Asal usul Nama RSD dr. Soebandi Jember
TEROPONG Jbr – Nama RSD dr. Soebandi Jember bukan
hanya sekedar namayang di ambil dari luar Kabupaten Jember, tetapi nama dr.
Soebandi mempunyai sejarah tersendiri bagi masyarakat Khususnya masyarakat
Jember. Hal ini dikatakan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat Peluncuran
perdana buku yang menceritakan kisah kecil Letkol. dr. RM Soebandi hingga gugur
di medan pertempuran di Cempaka Hill Hotel, Sabtu 9 Februari 2019.
Buku biografi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi
generasi mendatang. “Nama dr. Soebandi sudah tidak asing di telinga masyarakat
Jember. Tetapi buku catatan tentang sejarah hidupnya sangat sedikit sekali.
Karena itu, dengan terbitnya biografi ini saya mengharap seluruh guru dan
pendidik, sejarawan, dan warga Jember semakin mengenal pahlawannya,” kata Bupati.
Buku ini terbit atas gagasan dr. Widorini, MARS.,
putri pasangan Letkol. dr. RM Soebandi dan Rr Soekesi, yang mendapat dukungan
penuh dari kakaknya, Widyastuti.
Dalam buku biografi setebal 304 halaman itu juga
diceritakan penemuan jasad Letkol. dr. RM Soebandi oleh teman sejawatnya, dr.
Sugeng, setahun setelah pertempuran yang membuatnya tertembak.
Pada kesempatan itu Bupati Jember dr. Hj Faida MMR
atas nama Pemerintah Kabupaten Jember mendukung penuh keluarga besar mendiang
Letkol. dr. RM Soebandi untuk mengenang 70 tahun gugurnya pahlawan milik
masyarakat Jember ini. Dukungan ini agar masyarakat lebih mengenal pahlawannya.
Ada tiga kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan.
Pertama, doa bersama di Masjid An Nuur di Desa Karang Kedawung, Kecamatan
Mumbulsari, Jum’at 8 Februari 2019. Doa yang dipimpin Kiai H. Iqbal ini
dihadiri undangan dan masyarakat sekitar.
Masjid ini menjadi monumen peringatan lokasi tempat
pertempuran hingga Letkol Moch. Sroedji sebagai Komandan Brigade Damarwulan
Divisi II Suropati gugur bersama Letkol. dr. RM Soebandi, yang ketika itu
menjabat sebagai Residen Militer Karesidenan Besuki merangkap perwira kesehatan
brigade.
Doa dipanjatkan untuk seluruh pahlawan yang gugur
bersama kedua tokoh yang memimpin pertempuran di wilayah tersebut. Mereka gugur
setelah terjadi serangan penyergapan oleh Sentara Belanda tepat ada tanggal 8
Ferbruari 1949, 70 tahun silam.
Saat itu, pasukan Brigade Damarwulan Divisi II
Surapati tengah beristirahat di rumah warga Desa Karang Kedawung. Mereka
beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang selama dua bulan.
Perjalanan ini dikenal dengan wingate action, untuk
merebut kembali Jember dari penjajah Belanda. Perjalanan itu dari Kediri –
Blitar – Malang – Lumajang hingga ke
Jember. Para pejuang bertemu di Desa Socapangepok, Lereng Gunung Argopura.
Kegiatan kedua berupa peluncuran buku biografi
berjudul “Letkol. dr. RM. Soebandi, Jejak Kepahlawanan Dokter Pejuang.” Buku
ini ditulis dua jurnalis, Gandhi Wasono M dan Priyo Suwarno.
Keluarga besar Letkol. dr. RM. Soebandi bersama
Pemerintah Kabupaten Jember mencetak buku ini sebanyak 2.000 eksemplar, dan
dibagikan ke perpustakaan umum, militer, kedokteran, maupun lembaga pendidikan.
Serta para guru sejarah di Jember.
dr Sugeng berhasil mengidentifikasi jasad Soebandi
dari peralatan suntik di kantong jaket yang masih utuh, serta sebuah arloji
yang masih melekat di pergelangan tangan.
Sosok Soebandi merupakan seorang tentara yang bertempur
di medan sekaligus menjadi dokter yang mengobati pasukan yang cedera.
Jasa besarnya tersebut diabadikan Menteri Kesehatan
Prof. Dr. GA. Siwabessy pada tahun 1974 untuk nama RSD Jember. Namanya juga
sebagai nama jalan, serta nama sekolah tinggi ilmu kesehatan di Jember.
Kegiatan ketiga berupa simposium kedokteran pada
Minggu 10 Februari 2019. Kegiatan ini kerjasama keluarga besar mendiang Letkol.
dr. RM Soebandi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember, Universitas Jember
(UJ), dan Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember.
Simposium mengangkat tema Tribute Lecture to Dr.
Soebandi ini dilaksanakan di aula Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember.
Lima narasumber dihadirkan dalam forum ini, diantaranya Prof. Dr. Dr. Soenaryo
Hardjowiyoto, Sp.B, Sp.U-(K), dr. Ali Shodikin, Sp.A., dr. Ratna Dwi P, Sp.P,
dr. Dandy Hari H, Sp.JP.,dr. Sugeng Budi R, Sp.PD. (*)
Labels: Pemerintah




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home