Monday, 30 July 2018

Komisi IX Apresiasi Program Kesehatan Pemkab Jember


TEROPONG Jbr – Kunjungan kerja Anggota DPR-RI Komisi IX di Kabupaten Jember disambut langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR di Pendopo Wahyawibawagraha Senin (30/07/2018). Komisi IX DPR-RI yang mempunyai Ruang Lingkup terkait  Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi, Kependudukan dan Kesehatan dan mempunyai Pasangan Kerja Departemen Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pengawas Obat dan Makanan, BNP2TKI, PT Askes ( Persero) dan PT. Jamsostek( Persero)

Rombongan  Tim Anggota DPR-RI yang di ketuai oleh DR. SALEH PARTAONAN DAULAY, M. Ag, M. Hum, MA (WAKIL KETUA/F-PAN) dengan 26 Anggota lainnya di Pendopo Kabupaten Jember disambut dengan sukacita oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dan  jajarannya, termasuk dari BPJS Kesehatan Kabupaten Jember.

Banyak hal dan terobosan yang telah diinisiasi oleh Bupati yang di respon positif oleh Tim Anggota DPR-RI. Contoh di bidang perbaikan kesehatan dan bantuan jaminan kesehatan BPJS
Ketua Tim Komisi IX DPR-RI  mengatakan bahwa “Tim Komisi IX DPR-RI  mengapresiasi terobosan program-program yang dilakukan Pemda Jember. Selanjutnya akan didiskusikan dengan seluruh mitra terkait, agar menjadi kebijakan bahkan nantinya berimplikasi pada pendistribusian program” ujarnya

Beliau menambahkan bahwa “Fungsi pokok Pemerintah dan DPR RI adalah memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus terlindungi. Selain itu dibantu kerja keras instansi terkait contohnya BPJS, dan juga mesti digalakkan masyarakat dengan tetap menghidupkan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Dengan slogan itu maka rakyat sehat, negara kuat” tambahnya.

Sementra itu Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR mengatakan bahwa “Diskusi yang dilakukan Pemeritah Daerah Jember dengan instansi vertikal serta 26 Anggota Tim Komisi IX DPR-RI berjalan dengan efektif” ujarnya

Beliau menambahkan bahwa diskusi yang dilakukan mempunyai beberapa poin yang telah disampaikan, diantaranya bahwa RSUD dr. Subandi sudah ada keputusan dari Kementerian Kesehatan termasuk Gubernur Jawa Timur untuk menjadi Rumah Sakit rujukan untuk 7 (tujuh) Kabupaten/Kota disekitar Jember, yang akan melayani 8,1 juta penduduk. Oleh karenanya kekurangan fasilitas harus dilengkapi terutama untuk yang kelas 3.

Menurutnya Tim Anggota Komisi IX DPR-RI sudah merespon segala rencana yang akan dilakukan oleh Pemkab Jember dengan memperjuangkan anggaran APBN yang memerlukan Rp. 157 Milyar dalam beberapa tahap. Dimana sekarang sudah menerima bantuan dari Pusat Rp. 16 Milyar dan untuk menambahkan lagi masih akan diperjuangkan lagi oleh Tim Anggota Komisi IX DPR-RI.

Pelaksanaan kegiatan bantun ini akan dilaksanakan tahun ini untuk tahap 1. gedung rawat jalan. Sedangkan untuk tahun depan tahap 2. untuk gedung penunjang ( kamar Operasi, ICU, Pusat Kanker dll), dan untuk tahap 3. Membangun lahan parkir bertingkat.

Bupati juga menegaskan bahwa “Masalah TKI Ilegal harus segera dihentikan karena Kabupaten Jember merupakan kantong-kantong TKI, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Jember mempunyai alternatif pengiriman tenaga kerja formal” tandasnya. (brt)






Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home