Komisi IX Apresiasi Program Kesehatan Pemkab Jember
TEROPONG Jbr – Kunjungan kerja Anggota DPR-RI Komisi
IX di Kabupaten Jember disambut langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR
di Pendopo Wahyawibawagraha Senin (30/07/2018). Komisi IX DPR-RI yang mempunyai
Ruang Lingkup terkait Ketenaga Kerjaan
dan Transmigrasi, Kependudukan dan Kesehatan dan mempunyai Pasangan Kerja Departemen
Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pengawas Obat dan Makanan, BNP2TKI, PT Askes
( Persero) dan PT. Jamsostek( Persero)
Rombongan Tim
Anggota DPR-RI yang di ketuai oleh DR. SALEH PARTAONAN DAULAY, M. Ag, M. Hum,
MA (WAKIL KETUA/F-PAN) dengan 26 Anggota lainnya di Pendopo Kabupaten Jember
disambut dengan sukacita oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dan jajarannya, termasuk dari BPJS Kesehatan
Kabupaten Jember.
Banyak hal dan terobosan yang telah diinisiasi oleh
Bupati yang di respon positif oleh Tim Anggota DPR-RI. Contoh di bidang
perbaikan kesehatan dan bantuan jaminan kesehatan BPJS
Ketua Tim Komisi IX DPR-RI mengatakan bahwa “Tim Komisi IX DPR-RI mengapresiasi terobosan program-program yang
dilakukan Pemda Jember. Selanjutnya akan didiskusikan dengan seluruh mitra
terkait, agar menjadi kebijakan bahkan nantinya berimplikasi pada
pendistribusian program” ujarnya
Beliau menambahkan bahwa “Fungsi pokok Pemerintah
dan DPR RI adalah memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus
terlindungi. Selain itu dibantu kerja keras instansi terkait contohnya BPJS,
dan juga mesti digalakkan masyarakat dengan tetap menghidupkan GERMAS (Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat). Dengan slogan itu maka rakyat sehat, negara kuat”
tambahnya.
Sementra itu Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR
mengatakan bahwa “Diskusi yang dilakukan Pemeritah Daerah Jember dengan instansi
vertikal serta 26 Anggota Tim Komisi IX DPR-RI berjalan dengan efektif” ujarnya
Beliau menambahkan bahwa diskusi yang dilakukan
mempunyai beberapa poin yang telah disampaikan, diantaranya bahwa RSUD dr. Subandi
sudah ada keputusan dari Kementerian Kesehatan termasuk Gubernur Jawa Timur untuk
menjadi Rumah Sakit rujukan untuk 7 (tujuh) Kabupaten/Kota disekitar Jember, yang
akan melayani 8,1 juta penduduk. Oleh karenanya kekurangan fasilitas harus
dilengkapi terutama untuk yang kelas 3.
Menurutnya Tim Anggota Komisi IX DPR-RI sudah
merespon segala rencana yang akan dilakukan oleh Pemkab Jember dengan
memperjuangkan anggaran APBN yang memerlukan Rp. 157 Milyar dalam beberapa
tahap. Dimana sekarang sudah menerima bantuan dari Pusat Rp. 16 Milyar dan untuk
menambahkan lagi masih akan diperjuangkan lagi oleh Tim Anggota Komisi IX
DPR-RI.
Pelaksanaan kegiatan bantun ini akan dilaksanakan tahun
ini untuk tahap 1. gedung rawat jalan. Sedangkan untuk tahun depan tahap 2. untuk
gedung penunjang ( kamar Operasi, ICU, Pusat Kanker dll), dan untuk tahap 3. Membangun
lahan parkir bertingkat.
Bupati juga menegaskan bahwa “Masalah TKI Ilegal
harus segera dihentikan karena Kabupaten Jember merupakan kantong-kantong TKI,
sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Jember mempunyai alternatif pengiriman
tenaga kerja formal” tandasnya. (brt)
Labels: Pemerintah





0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home