DI DUGA PEMBANGUNAN PT.SEAFER SUMBER REJEKI TANPA IJIN
DIDUGA PEMBANGUNAN PT. SEAFER SUMBER REJEKI TANPA IJIN
TEROPONG TIMUR ONLINE - Jember
Demontrasi yang dilakukan oleh aktifis PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) cabang Jember bersama masyarakat Sumberejo Kec. Ambulu selasa 05/12/2017, adalah merupakan bentuk ekspresi aksi moral ketidakpuasan masyarakat tentang pelayanan pemerintah.
Bermula dengan kehadiran PT. SEAFER SUMBER REJEKI dan PT. KARTIKA TAMBAK yang sejak tahun 2017 berdiri di desa Sumberejo Kec. Ambulu dianggap meresahkan masyarakat sekitar. Pasalnya lahan berdirinya PT. SEAFER SUMBER REJEKI dan PT. KARTIKA TAMBAK bersinggungan langsung dengan lahan masyarakat sekitar.
Menurut Gandis korlap aksi demontrasi “ lahan yang warga gunakan untuk menghidupi anak dan istrinya selama puluhan tahun itu, kini telah dinodai kesuciannya oleh sebuah persekongkolan, betapa tidak begitu mudahnya para oknum, memberi izin, sehingga pemodal itu tega merampas lahan masyarakat, atas nama Hak Guna Usaha. Apalagi keberadaan Hak guna Usaha (HGU) ditengarai tidak prosedural (bodong). Untuk kami, petani tanah berem Sumberejo dan PMII tidak akan mundur barang satu langkah. “kita milih nandur, tidak memilih mundur”. “ ujarnya.
“ Untuk itu, bersekongkolnya kekuatan korporasi dan oligarki negara harus dilawan dengan bersatunya kekuatan masyarakat mustad’afin bersama kekuatan mahasiswa dimana keduanya adalah lokomotif nyata perubahan untuk mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik ” tambahnya
Bermula dengan kehadiran PT. SEAFER SUMBER REJEKI dan PT. KARTIKA TAMBAK yang sejak tahun 2017 berdiri di desa Sumberejo Kec. Ambulu dianggap meresahkan masyarakat sekitar. Pasalnya lahan berdirinya PT. SEAFER SUMBER REJEKI dan PT. KARTIKA TAMBAK bersinggungan langsung dengan lahan masyarakat sekitar.
Menurut Gandis korlap aksi demontrasi “ lahan yang warga gunakan untuk menghidupi anak dan istrinya selama puluhan tahun itu, kini telah dinodai kesuciannya oleh sebuah persekongkolan, betapa tidak begitu mudahnya para oknum, memberi izin, sehingga pemodal itu tega merampas lahan masyarakat, atas nama Hak Guna Usaha. Apalagi keberadaan Hak guna Usaha (HGU) ditengarai tidak prosedural (bodong). Untuk kami, petani tanah berem Sumberejo dan PMII tidak akan mundur barang satu langkah. “kita milih nandur, tidak memilih mundur”. “ ujarnya.
“ Untuk itu, bersekongkolnya kekuatan korporasi dan oligarki negara harus dilawan dengan bersatunya kekuatan masyarakat mustad’afin bersama kekuatan mahasiswa dimana keduanya adalah lokomotif nyata perubahan untuk mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik ” tambahnya
Untuk itu mereka mendesak, pengelola tambak, keluar dari tanah berem, hentikan intimidasi juga ancaman kekerasan terhadap masyarakat dan aktivis PMII dan Pertegas keberpihakan negara terhadap petani serta mendesak Pemkab Jember turun langsung menuntaskan konflik tanah berem sumberejo.
Namun mereka tampak kecewa, lantaran Bupati, dr Faida, MMR tidak bisa menemui untuk menerima aspirasinya “Mohon maaf Bupati dan para pejabat sedang ada acara di Surabaya, semua keluhan akan saya sampaikan kepada pimpinan” kata Kepala Bakesbangpol, Suprapto, saat menemui para demontran. (brt)



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home