Tuesday, 14 August 2018

Bimbingan Teknis SAKIP dan PMPRB

TEROPONG Jbr - Acara Bimbingan Teknis Implementasi SAKIP ( Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) dan PMPRB ( Zona Integritas dan Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi) yang dilaksanakan di Pendopo Wahyawibawagraha Selasa 14/08/2018, dihadiri oleh Deputi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Didit Widiatmoko, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR beserta jajarannya.


Dalam sambutannya Deputi Didit Widiatmoko memberikan wawasan tentang tatakelola kegiatan yang dilakukan oleh aparatur negara mulai dari atas (Bupati) sampai tingkat bawah (OPD). Beliau juga mengatakan bahwa “Beberapa indikator menunjukkan kinerja yang bagus tetapi justru indikator tatakelolanya yang masih kurang baik”  ujarnya.

Lebih jauh Didit mengatakan bahwa “Indikator yang baik ini belum tentu merupakan hasil dari sistem pemerintahan, mungkin karena masyarakatnya yang sudah baik atau karena upaya dari Bupati sendiri tetapi tidak melalui sistem, oleh karena itu keberadaan Tim MenPANRB akan memperbaiki sistem yang masih belum baik” terangnya.

Dalam acara Bimbingan Teknis ini Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR berkomitmen dengan Didit Widiatmoko selaku perwakilan dari KemenPANRB untuk menargetkan angka 75 dari angka 100 dalam hal perbaikan kinerja dan sistem kerja yang akan di Implimentasikan pada Pemerintahan Kabupaten Jember.

Sementara itu Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa “Pemerintah Kabupaten Jember sengaja mengundang KemenPANRB dengan tujuan untuk memotivasi dan memperbaiki kinerja jajaran Pemerintah Jember sendiri” ujar Bupati.

Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa “Inti dihadirkannya Tim MenPANRB dalam acara Bimtek ini agar supaya dapat mengelola program Bupati melalui  dinas masing-masing, jadi kalau program Bupati itu A, maka kegiatannya juga harus A begitu juga Anggarannya harus untuk A, jangan sampai programnya A, kegiatan B dan anggarannya C, kan gak nyambung” terangnya.

Dalam rangka untuk mengawal banyak anggaran-anggaran yang tidak tepat sasaran, Bupati selama ini selalu mengeluarkan energi yang besar untuk mengawal anggaran-anggaran, me-Monev anggaran sendiri. Bupati juga akan memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dari rakyat ini benar-benar efektif digunakan dan di peruntukkan untuk rakyat Jember. 

“Jadi Bimtek ini diperlukan agar supaya pengawalan anggaran tidak hanya Bupati saj yang mengawal tetapi Sistem yang nantinya turut mengawal, jadi meskipun nantinya Bupati Jember berganti tetapi Sistem akan terus bisa berjalan” tandasnya. (brt)



Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home