Tuesday, 12 June 2018

BUPATI JEMBER BERANGKAT ke NEGERI JIRAN BERESKAN PEMULANGAN JENASAH TKI



TEROPONG Jbr - Seperti diberitakan sebelumnya, Amintyas Wahyuni warga Dusun Sumuran Desa Ajung menjadi TKI di Malaysia dengan berangkat secara ilegal, sebelum meninggal. Amintyas sakit terkena virus dan mendapat perawatan di salah satu Rumah Sakit di Malaysia sebelum akhirnya meninggal. Jenazah Amintyas Wahyuni (30) TKI diduga ilegal, asal Dusun Sumuran Desa Klompangan Ajung Jember sudah sekitar 15 hari terhambat pemulangan karena persoalan pembiayaan ketika dirawat di rumah sakit Kuala Lumpur, Malaysia

Jenazah Amintyas ini sendiri sudah tertahan di rumah sakit 15 hari lebih karena pihak keluarga tidak mampu membayar biaya pengobatan sebesar itu, sehingga Pemkab turun tangan. Selama perawatan, biaya rumah sakit yang harus di keluarkan 15.000 RM (Ringgit Malaysia) atau Rp 50 juta dan turun menjadi 7000 RM. Kemudian dapat bantuan dari donatur Kemenaker sebesar 1.500 RM maupun Sarbumusi pusat dan sisanya dikover Pemkab Jember sebesar 5.500 M.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Faida terus berjuang agar proses pemulangan jenazah TKI Amintyas Wahyuni segera dilaksanakan. Bahkan Bupati Faida Senin 11/06/2018 langsung bertolak ke negeri Malaysia untuk membereskan segala prosedur pemulangan jenazah termasuk pembiayaannya.


 “Karena ini urusan kemanusiaan, saya (Bupati) harus segera diselesaikan. Maka malam ini saya pamit untuk berangkat ke Kuala Lumpur untuk menjemput jenasah TKI warga Jember, karena sudah 14 hari tertahan di Malaysia. Pemkab sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memulangkan jenasah dari Malaysia, kami juga sudah kirim kurir untuk mengurus ini, tapi ternyata masih belum selesai. Makanya malam ini saya berangkat langsung untuk mengurus sendiri, ,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR

Bupati Faida meminta doa dan restu agar misinya untuk membawa pulang jenazah warga Jember yang tertahan di Malaysia bisa segera selesai sebelum Lebaran. “Saya mohon doa dan keselamatan agar upaya saya untuk mengurus warga Jember yang meninggal di Malaysia diberi kelancaran dan bisa lebaran di Jember,” katanya.

Beliau menambahkan  “Ambil hikmahnya dari kejadian ini, dan kami menghimbau kepada warga Jember yang menjadi TKI untuk segera mendaftarkan diri ke Disnakertrans hal ini agar bisa dicatat dan terurus segala kelengkapannya secara legal, karena musibah datang tidak ada yang bisa menolak,” tandasnya.(brt)


Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home