Thursday, 30 May 2019

Firnando, Aktifis LSM Teropong Rencanakan Melaporkan Seluruh Kepala Sekolah SD Se Kabupaten Pesawaran Kepada Aparat Hukum




Pesawaran, www.teropongtimur.co.id

Dugaan Kasus Tindak Pidana setiap Orang tentu di haruskan untuk mempertangung jawabkan pada pihak berwajib dan secara otomatis akan menerima Hukuman Akibat dari perbuatannya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Pesawaran, Propinsi Lampung yang telah menindak lanjuti seorang Aktifis LSM Teropong Timur sampai pada akhirnya di tahan karena di duga Melakukan Pemerasan terhadap Oknum Kepala Sekolah, padahal dalam kenyataannya tidaklah seperti itu.

FIRNANDO menceritakan secara detail pada Tim Teropong Timur terkait kasus yang pada saat itu di tanganinya dengan membawa semua data Dugaan Tipikor yang di lakukan oleh Oknum Kepala Sekolah Dasar Se Kabupaten Pesawaran,bahwa yang telah terjadi adalah Tindakan yang di duga kuat masuk dalam Ranah Hukum,khususnya Tipidkor.
"Terkait Kejadian tersebut akan saya tindak lanjuti dengan melaporkan secara detail pada pihak berwajib. " Tegasnya, 

 "Selanjutnya Ditambahkannya bahwa Semua Oknum Kepala Sekolah se Kabupaten Pesawaran tidak akan bisa lari dari tindakannya untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya, hal ini agar semua pihak memahami bahwa semua tindakannya harus di bayar dengan Hukuman,

 Ini karena ada kabar bahwa semua pihak sepertinya sudah tidak bisa di ajak untuk kerjasama mengatasi Dugaan Tipidkor ini, hal ini di sebabkan karena kepiawaian para Kepala Sekolah yang juga di duga mengadakan kerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan Penjebakan sampai akhirnya seorang aktifis tersandung masalah, 

"Karena itu DONA akan benar - benar mengungkapkan semua data Dugaan Tipidkor yang di lakukan oleh seluruh Kepala Sekolah se Kabupaten Pesawaran, selain itu dirinya ( Dona - Red ) juga akan melakukan Jumpa Pers agar semua pihak mengetahui bahwa tindakan seluruh Kepala Sekolah tersebut di duga telah melakukan kerjasama dengan pihak terkait sehingga kasus yang menimpa mereka ( Kepala Sekolah - Red ) tidak pernah ada, karena itu saat ini akan benar - benar di ungkapkan agar para Kepala Sekolah tersebut bisa mempertanggung jawabkan semua Perbuatannya. RED