Kantor Desa Tidak Ditempati, Rumah Kades Dibuat Pelayanan Masyarakat. Kerugian Uang Negara Harus Diluruskan
Kantor Desa merupakan tempat pelayanan masyarakat, tempat melayani keperluan untuk mengurus surat-surat yang di butuhkan oleh masyarakat. Dalam konteksnya Kantor Desa adalah tempat pengurusan segala kepentingan masyarakat pada saat jam kerjanya.
"Tapi ironisnya hal tersebut tidak dilakukan oleh H. Rahmawi selaku Kepala Desa Kropoh Kecamatan Raas Sumenep Madura, Jawa Timur, yang mana pelayanan terhadap masyarakat di lakukan dirumahnya pribadi, bukan di kantor Desa pada umumnya.
foto Kantor Desa yang digunakan sekarang dirumah Kades sendiri
foto kantor desa yang dibangun, tapi tidak ditempati hingga ditempati kambing tidur
Saat di konfirmasi awak media, Kepala Desa Kropoh mengatakan, bahwasanya kantor Desa sudah tidak layak di tempati.
"Kantor Desa sudah tidak dilayak di gunakan Dan siapa yang mau menempatinya mas, kan yang penting pelayanan kepada masyarakat tetap baik meskipun dilakukan di Rumah, kalau sudah tidak layak kantor Desa mau bagaimana lagi, "ujar H. Rahmawi Kades Kropoh Kepada awak Media Sabtu(16/10/2021).
Sementara itu Masyarakat Kropoh Kecamatan Raas yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, bahwa kantor tersebut lebih layak sebagai tempat pelayanan masyarakat sebagai bukti kantor Desa tersebut pernah di tempati perawat yang juga pada masa pemerinthannya yang pertama.
"Jadi kalau saat ini di katakan tidak layak di tempati, ya sudah pasti tidak bisa di tempati mas, karena selama ini Kantor Desa yang dibangun menggunakan Anggaran Daerah tersebut sejak mulai dibangun memang tidak ada perawatan dan terkesan ada pembiaran, "ungkap warga Kropoh kepada awak media
Hal senada juga di ungkapkan Benny Hartono dari LSM Teropong yang mana dirinya menyoroti adanya prasarana pelayanan public (Wi-fi)yang ditaruk di tokonya, Bukan di kantor Desa, padahal jelas-jelas pemasangan Wifi tersebut menggunakan Anggaran Dana Desa
"Saya heran kenapa Wi-fi bisa ditaruk ditokonya Bukan di kantor Desa, padahal dananya menggunakan Anggaran Dana Desa, dan setelah saya konfirmasi kades mengatakan bahwa tidak ada lahan / tanah kosong, padahal waktu saya investigasi kelapangan disana masih ada tanah/lahan yang kosong, jadi keterangan pak kades itu tidak sesuai dengan fakta yang ada,"tutur Benny dengan Nada geram
Lebih lanjut Benny Hartono menegaskan, bahwasanya Bukan hanya masalah wi-fi saja permasalahan yang ada di Kropoh. Tapi juga terkait masalah Dana Bumbes yang mana Kades Kropoh Mengatakan kalau Dana Bumdes digunakan untuk simpan pinjam, tapi anehnya ditidak bisa menunjukkan data-data krediturnya.
"Kami hanya takut kalau Dana Bumdes tersebut di gunakan oleh personnya saja, Bukan untuk kepentingan simpan pinjam warga Kropoh pada umumnya," pungkas aktivis asal bondowoso
Ini terbukti sampai saat ini Kades Kropoh H.Rahmawi tidak bisa menunjukan kepada awak media dan kepada masyarakatnya tentang data siapa saja yg mendapatkan pinjaman dari dana Bumdes.hal inipun juga di kwatirkan hanya di manfaatkan oleh kroninya untuk memperbesar bisnisnya yang faktanya sudah jutawan.
"Dalam Waktu Dekat saya akan melaporkan kejedian tersebut kepada pihak DPMD dan Inspektorat untuk di lakuakn pengauditan, dan bila nanti ada Dugaan tindak pidana Korupsinya maka akan saya tindaklnjuti pelporan ke Polres sumenep dan Kejaksaan Sumenep," pungkas Benny





0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home