Monday, 20 May 2019

Jadikan Pesta Demokrasi 2020 Pesta Bermatabat
















Dalam menyongsong pesta demokrasi sehat pilkada 2020 yang akan datang kontribusi masyarakat sangatlah diperlukan. kepercayaan pada kontestan politik sejatinya jatuh pada mereka yang telah benar benar diakui kabupaten ini. Biarkan rakyat memilih dengan bebas sesuai hati nurani. Jangan pula diancam serta dipecah-belah dengan isu SARA dan ujaran kebencian. Jadikan pilkada kali ini menjadi pesta demokrasi bermartabat. Jangan didesak-desak. Apalagi sampai diintimidasi, diberi informasi menyesatkan, hoax dan ujaran kebencian. Itu sama saja meracuni pemilih. “Mari beri kesempatan pada pemilih menentukan pilihannya secara bebas. Siapa yang dianggap calon pemimpin amanah, biarkan pemilih yang menentukan. ARTIKEL singkat ini berangkat dari kegelisahan saya atas euforia berbagai kalangan dalam menyambut hajatan demokrasi (pilkada), yang secara terang-terangan maupun abu-abu menaruh harapan besar pada setiap calon kepala daerah untuk melahirkan perubahan. Apakah salah? Menurut saya tergantung identifikasi persoalan yang ditemukan serta gagasan perubahan apa yang dicanangkan. Jika perubahan kita maknai secara sederhana, semisal adanya rotasi kepemimpinan politik, maka pilkada merupakan arena yang tepat untuk itu. Namun, jika perubahan kita letakkan pada jantung ekonomi-politik, yang menghendaki perubahan mendasar dari tatanan ekonomi yang selama ini eksis beroperasi, maka kita perlu mendiskusikannya lebih serius. Kami berharap pada rekan rekan wartawan khususnya Teropong Timur News untuk tidak menyebar isu isu yang berhubungan dengan fitnah berita hoax dan lain lain. karena Kondisi  yang kini sedang kita nikmati secara seksama dan gembira. Demokrasi hanya menjadi ajang untuk pergantian dan pembagian kekuasaan di tingkatan elite, sementara rakyat hanya menjadi peserta penggembira lima tahunan. Sampai kapan kita ingin terus menikmati pestanya para oligarkh ini? Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.