kegiatan menulis Al Qur'an dengan metode follow the line di Lapas II A Jember ini satu - satunya kegiatan yang terselenggara dari sekian Lapas di Indonesia," terangnya.
Achmad Sudiyono juga menambahkan, selain kita belajar menulis Al Qur'an, kegiatan ini bisa menjadi obat rohani, mendapat pahala dan sehat lahir - batin dan berujung khusnul khotimah. "Selaku ketua takmir di Lapas II A Jember, selain menulis Al Quran dengan metode follow the line, saya juga selalu memberikan dorongan kepada warga binaan Lapas II A Jember untuk mengikuti 17 kegiatan ala pondok pesantren di dalam Lapas,,tujuannya agar para binaan Lapas II A Jember bersabar menghadapi ujian saat berada di Lapas," pungkasnya. (brt)

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home