SERTIJAB KASI PIDSUS KAJARI JEMBER
SERTIJAB KASI PIDSUS KAJARI JEMBER
TEROPONG Jbr - Acara pisah kenal Kasipidsus ini digelar di Aula Kejari Jember Jumat (6/4/2018). Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Asih SH yang merupakan pejabat lama diganti kepada Herdian Rahardi. Acara lepas pisah ini dihadiri leh hampir seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Jember.
Dalam sambutannya Asih SH mengatakan bahwa “Keberhasilan mengungkap kasus korupsi di Jember tidak lepas dari seluruh tim yang ada di Kejari Jember, saya merasakan suasana kerja di Kejari Jember seperti bekerjanya sapu lidi, semua saling membantu sehingga kerja 24 jam tidak terasa, karena semua saling support dan tidak ada ‘lirik-lirikan',’” ujar Asih.
Asih SH. Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jember dimutasi promosi ke Kasi Teroris di Kejaksaan Tinggi Yogjakarta. Mutasi jabatan pada perempuan yang akrab dengan wartawan ini setelah timnya di Pidana Khusus berhasil mengungkap dan menyidangkan kasus-kasus korupsi di Jember yang melibatkan beberapa tokoh dan pejabat.
Selama 2 tahun 8 bulan menjadi Kasipidsus di Kejari Jember, hal yang paling menyita waktu dan terkesan bagi Asih adalah saat mengungkap kasus korupsi yang melibatkan Diponegoro putra mantan Bupati Jember, dimana proses pencarian keberadaan tersangka hingga sidang yang digelar di Kejati Jatim cukup menyita tenaga.
Dan masih banyak prestasi tang berhasil di raih oleh Tim Pidsus Kejari Jember pimpinan Asih SH diantaranya Korupsi dana Askab yang menyeret putra mantan Bupati Jember Diponegoro, kasus korupsi hibah dan bansos guru ngaji yang menyeret wartawan dan tokoh agama juga berhasil di tuntaskan. Yang paling baru yaitu kasus Korupsi Bansos Ternak yang menyeret mantan anggota dewan dan Ketua DPRD Jember H. Thoif Zamroni juga diungkap.
Dia menambahkan, selain menyelesaikan kasus hibah ternak. Menurutnya, ada kasus terbaru yang akan dia tingkatkan lagi dari penyelidikan secepatnya menjadi penyidikan. “Yaitu kasus korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Dinas Pendidikan,” ujarnya. Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyidikan serius.
Sementara itu Kasi Pidsus Kejari Jember yang baru, Herdian Rahardi mengatakan bahwa dirinya akan berkomitment untuk meneruskan apa yang sudah Asih SH lakukan sebelumnya.Hardianto Herdian SH Kasipidsus Kejari Jember yang baru, merasa dirinya tertantang untuk meneruskan pekerjaan Asih yang belum selesai, terutama kasus yang sudah menjadikan Ketua DPRD Jember menjadi tersangka, dimana sampai saat ini kasus tersebut masih belum tuntas penanganan perkaranya.
“Seperti yang disampaikan Bu Asih (Kasi Pidsus yang lama), kami akan secepatnya merampungkan berkas yang menjerat ketua DPRD Jember terkait kasus hibah ternak 2015,” kata Kasi Pidsus Kejari Jember yang baru, Herdian Rahardi usai acara pisah sambut Kasi Tindak Pidana Khusus dan Pelepasan Jaksa Fungsional oleh Kepala Kejari Jember Ponco Hartanto, di Aula Kejari Jember.
Pihaknya menegaskan, kedepan tetap akan memprioritas penyelesaian kasus tindak pidana korupsi yang cukup menyita perhatian masyarakat diantaranya, kasus korupsi hibah bansos ternak 2015 yang menyeret tersangka Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni. “Yang jelas kami harus bisa meneruskan kerja bagus dari Bu Asih, prestasi yang sudah diraih Bu Asih harus dipertahankan, bila perlu ditingkatkan, terutama dalam kasus yang saat ini masih menjadi PR, akan kami tuntaskan secepat mungking,” pungkas pria asli Jember ini yang pernah menjadi Kasipidsus di Kejari Gianyar Bali.
Keberhasilan Kejaksaan Negeri Jember dalam mengungkap kasus-kasus korupsi ini pun menjadikan Jember sebagai Kejaksaan Negeri terbaik dalam penanganan korupsi “Keberhasilan Kejaksaan Negeri Jember dalam perkara korupsi tidak lepas dari kepiawaian dan keuletan Bu Asih dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan,” ujar Kajari Jember H. Ponco Hartanto SH.(brt)

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home