Situbondo Teropong Timur News

Situbondo (6/2) anggota LSM Teropong (bahol) melakukan investigasi, pengumpulan informasi pada hari senin tanggal (01/02) ke pasar Kampung, jangkar Situbondo dari pukul 02 sampai jam 8 pagi, hasil pantauan anggota LSM di Lokasi di dalam pasar Kampung masih ada kios yang kosong tidak ditempati penjual, akan tetapi seriap pagi antara jam 02.00 WIB sampai dengan jam 08.00 WIB diluar pasar kampung di penuhi oleh pedagang di pinggir jalan tepatnya diluar area pasar kampung, waktu investigasi didapat disisi sebelah barat bahu jalan ada 32 pedagang dan di sisi sebelah timur bahu jalan ada 19 pedagang yang berjualan, ada yang pakai meja atau cukup pakai alas Akibat dari banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan sebelah timur pasar Kampung berdampak menyempitnya jalan menjadi 4 meter karena banyaknya pedagang yang berjualan di bahu jalan sisi barat dan timur jalan arah ke Desa Jangkar dan pelabuhan, saat investigasi anggota Teropong mendapatkan informasi dari para pedagang hari itu (01/01) petugas pasar Kampung menarik restribusi tanpa memberikan karcis kepada pedagang. Yang menjadi pertanyaan besar adalah kemana larinya uang restribusi tersebut ? Padahal area bahu jalan sisi barat dan sisi timur tidak masuk area pasar Kampung akan tetapi kenapa ditarik uang kepada para pedagang ? Team investigasi juga menemukan adanya selokan air di sisi timur pasar Kampung yang bau, hasil penelusuran diperoleh bau tidak enak itu berasal dari pembuangan air dari pasar Kampung, sehatusnya pihak pengelola pasar Kampung membuat resapan air untuk pembuagan air kotor/limbah pasar sehingga tidak menimbulkan bau yang tidak enak ke lingkungan sekitar, Menindak lanjuti temuan / fakta dilapangan, LSM Teropong, pada hari rabu tanggal 3 Pebruari 2021 dipimpin langsung Ketua DPC LSM Teeopong Situbondo bapak Agus Erlan, Sekjen Teropong, Korlap dan anggota Teropong menyampaiikan hasil temuan tersebut kepada Kepala Kantor Disperdagin Kabupaten Situbondo, saat itu ditemui oleh bapak Imam Hairudin Bidang Pasar, dalam pertemuan tersebut LSM Teropong meminta. agar pihak Disperdagin menindak oknum pasar yang melakukan penarikan restribusi tanpa diberi karcis kepada para pedagang dan diharapkan para pedagang ditertibkan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang akan masuk dan keluar desa jangkar dan sekitarnya. Disamping itu LSM Teropong berharap untuk pengelolaan air kotor dari dalam Pasar Kampung harus ada resapan sendiri dan tidak langsung dibuang ke selokan

Saat ditemui LSM Teropong bapak.Imam Hairudin bidang pasar
menjelaskan "saya berterima kasih atas temuan dan informasi yang
disampaikan, ddan akan menindaklanjuti temuan LSM Teropong sebelum pelantikan
Bupati dan Wabup Terpilih, dengan kata lain bahwa akan ada pembenahan dalam
waktu 14 hari. Menanggapi hal tersebut bapak Ketua DPC LSM Teropong Situbondo
mengatakan "akan kembali Investigasi ke Pasar Kampung untuk melihat
keseriusan pihak Disperdagin terkait temuan yang sudah dilaporkan dan apabila
tidak ada tindakan serta respon dari Disperdagin, LSM Teropong akan
berkoordinasi dengan instasi terkait ( DLH, DISHUB dan BPPKAD
) untuk melakukan tindakan sesuai
aturan yang berlaku.
pewarta : Wahyudi/Team
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home