Dusun Cantuk lor Desa Cantik Kembali Adakan Ritual Selamatan Barikan
Dalam menyambut tahun baru Islam berkecepatan di bulan Suro, wargan cantuk lor Kecamatan Singojuruh Banyuwangi kembali adakan selamatan kampung atau disebut barikan, yang merupakan acara tasyakuran atau selamatan yang digelar di kampung-kampung atau di lingkungan warga
acara yang digelar disepanjang jalan oleh warga masyarakat dusun cantuk lor, yang mana merupakan wujud kesatuan harmonis yang selalu dijaga keseimbangannya dalam menanggulangi kejadian-kejadian alam seperti yang selama ini dirasakan masyarakat seluruh Indonesia dengan adanya virus covid-19 adalah wabah penyakit yang dianggap sudah melumpuhkan perekonomian rakyat. "untuk itu dilakukan ritual dengan cara selamatan barikan, selamatan yang dilakukan secara serentak di tengah jalan dusun atau kampung dengan berdoa bersama memohon kepada sang pencipta supaya bebas dari Nara bahaya dan Balak yang ada,
Ritual yang dilaksanakan oleh warga lingkungan secara rutin dalam waktu tertentu dari generasi ke generasi, selain dari ritual tolak Balak juga untuk mendoakan semua arwah leluhur yang ada desa yang telah meninggal dunia, sebagai bentuk penghormatan atas sebagai jasa perjuangan desa dimasa lalu. "Dengan wujut ritual dan selamatan barikan tersebut merupakan ritual yang berbentuk pemberian sedekah berupa tumpeng dan berbagai makanan yang di olah dari hasil pertanian,
Dengan antusias warga dusun cantuk lor memadati jalan dusun dengan membeber tikar dan berbondong-bondong mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, semuanya sambil membawa makanan atau berkat dimasing-masing kepala keluarga yang di taruh di tempat acara berupa tumpeng, lauk pauk dan banyak makanan yang lain turut disajikan dengan duduk bersila menunggu dimulainya acara dengan doa bersama.
"Doa yang dipimpin langsung oleh Ustad TIMBUL,
Setelah dilakukan ritual doa bersama, sesaji yang sudah dihidangkan dimasing-masing keluarga disantap bersama-sama, dengan demikian ada warga dari lain kampung ikut serta menikmati makan yang sudah dihidangkan dengan beraneka macam menu, selain dari sajian nasi, tidak ketinggalan pula dengan jenang merah, kata orang Banyuwangi jenang Abang,
Penulis/Editor: Buang Arifin





0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home