Kepala desa Blimbingsari Membeberkan Yang Sebenarnya Kronologi 2 Kapal Payang Asal Situbondo Yang Sandar Dipantai Pecemengan
Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id
Kepala desa Blimbingsari menyikapi dan membeberkan kronologi atas laporan salah satu warga, yang mana sudah diangkat di media online, yang diduga kepala dusun kurang memperhatikan atas laporan warganya atas kedatangan tamu nelayan dari Situbondo yang sandar dipantai Pecemengan bermalan disalah satu rumah warga, ROSIDI, RT 02 RW 02 Dusun Pecemengan yang kebetulan tidak jauh dari pantai tempat kapal nelayan bersandar,
Setelah kepala dusun menjelaskan yang sebenarnya kepada Awak media Teropong timur news PRIMA ANDIKA, langsung mendatangi Kepala Desa Blimbingsari MUHBIRUDIN, diruang kerjanya untuk mengkonfirmasi dan menanyakan yang sebenarnya dimana yang sudah selisih paham antara pelapor dengan Kepala dusun yang telah dikatakan kurang memperhatikan laporan warganya,
"Kepala desa Blimbingsari, MUHBIRUDIN tidak membenarkan adanya laporan yang sudah diberitakan di online, Yang di tuding oleh salah satu warga terkait pelayanan yang kurang baik oleh salah satu Warga, justru kepala dusun (ASNAWI) sudah melakukan aturan-aturan pemerintah desa apalagi sekarang ganas-ganasnya penyebaran virus, yang jelas disetiap tamu baik pendatang maupun pemudik harus wajib lapor ke RT/RT untuk lakukan isolasi mandiri atau dikarantina selama 14 hari. "ucap kades
"Selanjutnya, atas laporan itu tidak benar mas, nyatanya staff Dusun saya sudah melakukan Pengecekan mulai identitas KTP, pengecekan suhu Badan, Sebelum lakukan izin tinggal di dusun Pecemengan perang desa (kasus) sudah berupaya lakukan sesuai aturan yang ada didesa yang sudah berlaku. " dan saya mengetahui justru kepala dusun (ASNAWI) adalah salah satu kepala dusun yang aktif dan patuh dalam menjalankan tugasnya yang bekerja dengan mengabdi untuk desa blimbingsari. "jelas kades
Kepala dusun Pecemengan, ASNAWI, menjelaskan yang sebenarnya terkait komunikasinya dengan pelapor lewat via WatsApp yang saya melontarkan kata kata usir sendiri, karna saya sedikit emosi kepada pelapor karna beliau yang mulai duluan dengan ucapan yang kurang berkenan, dan akhirmya saya mendatangi rumah pelapor sampai terjadi cekcok di rumah pelapor, Sebenarnya saya dan pelapor juga masih ada hubungan kerabat dekat, dan tidak ada maksud untuk itu. "ucapnya
Disaat itu lah saya lakukan sesuai aturan untuk periksa dari -+17 orang yang saya periksa dan saya mintai keterangan dan data nama nama dari tamu yang menginap dan lakukan pengecekan suhu badan. "Atas apa yang terjadi saya sudah lakukan permohonan maaf atas kata kata chating dan voice recorder karna saya mungkin terpancing emosi. "Pungkas Kasun
Pewarta: prima
Editor: Buang A



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home