Monday, 13 May 2019

LEMAH MENEGAKKAN PERDA TENTANG PROSTITUSI GP SAKERA TAGIH JANJI



Situbondo,wwwTeropongTimur News.co.id.


Gaung aksi demo sudah dimulai selama 5 hari kedepan,berbagai elemen Masyarakat yang  tergabung GP Sakera, menggelar aksi demo hari pertama di Kantor Pemda Kabupaten Situbondo, Senin (13/5/2019).









Ketua Pergerakan GP Sakera SYAIFUL BAHRI, menyampaikan, dampak secara langsung di dunia Prostitusi, karakteristik pekerjaan yang harus dilakukan oleh pekerja seks membuat Prostitusi menjadi pekerjaan yang berisiko tinggi.

Dalam melakukan pekerjaannya, mereka berganti-ganti pasangan dan melakukan hubungan seksual dengan banyak orang. dikawatirkan Mereka berpikir,"mereka hanya akan menjadi pekerja seks sementara saja.dalam beberapa tahun ke depan mereka akan berhenti dan beralih profesi.

"Ternyata masalahnya tidak semudah itu. aksi itu dilakukan karena ada kekawatiran, faktor keterpaksaan karena dipaksa, diperbudak oleh seseorang atau kelompok. “Ia tak berdaya untuk melawan.

Pemerintah harus menyelamatkan agar mereka tidak lagi terjerumus sebagai Pekerja Sek Kompersial(PSK). ” jelas Syaiful Bahri.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Bupati Situbondo









Lemah menegakkan Perda tentang Prostitusi padahal aksi demo yang dilakukan pernah dilakukan sebelumnya, pejabat berwenang sudah pernah berjanji untuk menjalankan Perda tersebut namun hingga kini belum terbukti sehingga kami harus turun jalan lagi secara marathon.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa menuntut Pemerintah, lebih serius menciptakan Ketertiban umum sesuai dengan Undang Undang (UU) yang berlaku.


"Aksi tersebut, menyita perhatian pengguna jalan yang dikawal aparat Kepolisian setempat.
Pengunjuk rasa yang berjumlah Puluhan Orang, membawa bendera yang bertuliskan GP Sakera dan S-One serta spanduk, dengan menggunakan motor.  (dik)