Akikab Pandemi Covid-19 Harga gabah menurun, Petani padi lumpuh
Para petani dan pemasok gabah/penebas diwilayah Bali banyak perubahan karena imbas Pandemi Covid-19, Suplai pasokan pangan yang cukup lancar menjadi tantangan kedepan ditengah Pandemi Covid-19 pasalnya harga gabah semakin menurun tidak stabil seperti biasaa
Berbagai kebijakan pembatasan aktivitas petani dan buruh pemotong padi yang mana disaat panen raya yang seharusnya menjadi peluang emas bagi para petani dan pemburuh yang harapan agar terlepas dari kemiskinan atau sekedar menyambung hidup, namun harapan petani sirna akibat Pandemi Covid-19 yang cukup membuat kelumpuhan baik dari petani, pemburuh juga pemasok padi/penebas
Intervensi lain yang perlu diupayakan adalah untuk mengatasi penurunan harga gabah sekaligus menstabilkan kembali harga gabah didaerah Bali yang mana sebelum covid-19 harga gabah cukup lumayan, akibat kemacetan karena pembatasan jaga jarak Pandemi Covid-19, petani, pemburuh dan pemasok gabah/penebas mengalami perubahan, baik dari pemburuh potong padi maupun pembeli gabahnya di pabrik
Miturut keterangan pemasok gabah/penebas asal Jawa yang lama bertahun-tahun di Bali, IBU ASTUTI menjelaskan kepada awak media teropong timur news, BUANG ARIFIN, Editor pusat mengatakan, petani di desa Soka, Megati, Penebel juga daerah Tabanan pada musim panen kali ini sangat jauh berbeda dibanding bulan sebelum covid-19, yang mana harga gabah sekarang menurun, yang sebelum covid-19 harga gabah per kilogram 5500 Sekaran turun menjadi 4500,....yaaaah mau gimana lagi, kita sebagai rakyat kecil juga harus patuh dengan aturan-aturan pemerintah, semua ini mengalami musibah akibat terdampak wabah virus, harus hati-hati dan selalu antisipasi yang mana pemerintah juga bermaksud baik untuk menyelamatkan nyawa rakyat dimasa Pandemi Covid-19 ini. "Jelas Ibu Astutik
"Selanjutnya, diapun mengaku pada musim panen kali ini banyak petani kesulitan untuk memanen padinya sebab cari pemburuh juga susah akibat diduga adanya pelarangan sosial bersekala besar (PSBB), sehingga pemburuh menjaga jarak sesuai anjuran pemerintah, namun hal ini terjadi tidak hanya di Bali saja bahkan di jawa pun sama, akibat wabah virus covid-19 harus lakukan yang mana demi keselamatan masing-masing, "jelas ibu Astuti
Publiser/Editing: Buang Arifin





0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home