Monday, 21 May 2018

PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL

PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL

 
TEROPONG Jbr – Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, diperingati bangsa Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang ditandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. Semangat kebangkitan nasional tidak boleh memudar, namun justru semakin penting bagi kehidupan berbangsa kita hari ini. Semangat itu sudah tercetus beberapa tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, namun hingga saat ini tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati bangsa Indonesia. “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital” merupakan tema dalam upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional Senin (21/5/2108), di Alun-alun Jember.

Pada upacara tersebut Wabup Drs. KH Abdul Muqit Arief bertindak sebagai inspektur upacara. Tema ini mengandung pesan yang tepat dan seyogyanya tidak hanya tertanam di dalam hati, namun juga segera diwujudkan melalui strategi, kebijakan, dan implementasi dalam pelayanan kita kepada masyarakat dan bangsa. Sumber daya manusia menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan. Berbeda dengan sumber daya alam, yang terbatas dan butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi.

“Kebangkitan sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa,” kata Wabup Drs. KH Abdul Muqit Arief saat membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara.

“Oleh sebab itu, mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya,” tambah Wabup Drs. KH Abdul Muqit Arief

Era digitalisasi di berbagai bidang juga telah membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman jika bangsa ini hanya pasif menjadi pengguna dan pasar. Namun akan menjadi berkah mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan landscape ekonomi berbasis digital dunia.

Dalam bacaan Menteri Rudiantara yang di bacakan Wabup Drs. KH Abdul Muqit Arief mengungkapkan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan persatuan bangsa. “Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut.” Ucap Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara

Lebih  jauh disampikan, bangsa ini harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah-belah. Begitu juga dalam konteks menghadapi digitalisasi. “Kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah,” ajak Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara. (brt)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home