Tingginya Harga Pupuk Non Subsidi Di Kabupaten Banyuwangi Semakin Melonjak. Petani Kelabakan
Banyuwangi,www.teropongtimur.co.od
Tingginya Harga pupuk Non Subsidi saat ini yang dipengaruhi dampak perang Rusia dan Ukraina membuat semakin tidak terjangkaunya untuk di beli petani yang ada di Kabupaten
Banyuwangi khususnya dan Indonesia umumnya,
Akibat dari pada melambungnya harga pupuk Non Subsidi, para patani Holtikultura kelabakan untuk berbudidaya, khusus di beberapa Kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten Banyuwangi yang berbasis holtikultura, diantaranya Kecamatan Purwoharjo, Bangorejo, Tegaldlimo, Siliragung, Pesanggaran dan Kecamatan lain yang ada diwilayah selatan Kabupaten Banyuwangi sangat -sangat terdampak, sehingga
petani di daerah tersebut sangat mengeluh di saat harga hasil panen tidak sebanding dengan harga produksi.
HARIONO salah satu petani jeruk diwilayah Kecamatan Pesanggaran berharap kepada pemerintah segera mengatasi masalah ini, di rasa dengan keadaan seperti ini yang terus menerus akan membuat petani jeruk semakin sulit, khusus untuk produsen yang di miliki Negara ( BUMN ) untuk bisa memproduksi produk Non Subsidi yang masih terjangkau oleh petani. "Sama halnya dengan petani Holtikultura yang ada di Kecamatan Purwoharjo, ( sebut saja JAYA ) yang selama ini berbudidaya jeruk dan Buah Naga, memang dengan kondisi saat ini sangat memberatkan petani, hasil panen dan biaya produksi tidak sebanding. Jadi sekarang ini petani harus bisa / pandai pandai mencari solusi supaya tetap bisa berbudidaya supaya panen. Solusinya adalah mencari produk yang bagus tetapi masih dapat terjangkau oleh kantong petani, "harapnya
Dalam hal ini JAYA berburu produk BUMN yang sebelumnya belum beredar di Banyuwangi, namun sekarang mulai ada di kios - kios pertanian, salah satunya, NPK 16-16-16 produk pupuk Sriwijaya Palembang. "Kehadiran produk tersebut menurut JAYA sangat bisa sedikit membuat petani bisa bernafas lega. Selain harga masih terjangkau, tentunya kwalitas juga tidak kalah dengan produk import. "pungkas JAYA
JAYA berharap, kedepan Pupuk Indonesia ( PUSRI ) sering mengadakan sosialisasi, dan memperbanyak Demoplot supaya petani tau informasi bahwasanya produk PUSRI juga ada di kios - kios dan masih terjangkau serta PUSRI bisa memproduksi produk selain NPK dan UREA dengan Harga yang masih bisa terjangkau oleh petani Holtikultura.
Sumber : Hasan
Editor: teropong timur news


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home